Telset.id, Jakarta – Layar menjadi salah satu komponen penting yang diperhatikan konsumen saat mereka akan membeli sebuah smartphone. Hal itu wajar, karena layar smartphone merupakan bagian yang paling sering dilihat oleh para penggunanya.
Banyak pabrikan ponsel kini berlomba-lomba untuk memilih atau membuat layar yang tepat bagi perangkat mereka. Biasanya, semakin canggih ponsel, maka semakin canggih pula jenis layar yang digunakan oleh perangkat tersebut.
Saat ini ada beberapa jenis layar yang sering digunakan oleh para pabrikan ponsel. Oleh sebab itu, dengan mengetahui perbedaan, kelebihan dan juga kekurangan dari jenis layar, maka nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan saat Anda ingin membeli smartphone baru.
[Baca juga: Catat! 22 Desember iPhone X Masuk Indonesia]
Setiap jenis layar, pasti memiliki kelebihan masing-masing, tergantung teknologi yang digunakan. Kelebihan layar yang paling utama tentu saja terletak pada katajaman, kecerahan, dan seberapa besar daya yang tersedot.
Nah, pada kesempatan kali ini, tim Telset.id akan membahas beberapa jenis layar yang populer dipakai oleh para vendor ponsel. Silahkan simak ulasannya berikut ini:
Dimulai dari halaman berikutnya
Panel IPS-LCD

IPS-LCD merupakan singkatan dari In-Place Switching – Liquid-crystal Display. Panel ini merupakan salah satu panel yang paling populer dipakai beberapa vendor, baik di smartphone kelas low-end hingga mid-end.
Keunggulan utama dari jenis layar ini adalah penggunaan dayanya yang cukup irit. Selain itu, IPS juga menawarkan sudut pandang layar yang cukup baik jika dibandingkan dengan jenis layar pendahulunya.
Ditambah lagi, jenis layar IPS juga memiliki tingkat pencahayaan yang cukup baik. Terlebih lagi, saat di lingkungan cahaya yang cukup gelap, layar IPS akan memiliki pencahayaan cukup baik.
Selain itu, keunggulan lain yang ditawarkan oleh panel IPS adalah harganya yang lebih murah, karena sudah banyak produsen layar yang memproduksi jenis panel layar tersebut.
[Baca juga: Duh! Siri “Bikin Hoax” Sebut John Travolta Meninggal]
Namun kekurangan dari panel IPS adalah kurangnya daya penglihatan pengguna saat terpapar cahaya matahari secara langsung. Meski sudah diatur pencahayaan hingga maksimal terkadang layar masih sulit untuk dilihat.
Ada juga masalah pada emisi cahaya pada panel IPS. Hal ini dikarenakan jenis layar tersebut masih akan mengemulsi cahaya, walaupun gambar yang ditampilkan memiliki warna hitam pekat.
Untuk pemakaian, sebagian besar vendor smartphone di seluruh dunia masih menggunakan panel layar IPS LCD.
Selanjutnya: Panel OLED
Panel OLED
![]()
OLED merupakan singkatan dari Organic Light Emitting Diode. Teknologi ini merupakan teknologi yang tergolong baru di bidang layar, terutama untuk layar smartphone.
Di teknologi OLED ini, lapisan dari layar memiliki bahan dasar organik. Hal ini memungkinkan sumber cahaya semakin dekat dengan layar, yang membuat jarak antara kaca dengan tampilan layar semakin tipis.
Kelebihan dari layar OLED jika dibandingkan dengan panel LCD adalah reproduksi warna yang jauh lebih baik. Selain itu, OLED juga memiliki respon yang sangat cepat, sudut pandang yang lebih lebar, dan lebih ringan.
Selain itu, OLED juga memiliki konsumsi daya yang jauh lebih rendah. Oleh karena itu, layar OLED banyak digunakan bagi smartphone yang memiliki prosesor kelas atas, namun tetap ingin memangkas ukuran dari baterai. Smartphone LG dan Google Pixel menggunakan jenis layar ini.
Selanjutnya: Super AMOLED
Super AMOLED

Super AMOLED (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) sebenarnya merupakan sebuah teknologi layar yang memiliki dasar teknologi layar OLED. Keduanya memiliki karakteristik yang sama, yakni hemat daya, memiliki kontras yang baik, dan lainnya.
Namun, jenis layar yang dikembangkan khusus oleh Samsung ini memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan layar OLED. Salah satunya adalah memiliki refresh rate yang lebih tinggi, sehingga animasi di layar terlihat lebih mulus.
Selain itu, jika sebuah gambar memiliki warna tampilan hitam, maka warna hitam di smartphone yang memiliki layar Super AMOLED akan nampak lebih pekat. Hal ini membuat warna lain terlihat lebih menyolok.
Keunggulan lainnya adalah penggunaan daya dari layar ini sangat rendah. Terlebih lagi, pada saat pengguna memasang wallpaper yang didominasi warna hitam, maka daya tahan baterainya akan lebih awet dibandingkan dengan yang memasang wallpaper penuh warna.
Belum lagi, para pengguna smartphone berlayar Super AMOLED tidak perlu khawatir tidak bisa melihat layar saat berada di luar ruangan. Hal ini dikarenakan jenis layar ini memiliki kecerahan layar yang sangat baik, meski dilihat di bawah terik matahari.
Dari ketiga jenis layar di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa layar Super AMOLED merupakan jenis layar paling banyak memiliki keunggulan. Jenis layar ini memiliki hasil warna yang sangat detil, memiliki pencahayaan yang lebih baik, dan konsumsi daya yang sangat rendah.
Layar jenis Super AMOLED dapat kita lihat pada beberapa smartphone flagship buatan Samsung, seperti seri Galaxy S6, S7, dan S8, serta pada seri Galaxy Note 8.
Menariknya, Samsung kini sudah mulai menyematkan layar jenis Super AMOLED di smartphone mid-end, salah satunya adalah Samsung Galaxy J7+. Dengan begitu, pengguna kini bisa mendapatkan pengalaman layar premium, tapi dengan harga yang lebih terjangkau di Galaxy J7+. [NC/HBS]




