Fidget Spinner Belum Terbukti Dapat Membantu Anak Autis

Telset.id, JakartaFidget spinner diklaim sebagai gadget ajaib yang dapat menghilangkan kecemasan dan bahkan diklaim membantu orang autis atau autism and attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Namun, dilansir dari independent.co.uk sejumlah ahli mengklaim bahwa fidget spinner tidak lebih dari sekadar mainan murahan.

Gadget ini memiliki tiga cabang yang berpusat di sebuah lingkaran dengan bantalan di tengah dan mamapu berputar berputar-putar seperti menghipnotis.

Suatu teknik yang diklaim para penjual fidget spinner dapat membantu memberi kenyamanan kepada penggunanya yang sedang berada di situasi yang penuh tekanan dan dapat meningkatkan fokus.

Terlepas dari klaim para penjual,  para ahli mengatakan bahwa tidak ada penelitian nyata yang membuktikan mainan plastik ini dapat memberi manfaat nyata sebagai alat terapeutik.

“Saya tahu ada banyak mainan serupa, sama seperti ada banyak permainan dan produk lain yang dipasarkan ke individu yang memiliki ADHD, dan pada dasarnya tidak ada bukti ilmiah bahwa itu bekerja,” kata seorang psikolog dan profesor di Universitas Duke, Scott Kollins.

Dia menuturkan, pada dasarnya para penjual fidget spinner membuat klaim palsu mengenai manfaat mainan ini bagi orang dengan ADHD. Sebab, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap klaim tersebut dalam sebuah penelitian.

Dengan sebanyak 6,4 juta anak-anak antara usia empat dan 17 tahun didiagnosis dengan ADHD, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Kollins mengatakan bahwa mereka yang mencari bantuan lebih rentan terhadap pemasaran palsu dan tidak perlu merasa tertekan untuk mencoba. mode ini.

Kollins mengatakan, sangat penting para orangtua dan guru yang bekerja dengan anak-anak yang memiliki ADHD untuk tahu bahwa ada perawatan yang dapat dipelajari dan telah terbukti hasilnya.

Tidak ada perbaikan yang instan, cepat dan mudah hanya dengan menggunkan mainan fidget spinner.

Kini, fidget spinner telah menyebar dengan cepat dan menjadi mainan yang sangat populer di seluruh dunia. Tidak sedikit sekolah yang melarang murid untuk membawa mainan ini ke dalam kelas karena menganggu kegiatan belajar.

“Dari apa yang saya lihat, (fidget spinner) kini menyebar dengan cepat hingga masuk ke dalam ruang kelas dan menjadi gangguan besar,” kata Julie Schweitzer, Direktur Program Attention, Impulsivity and Regulation di UC Davis MIND Institute.

Julie mengatakan, hal tersebut wajar. Jika seorang anak diminta memilih antara mengerjakan tugas di kelas dengan mainan fidget spinner, maka tentu anak akan memilih bermain dengan mainannya. [BA/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here