XL: Operator Tak Bisa Blokir Nomor Sebelum Ada Pengaduan

Jakarta – Merasa dipojokan™ dengan beberapa kasus penipuan melalui SMS yang menyedot pulsa pelanggan, operator telekomunikasi XL menyatakan pihaknya tak bisa menindak pelaku penipuan sebelum ada pengaduan pelanggan.

Sesuai dengan peraturan dan UU yang berlaku, kami sebagai operator tak bisa langsung memblokir nomor yang disinyalir melakukan tindakan penipuan, sebelum ada pengaduan dari pelanggan, ujar Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL di Jakarta, Selasa (4/10).

Menurutnya, untuk melindungi pelanggannya, XL telah menerapkan teknologi SMS Gateway. “Dengan system ini, selama pengguna tidak mendaftar layanan konten, maka mereka tidak akan dikirimi SMS oleh XL,” jelasnya.

Ira mengklaim, dengan system SMS Gateway, kemungkinan untuk di fraud atau hack di sangat kecil. “Teknologi ini dapat mencegah CP mengirimkan SMS ke pengguna tanpa sepengetahuan XL. Jadi hampir tidak mungkin sistem ini terkena hack,” ucap Ira dengan yakin.

Ia pun menolak jika dikatakan XL tak berbuat apa-apa untuk melindungi pelanggannya.Sebenarnya sudah banyak yang kami lakukan melindungi pelanggan dari kasus penipuan lewat SMS ini. Misalnya kami selalu memberitahukan cara unreg ke pelanggan saat mendaftar suatu layanan konten,” katanya.

Namun Ira mengakui dan tak menutup mata kalau samapai saat ini masih ada kasus penipuan yang dialami pelanggan. “Kami sangat berharap pelanggan bisa ikut berperan aktif  dengan melaporkan kasus-kasus kepada pihaknya, agar kami bisa menindaklanjuti kasusnya,” tukas Ira.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewa Broto saat dihubungi Telsetnews mengatakan, operator harusnya lebih proaktif memblokir nomor-nomor yang dicurigai melakukan penipuan ke pelanggan.

Operator harusnya jangan melempar tanggungjawab dengan berlindung dibalik alasan tak bisa mengetahu isi konten SMS. Kalau memang ada konten SMS bermasalah, seharusnya langsung diblokir saja nomornya, tegas Gatot.

Gatot mengungkapkan, Kominfo saat ini tengah membuat rancangan peraturan menteri yang khusus untuk mengatasi kriminalitas layanan telekomunikasi. Kami harapkan dengan adanya PM itu, akan bisa mengatasi kasus-kasus penipuan lewat SMS, terangnya. [hbs]{jcomments on}

Previous articleIndosat Siapkan USD 5 Juta Kembangkan Mobile Advertising
Next articleNikon V1, Kamera dengan Sensor CX Format Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here