Ciri-ciri Orang Mulai Kecanduan Facebook

Jakarta – Demam social media memang tengah melanda dunia, dengan salah satu ikonnya adalah Facebook. Situs pertemanan ini telah menjadi candu dihampir semua kalangan. Lalu bagaimana Anda bisa mengindentifikasi bahwa Anda telah kecanduan Facebook?

Beragam tingkah polah orang dalam menggunakan Facebook telah menarik Universitas Gothenburg di Swedia untuk membuat sebuh penelitian tentang situs social media tersebut. Dalam penelitian ini, para peneliti mengambil polling dari 1000 orang yang berusia 18 tahun hingga 73 tahun di Swedia.

Hasilnya, Facebook dinyatakan telah bikin orang kecanduan. Dalam riset tersebut ditemukan ciri-ciri orang mulai kecanduan Facebook. Seperti misalnya banyak pengguna internet yang buru-buru ingin login ke akun Facebook disaat mereka mulai menghidupkan komputernya.

Perilaku ini dinilai sebagai gejala sebuah ketergantungan. Akibat yang ditimbulkan adalah, para pengguna Facebook menjadi galau™ dan tak bahagia dengan kehidupannya di dunia nyata.

Dari hasil polling itu juga menunjukan 85 persen dari pengguna mengaku mengakses Facebook setiap hari. Dan separuh dari jumlah tadi mengaku langsung Facebook-an begitu mereka membuka web browsernya.

Kegalauan para pengguna Facebook juga terlihat pada sikap mereka yang mengaku khawatir jika dianggap ‘tak dianggap jadi bagian penting’ di jaringan Facebook-nya jika mereka tidak melakukan login. Sedangkan 25 persen mengaku merasa resah jika tidak login secara reguler.

Pengguna Facebook lebih banyak dari kaum wanita. Dan jika dilihat dari strata pendidikannya, pengguna aktif situs pertemanan itu lebih banyak datang dari kalangan berpendidikan rendah serta berpenghasilan pas-pasan.

Namun Facebook tak sepenuhnya dinilai negatif, karena hasil riset itu juga menunjukan bahwa Facebook bisa jadi ajang untuk pencitraan positif dan menjalin relasi bersama teman dan keluarga.

“Facebook tidak selalu menulis yang negatif. Sebagian besar masih menulis soal kegiatan yang positif, atau suasana hati yang sedang merasa baik-baik saja. Cuma 38 persen yang menuliskan kegalauan hatinya,” terang Leif Denti, salah satu peneliti, seperti yang dilansir Daily Mail, Selasa (10/4). [hbs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here