πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi peningkatan ambang batas syarat monetisasi YouTube Partner Program

YouTube Gandakan Syarat Monetisasi YPP, Berlaku Februari 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • YouTube menggandakan syarat masuk YPP: 8.000 jam tayang untuk long-form dan 20 juta views Shorts dalam 20 hari
  • Kanal Shorts wajib mempertahankan minimal 10 juta views per 90 hari untuk revenue sharing
  • Revenue sharing dijeda jika kanal di bawah ambang batas, namun bisa kembali otomatis
  • YouTube berikan insentif bonus untuk brand deals dan fitur shopping
  • YouTube Premium Lite akan diperluas ke semua negara dengan layanan Premium
  • Pembagian pendapatan Premium: 55% untuk long-form, 45% untuk Shorts
  • Views pelanggan Premium bernilai lebih tinggi daripada views iklan
  • Kreator wajib menandatangani ketentuan baru pada 1 Februari 2026

Telset.id – YouTube secara resmi menggandakan ambang batas syarat monetisasi untuk kreator yang ingin bergabung dengan YouTube Partner Program (YPP). Perubahan ini menuntut calon kreator untuk mencapai dua kali lipat metrik dari ketentuan sebelumnya, sebuah langkah yang secara langsung memengaruhi peluang pendapatan bagi para konten kreator.

Kebijakan baru ini hanya berlaku bagi kreator yang belum tergabung dalam YPP. Bagi mereka yang sudah menjadi anggota, status keanggotaan dan akses monetisasi tidak akan terpengaruh oleh perubahan ini. Namun, bagi yang ingin bergabung, tantangannya kini jauh lebih besar, terutama bagi mereka yang fokus pada konten video pendek atau Shorts.

Untuk konten video berdurasi panjang (long-form), calon kreator kini harus mengumpulkan 8.000 jam tayang, meningkat dari sebelumnya 4.000 jam. Sementara itu, untuk kreator yang ingin bergabung melalui Shorts, mereka harus meraih 20 juta views dalam 20 hari, dua kali lipat dari ambang batas sebelumnya yang hanya 10 juta views.

The increased thresholds that YPP applicants have to meet

Aturan Baru Revenue Sharing untuk Kanal Shorts

Selain menaikkan syarat masuk, YouTube juga memberlakukan ketentuan baru yang lebih ketat terkait pembagian pendapatan untuk kanal Shorts. Kanal yang ingin menjalankan iklan dan berpartisipasi dalam revenue sharing kini diwajibkan memiliki minimal 10 juta views dari Shorts dalam periode 90 hari.

Jika sebuah kanal gagal mempertahankan angka tersebut dan turun di bawah batas minimum, maka revenue sharing akan dijeda sementara. Meski demikian, kanal tersebut masih dapat memperoleh pendapatan dari konten video berdurasi panjang. YouTube menyatakan bahwa iklan dan revenue sharing akan otomatis aktif kembali begitu kanal tersebut berhasil melampaui 10 juta views dalam 90 hari.

Untuk membantu kanal yang berada di bawah ambang batas tersebut, YouTube akan menawarkan sejumlah insentif. Insentif ini mencakup bonus untuk pengamanan kerja sama dengan merek (brand deals) dan juga bonus untuk menandai lebih banyak item untuk fitur shopping. Langkah ini merupakan upaya YouTube untuk mendorong kreator agar kembali mencapai ambang batas yang ditetapkan.

Ekspansi YouTube Premium Lite dan Skema Pembagian Pendapatan

Di tengah kebijakan yang lebih ketat ini, YouTube memproyeksikan akan membayar lebih banyak kepada kreator tahun depan dibandingkan tahun ini. Salah satu pendorongnya adalah ekspansi YouTube Premium Lite ke semua negara yang saat ini memiliki layanan Premium. Layanan Lite ini menawarkan pengalaman bebas iklan dengan opsi mengunduh video untuk ditonton secara offline untuk sebagian besar video, tidak termasuk Shorts dan video musik.

Pendapatan dari langganan premium ini dikumpulkan dalam satu kumpulan dana (pool). Sebanyak 30% dari pendapatan Premium dan 60% dari pendapatan Premium Lite dialokasikan ke dalam pool tersebut. Sisa dana digunakan untuk membiayai operasional YouTube serta membayar mitra musik.

How YouTube Premium revenue sharing works

Dana dari pool tersebut kemudian didistribusikan kepada kreator berdasarkan waktu tonton dan views dari anggota Premium, dengan pembagian 55% untuk video berdurasi panjang dan 45% untuk video pendek. YouTube juga mengungkapkan bahwa views dari pelanggan Premium bernilai lebih tinggi dibandingkan views dari iklan. Dalam pernyataannya, YouTube menyebut bahwa ketika pengguna mendaftar Premium, mitra kreator rata-rata memperoleh pendapatan lebih banyak dibandingkan saat pengguna menonton iklan.

Bagi para kreator, ada sejumlah persyaratan tambahan yang perlu dipelajari. Detail lebih lanjut mengenai perubahan ini telah dijelaskan dalam video di bawah ini.

Kreator Wajib Menyetujui Ketentuan Baru

Kreator yang ingin tetap menjadi bagian dari program monetisasi wajib meninjau dan menandatangani ketentuan baru ini pada 1 Februari tahun depan. Hal ini menjadi langkah krusial untuk memastikan kelangsungan pendapatan mereka di platform. Dengan berbagai perubahan ini, YouTube menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi pada ekosistem kreator, meskipun dengan standar yang jauh lebih selektif.

Perubahan ini menandai era baru dalam program kemitraan YouTube, di mana kualitas dan konsistensi konten menjadi faktor yang semakin menentukan. Kreator yang ingin bergabung atau mempertahankan statusnya harus siap dengan tantangan yang lebih besar untuk meraih peluang monetisasi di platform berbagi video terbesar di dunia ini.

Bagi kreator yang terdampak, penting untuk memahami secara rinci setiap ketentuan baru ini agar dapat menyesuaikan strategi konten. Perubahan syarat monetisasi ini juga berpotensi mengubah lanskap persaingan di platform, di mana hanya kreator dengan performa tertinggi yang mampu bertahan. Selain itu, YouTube juga terus memperketat aturan konten untuk menjaga kualitas ekosistemnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.