telset

XL Batalkan Rencana Penjualan 8000 Menara

Purwakarta – Walaupun 8.000 menara yang dimiliki XL Axiata saat ini masih dalam posisi available untuk dijual, namun pihak XL memastikan untuk tidak melanjutkan rencana penjualan 8000 menaranya tersebut tahun ini.

Gelontoran belanja modal (Capex) sebesar Rp7-8 triliun yang diperoleh XL menyebabkan anak perusahaan Axiata Group Malaysia ini menyatakan belum terlalu membutuhkan dana segar.

Perusahaan sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana penjualan 8000 menara. Capex Rp 7-8 triliun yang kita dapatkan sudah cukup, kata Chief Operating Officer XL, Willem Lucas Timmermans kepada Telsetnews di sela peresmian BTS, di Purwakarta, Rabu (11/4) kemarin.

Willem mengungkapkan, dari alokasi belanja modal sebesar Rp 7-8 triliun tersebut, 60 persennya akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jaringan dan layanan data.

Sebenarnya kami (XL) sudah coba menawarkan kebeberapa perusahaan yang berminat untuk membeli, tapi hingga saat harganya belum ada yang sesuai penawaran, jelasnya. Oleh sebab itu kita batalkan saja rencana penjualan menara tersebut, tambah Willem.

Ia menyebutkan saat ini XL lebih memilih fokus untuk menggelar pembangunan jaringan dengan cara tower sharing, karena menurutnya dengan sistem menara bersama akan jauh lebih hemat dan mudah pemeliharaannya.

Untuk membangun satu BTS itu bisa menelan biaya hingga Rp 1 miliar. Tapi dengan sistem menara bersama kita bisa lebih menekan biaya tersebut, imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, penjualan menara belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Karena hingga  tahun ini belum ada pembeli yang cocok, sehingga sampai sekarang belum ada yang dijual.

“Saat ini masih dalam proses penjajakan. Kami tidak buru-buru. Bisa santai sesuai dengan kebutuhan,” terang Hasnul saat berbincang dengan sejumlah media di Axiata Center, Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu.

Ia juga mengungkapkan, sebenarnya sudah ada tiga perusahaan yang berminat dan melakukan penawaran untuk membeli menara XL tersebut, namun harganya belum ada yang cocok. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Tower Bersama Infrastructure, PT Solusi Tunas Pratama dan PT Sarana Menara Nusantara.

Rencana penjualan menara ini sendiri disebutkan bukan saja untuk menekan biaya dan memperbaiki arus keluarnya uang, tetapi juga untuk memperbaiki proses pemeliharaan. Diperkirakan nilai aset 8000 menara XL ini mencapai Rp 14-15 triliun.[hbs]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0