Telset.id, Jakarta – Tahun ini menandai 43 tahun sudah sejak kamera digital pertama kali ditemukan, sekaligus masa-masa di mana kamera analog mulai dilupakan.
Tapi, ada yang menarik dengan semakin majunya teknologi—tidak sedikit dari kita merasa rindu dengan segala sesuatu yang manual, orisinil dan analog.
2018 ini bisa dikatakan, semakin banyak orang memutuskan untuk kembali ke perangkat kamera analog untuk mengabadikan momen-momen berharga. Kira-kira, apa alasannya?
1. Sempurna
![]()
Momen-momen yang tertangkap di hasil jepretan kamera analog bisa dibilang lebih banyak yang meleset dibandingkan yang sempurna. Anda pasti punya koleksi foto yang blur, terpotong, atau bahkan tidak sesuai dengan momen yang diharapkan terekam ke dalam gambar. Tapi, justru di sanalah letak orisinalitas-nya. Meski tak sempurna, terkadang hasil jepretan yang memenuhi album foto masa lalu justru menyiratkan cerita yang membangkitkan kenangan.
2. Feel

Rasa ‘klasik’ dan efek nostalgia yang kuat menjadi alasan para pencinta fotografi kembali ke kamera analog. Faktor ini tidak bisa diperoleh dengan menggunakan kamera digital, tentunya.
3. Tantangan
![]()
Kalau Anda bisa memotret satu obyek dengan berkali-kali menekan shutter kemudian memilih hasil jepretan terbaik, tidak demikian dengan kamera analog. Anda harus banyak mempertimbangkan sebelum benar-benar menekan tombol shutter. Itulah sebabnya, mempelajari penggunaan kamera analog sesungguhnya lebih rumit dibandingkan menggunakan kamera digital jenis point-and-shoot.
4. Cuci-cetak
Menanti-nanti hasil cuci cetak pun menjadi kenikmatan tersendiri dan hanya dengan menggunakan kamera analog, Anda bisa benar-benar merasakannya. Ada perasaan yang tidak bisa digambarkan ketika hasil foto sesuai ekspektasi. Begitu pula ketika hasil foto tidak sesuai ekspektasi.
5. Estetika
Hasil-hasil foto dari kamera analog terkadang memiliki faktor yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Contohnya, efek gambar tumpang tindih yang dihasilkan dari ketidaksengajaan justru bisa menghasilkan foto yang unik. Terkadang, goresan cahaya yang tertangkap di lensa juga bisa menjadi nilai lebih dari hasil jepretannya.
6. Aroma
Ada aroma khas dari cairan kimia yang digunakan untuk mencuci dan mencetak film negatif. Anda yang tidak asing dengan penggunaan kamera analog sejak berpuluh tahun lalu pasti paham dengan aroma khas yang memberikan efek nostalgia. Selain itu, mempelajari cara mencuci dan mencetak film negatif juga bisa menjadi hal yang menyegarkan di tengah gempuran teknologi digital saat ini.
7. Tidak Perlu Listrik

Namanya saja sudah analog. Sudah pasti Anda tidak perlu repot dengan kabel panjang dan bolak balik mengisi ulang baterai sebelum menggunakan.
Bagaimana, apakah Anda berminat untuk kembali ke kamera analog? [WIN/HBS]




