Elon Musk Bantah Tudingan Pecandu Ganja

Telset.co.id,Jakarta – Elon Musk membantah desas-desus yang beredar bahwa dia adalah seorang pecandu ganja. Para penggemar ganja pertama kali mulai berspekulasi setelah Musk memposting tweet yang mengatakan saham Tesla akan dijadikan private dan dihargai US$ 420.

Para penikmat ganja tentu saja akan tahu bahwa 420 mengacu pada satu hari di bulan April ketika para pengguna ganja berkumpul di taman dan alun-alun kota untuk merokok ganja secara terbuka.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Musk mengungkapkan bahwa dia tidak sedang mengonsumsi ganja ketika dia menulis tweet tersebut.

“Sepertinya karma yang lebih baik ada di US$ 420 dari pada US$ 419. Tapi saya tidak menghisap ganja, ini harus jelas. Ganja tidak membantu produktivitas. ‘Ada alasan untuk kata ‘stoned’. Anda hanya duduk seperti batu ketika menggunakan ganja,” katanya.

Dia juga mengungkapkan pola hidupnya yang mengerikan, ketika Tesla telah merusak kesehatan mentalnya. Dia harus bekerja 120 jam per minggu dan bekerja keras dalam shift 24 jam.

Ia juga sendiri tetap bekerja di hari ulang tahunnya, tanpa teman dan tidak ada perayaan apapun.

Hal itu menunjukan, bahwa Musk kerap mengorbankan waktu tidurnya karena pekerjaanya yang padat. Sehingga, tidak ada waktu baginya untuk menghisap ganja.

Tweet tersebut menjadi kabar buruk bagi para penggemar ganja. Seorang akun Twitter bernama ‘Self-appointed Pope Of Muskanity menuliskan perasaannya di Twitter.

“Hal paling menyedihkan yang pernah saya dengar di berita hari ini adalah bahwa Elon Musk tidak menggunakan ganja ketika dia men-tweet tentang saham Tesla yang dijual ke publik seharga US$ 420,” kicaunya.

“Berdoalah, ini waktu yang sulit,” tulisnya lagi.

Sementara itu, pengguna twitter bernama Sam Houston menulis di twitter, “Saya dengan senang hati akan membelikan Elon Musk ganja yang lebih baik untuk produktivitasnya,” katanya.

Angka 420 menjadi simbol penggunaan dan apresiasi terhadap ganja. Ada banyak versi dan belum dapat dipastikan mana yang benar.

Namun, versi yang paling banyak beredar tentang sejarah 420 adalah kisah tentang geng remaja penghisap ganja di San Rafael, California pada 1970.

Istilah 420 kemudian digunakan untuk menentukan Hari Ganja Internasional yang diperingati setiap 20 April. Angka 4 pada 420 menjadi acuan untuk menentukan bulan, sementara angka 20 menjadi acuan tanggal. [BA/HBS]

Sumber: metro.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here