telset

Ada “Electric Blue” di Atas Kutub, Seperti Apa?

Telset.id, Jakarta – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA telah menangkap kejadian langka, berupa awan biru misterius yang terbentuk pada ketinggian di atmosfer Bumi. Dilaporkan, letak awan bernama “Electric Blue” ini berada 50 mil di atas kutub.

Electric Blue disebut juga sebagai noctilucent cloud atau polar mesospheric cloud yang terbentuk dari kristal es dan potongan-potongan kecil meteorit. Awan tersebut tampak seperti gelombang laut di pantai dengan adanya efek warna biru pada awan yang disebabkan oleh ozon yang berada di jalur sinar matahari yang meneranginya.

Kejadian langka ini diabadikan NASA menggunakan balon udara yang diterbangkan oleh para ilmuwan dari Esrange, Swedia sebelum melintasi Arktik ke Barat Nunavut di Kanada.

Baca Juga: Jadi Sejarah, NASA Sukses Luncurkan Roket InSight ke Mars

Dilansir dari Metro, Jumat (28/09/2018), balon udara NASA yang dilengkapi dengan kamera yang mampu menangkap enam juta gambar beresolusi tinggi. Sehingga, peristiwa gemerlap awan biru yang terlihat tepat setelah matahari terbenam di wilayah kutub selama musim panas pun dapat diabadikan dengan sempurna.

“Dari apa yang telah kami lihat sejauh ini, kami berharap memiliki kumpulan data yang benar-benar spektakuler dari misi ini,” kata salah satu peneliti utama dalam misi tersebut, Dave Fritts.

Dikatakannya, kamera yang dipasang di balon udara kemungkinan dapat menangkap beberapa momen yang sangat menarik dan diharapkan akan memberikan wawasan baru. Saat ini, para peneliti sedang memeriksa gambar dan data dari gambar Electric Blue.

Baca Juga: Kualitas Deepfakes Ditingkatkan, Video Hoax jadi Sulit Dikenali?

Para peneliti berharap, penemuan mereka dapat membantu membuat ramalan cuaca lebih akurat di masa mendatang. Penemuan ini juga akan menjelaskan proses “aneh”, yakni adanya gelombang gravitasi atmosfer yang terjadi ketika udara didorong ke luar atmosfer.

“Ini adalah pertama kalinya kami dapat memvisualisasikan aliran energi dari gelombang gravitasi yang lebih besar ke ketidakstabilan aliran yang lebih kecil dan turbulensi di atas atmosfer,” jelas Fritts. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0