telset

YLKI: Masih Banyak Produk Ilegal di Jual Bebas

Jakarta – Pihak kepolisian dianggap masih belum bisa menangani kasus peredaran barang elektronik ilegal di Indonesia. Karena sampai saat ini masih banyak perangkat telekomunikasi dan elektronik ilegal beredar di pasaran secara terang-terangan dan dalam skala besar, tapi tidak ditindak oleh pihak kepolisian.

Mencuatnya kasus penangkapan dua penjual iPad ilegal, Randy Lester Lamu dan Dian Yudha yang kasusnya saat ini tengah disidangkan, justru memperlihatkan  bagaimana pihak kepolisian tidak serius dalam menindak tegas kejahatan yang  melanggar Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen.

Masih banyak perangkat telekomunikasi dan elektronik ilegal beredar di pasaran secara terang-terangan dan dalam skala besar. Sayangnya, kepolisian belum menindak tegas kejahatan kasat mata tersebut, tegas Pengurus Harian Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Sudaryatmo saat dihubungi telsetnews, Selasa (5/7).

Menurutnya, jika polisi serius, ada banyak produk telekomunikasi dan elektronik dijual bebas dalam jumlah lebih besar yang tidak memiliki manual. Hal itu dapat dibuktikan di berbagai sentra perbelanjaan elektronik di Jakarta. Coba aja cek di Roxy,” ujar Sudaryatmo.

Ia mengungkapkan, kita dapat dengan mudah menjumpai beragam barang elektronik dan telekomunikasi ilegal yang di jual bebas diberbagai sentra perbelanjaan elektronik dan telekomunikasi di Jakarta.

Barang-barang itu, ungkapnya, diperdagangkan secara bebas, padahal belum mengantongi sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan belum memiliki buku manual berbahasa Indonesia.

Masih belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian. Harusnya polisi mendahulukan operasi pembersihan dan proses hukum produk ilegal yang dijual bebas dalam skala besar itu, dari pada hanya mengurusi kasus iPad yang jumlahnya  tidak seberapa, ketus Sudaryatmo.

Seperti diketahui, saat ini sedang ramai dibicarakan soal kasus dua pedagang iPad ilegal, Rendy dan Dian yang kasusnya saat ini tengah di sidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam kasus tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 32 Ayat (1) jo Pasal 8 Ayat (1) huruf J UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 52 jo Pasal 32 Ayat (1) UU No.36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. [hbs]

{jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0