Awas! 5 Risiko Buruk Remaja Keseringan Pakai Smartphone

Awas! 5 Risiko Buruk Remaja Keseringan Pakai Smartphone

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Remaja zaman sekarang sudah tak bisa lepas dari smartphone. Anak zaman now seperti sudah kecanduan pakai smartphone, dimana dan kapanpun mereka berada selalu membuka perangkat ponsel pintarnya. Jika ini dibiarkan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Ada beberapa efek samping dan masalah dari kebiasaan para remaja yang terlalu sering menatap layar ponsel. Dampaknya ada yang bisa langsung terasa, dan ada juga yang baru terlihat setelah dalam jangka waktu cukup lama.

[Baca juga: 10 Smartphone yang Paling Banyak Dicari di Indonesia]

Untuk mengetahuinya lebih jauh, kali ini tim Telset.id akan membahas 5 risiko remaja yang terlalu sering menggunakan smartphone, yang telah kami rangkum dari berbagai sumber berikut ini:

Dimulai dari halaman berikutnya

1. Masalah Gangguan Penglihatan

Masalah pertama yang sering kali ditemui pada remaja yang sering menggunakan smartphone adalah masalah gangguna penglihatan. Masalah ini timbul karena saat menggunakan smartphone, para remaja pasti menatap layar yang memancarkan sinar.

Pancaran cahaya dari layar smartphone inilah yang lambat laun akan membuat para remaja mengalami gangguan penglihatan. Apa lagi, mereka menggunakan smartphone dalam keadaan sekitar gelap dan dengan intensitas cahaya layar yang sangat tinggi.

Memang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar cahaya dari layar ini tidak merusak mata dengan cepat. Namun tetap saja, risiko masalah penglihatan akan tetap mengintai para remaja yang terlau sering menggunakan smartphone.

2. Masalah Kesehatan

Hal umum kedua yang seringkali ditemui oleh para remaja yang terlalu sering menggunakan smartphone adalah masalah gangguan kesehatan. Ada beberapa keluhan umum yang biasanya dirasakan oleh para remaja, yakni merasa kepala pusing.

Penyebab umum dari gejala ini adalah kurangnya waktu istirahat pada malam hari. Hal ini dikarenakan para remaja terlalu asyik menggunakan smartphone, hingga akhirnya kurang tidur.

Selain itu, permasalahan kesehatan lain yang lebih berat lagi, seperti tulang bungkuk pun mengintai para remaja. Penyebabnya, karena saat menggunakan smartphone, mereka cenderung untuk membungkukkan badan untuk melihat layar.

3. Mengurangi Daya Tangkap Otak

Dampak negatif lainnya bagi remaja yang terlalu sering menggunakan smartphone adalah dapat mengurangi daya tangkap otak. Namun, apa hubungannya antara smartphone dengan kepintaran?

Menurut penelitian, para remaja zaman sekarang lebih memilih untuk mencari semua informasi atau pelajaran internet. Namun, alih-alih dihapalkan, para remaja malah lebih sering melupakannya. Alasannya simpel, tinggal cari lagi saja di Google.

Jika hal itu dilakukan terus menerus, maka akan membuat daya nalar remaja semakin menurun. Bahkan penelitian terbaru mengatakan bahwa pelajar yang menggunakan laptop atau smartphone di kelas, akan lebih lambat menangkap penjelasan guru.

4. Menyebabkan Kecanduan

Efek samping yang cukup berbahaya lainnya dari terlalu seringnya remaja menggunakan smartphone adalah mengakibatkan kecanduan. Hal ini tentunya bukan hal yang baik bagi para remaja. Mengapa?

Ya, karena para remaja akan tak bisa lepas dari ponselnya dan secara terus-menerus melihat layar smartphone mereka. Kebiasaan ini sangat mengganggu dan berbahaya, terutama saat mereka membawa kendaraan, bisa mengakibatkan kecelakaan.

Selain itu, dengan konstannya remaja mengecek smartphone, maka interaksi sosial akan terganggu. Para remaja seperti tidak perduli dengan sekelilingnya, karena asyik dengan dunianya sendiri. Akibatnya, mereka seperti lebih mementingkan smartphone mereka, ketimbang berbicara dengan orang lain di sekitarnya.

5. Gangguan Kesehatan Mental

Hal negatif terakhir dan paling mengerikan yang bisa terjadi pada remaja yang terlalu lama menggunakan smartphone adalah gangguan kesehatan mental. Depresi dan stress pastinya akan selalu mengintai mereka.

Depresi terjadi karena para remaja pastinya akan selalu mengharapkan adanya balasan chat atau notifikasi like di media sosial. Jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan, akan memicu terjadinya depresi karena merasa seperti tidak diperhatikan temannya.

Sedangkan rasa stress dapat dirasakan oleh para remaja saat mereka menjadi korban bully di internet. Dampaknya akan sangat fatal, karena tingkat stress yang dialami oleh remaja sangat tinggi.

So, sebaiknya sudah waktunya kita lebih mengawasi anak-anak kita dengan memberikan pengertian pada mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan smartphone. Berikan batasan waktu untuk memakai smartphone, agar dampak buruk seperti yang sudah kita ulas di atas tidak menimpa anak Anda. [NC/HBS]