XL Kantongi Pendapatan Usaha Rp 9,1 Triliun

Jakarta –  Mengakhiri tahun kerja di semester pertama 2011, PT XL Axiata Tbk (XL) melaporkan pendapatan usahanya meningkat sebesar 8 persen (YoY) menjadi Rp 9,1 triliun. Kenaikan tersebut berkat pertumbuhan pendapatan layanan data sebesar 47 persen, dan normalisasi laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun atau naik 18 persen (YoY).

Sementara itu, XL berhasil mencatat EBITDA sebesar Rp 4,8 triliun atau terjadi kenaikan 7 persen (YoY) dan EBITDA margin stabil di level 52 persen pada akhir Juni 2011. Jumlah pelanggan XL juga terjadi kenaikan sebesar 10 persen (YoY), yakni dari 35,2 juta di Juni 2010 menjadi 38,9 juta di Juni 2011.

Peningkatan pendapatan kami terutama diperoleh dari pendapatan layanan data, yang meningkat sebesar 47% YoY dan memberikan kontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan pemakaian pelanggan kami, kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dalam keterangan tertulisnya yang diterima telsetnews di Jakarta, Jumat (29/7).

Hasnul mengungkapkan, XL melihat adanya potensi besar di bisnis layanan data terkait perubahan perilaku pelanggan dari penggunaan layanan tradisional (layanan percakapan dan SMS) menuju layanan data. Di masa mendatang, kami akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis layanan data dengan cara memperkuat departemen kami secara keseluruhanm, jelasnya.

Lebih jauh dipaparkannya, selama 12 bulan terakhir, XL telah menambah BTS sebanyak 4.084 BTS (2G/3G) di seluruh Indonesia, dimana 1.220 merupakan 3G BTS ( 3G BTS meningkat sebesar 53% dari 2.301 BTS Jun™10 menjadi 3.521 BTS Jun™11). Total BTS (2G/3G) kami pada akhir Jun™11 berjumlah 24.971 BTS, papar Hasnul.

XL juga telah memutuskan untuk mempercepat penambahan infrastruktur jaringan untuk layanan data dengan pertimbangan semakin meningkatnya pengguna ponsel 3G di pasar dan juga trafik 3G yang dihasilkan. Belanja modal tunai kami akan mencapai sekitar Rp 6 triliun dimana lebih dari separuhnya akan dialokasikan untuk layanan data, pungkasnya.

Seperti diketahui, pada kuartal dua lalu, XL mencairkan fasilitas pinjaman dalam rupiah sebesar Rp 500 miliar serta fasilitas pinjaman USD yang baru diterima di bulan Juni 2011 sebesar USD 59 juta.

Selain itu, selama semester I, XL melakukan pembayaran pinjaman dipercepat sebesar Rp 900 miliar dan juga pembayaran pinjaman yang sudah jatuh tempo sebesar USD 24,1 juta menggunakan arus kas internal. Sehingga saldo pinjaman menurun dari Rp 11,4 triliun di Juni 2010 menjadi Rp 9,9 triliun di Juni 2011 dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 1,0x. [hbs]{jcomments on}

Previous articleTelkomsel Beri Bonus Data 10 MB Selama Ramadhan
Next articleMSI GE520DX, Notebook Gaming Teranyar dari MSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here