XL Axiata dan AXIS Sudah Sepakati Akuisisi?

Kantor AXIS Telekom Indonesia
Kantor AXIS Telekom Indonesia

Jakarta – Walaupun rumor tentang rencana Axiata Group Berhad akan mengakusisi Axis Telekom Indonesia telah dibantah pihak Axis, namun menurut sumber yang mengikuti proses tersebut mengatakan pihak Saudi Telecom Company (STC) telah menyepakati proses akuisisi Axis oleh Axiata Group.

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa Axiata Group yang adalah merupakan induk perusahaan dari operator seluler XL Axiata sudah setuju untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia, dan hanya menunggu persetujuan dari pihak STC selaku induk perusahaan Axis.

Menurut sumber tersebut, kesepakatan akuisisi sudah dilakukan kedua perusahaan, hanya belum diumumkan secara resmi. Jika benar informasi yang didapat sebelumnya, Axiata mengajukan skema akuisisi dengan menawarkan 17% hingga 19% saham Axiata Group Berhad, untuk kemudian ditukar guling dengan kepemilikan saham Axis.

Rumor ini sempat dibantah oleh Head of Corporate Communications Axis, Anita Avianty saat coba dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Menurut Anita, kabar akuisisi masih sebatas rumor di media.

“Kami masih belum bisa memberikan komentar, karena ini masih sebatas rumor di media. Dan kami juga belum ada informasi dari pihak stakeholder tentang adanya rencana akuisisi,” katanya saat dikonfirmasi telsetNews via ponsel.

Ia memastikan, pihak Axis tidak terpengaruh dengan kabar akuisisi yang berkembang di media, dan hingga kini di Axis tidak ada yang berubah. “Semua masih business as usual,” ujar Anita.

Namun dari informasi yang didapat, kenyataan di internal Axis justru menunjukkan ‘tanda-tanda’ sebaliknya. Menurut sumber di internal operator yang dikenal dengan jargon “GSM yang Baik” itu, pekerjaan mereka sudah berkurang jauh dari biasanya.

“Sekarang kerjaan sudah berkurang 90% dari biasanya. Budget Axis juga sudah di hold, terutama budget untuk event,” kata sumber tersebut.

Yang menarik, menurut si sumber, sekarang beredar kabar bahwa pihak distributor XL telah mendapat arahan untuk mencari tim sales buat Axis.

Hingga kini memang belum ada pengumuman resmi dari pihak perusahaan tentang kejelasan kabar akuisisi tersebut. Kabarnya perusahaan akan menawarkan opsi pensiun dini kepada para karyawan.

CEO Axis, Erik Aas disebutkan telah mengirimkan email kepada karyawannya untuk meminta jangan terlalu resah, karena kalau ‘ada apa-apa’ (Axis diakusisi XL), dia (Erik) menjamin masa depan karyawannya.

Surat elektronik Erik kepada karyawannya ini sepertinya menjadi sinyal bahwa proses akuisisi itu memang ada, dan tinggal menunggu waktu saja untuk diumumkan secara resmi.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk, mengatakan bahwa kemungkinan konsolidasi itu memang ada. Dia mengatakan, pihaknya sangat terbuka untuk apapun opportunity yang ada, namun hingga kini belum ada action apapun dari XL.

“Nanti kita akan infokan semua, karena bagaimanapun kita adalah public listed company. Namun saat ini masih banyak hal yang sedang dikaji, bukan hanya soal strategi perusahaan, tapi juga nilai dan posisi perusahaan tersebut,” ujar Turina kepada telsetNews, Kamis (30/5).

Project Avelon

Seperti telah diberitakan sebelumnya bahwa jika penawaran akusisi tersebut disetujui pihak STC, maka rencana penggabungan dua perusahaan itu (XL dan Axis) nantinya akan mereka namakan Avelon.

“Project Avelon” ini merupakan bagian dari rencana besar Axiata untuk melakukan ekspansi frekuensi 3G di Indonesia, yang nantinya akan dilanjutkan pengembangan ke teknologi generasi terbaru, 4G LTE.

Seperti diketahui, di Indonesia Axiata melalui anak usahanya XL Axiata beberapa waktu lalu telah mendapat tambahan satu blok 3G di frekuensi 2,1 GHz.

Dari hasil penataan ulang blok 3G di frekuensi 2,1 GHz yang diumumkan Kementerian Kominfo, XL yang sebelumnya menempati blok 9 dan 10 akan mendapat tambahan di blok 8 yang sebelumnya ditempati Indosat. Selanjutnya, XL akan menguasai tiga blok yang berurutan, yakni di blok 8, 9, dan 10, tepat di sisi Axis yang menempati blok 11 dan 12.

Dan dengan mengakuisisi Axis, maka bisa saja ini merupakan salah satu strategi perusahaan telekomunikasi terbesar di Malaysia itu untuk untuk menguasai blok 8,9,10,11, dan 12.

Namun rencana akuisisi Axis oleh Axiata sebenarnya bukan tanpa kendala. Karena rencana tersebut bisa terganjal oleh UU No 5 tahun 1999 pasal 26, tentang Persaingan Usaha.

Dalam pasal 26 menyebutkan, pihak yang terafiliasi tidak boleh melakukan usaha secara bersama-sama di suatu bidang yang sama. Dan tidak berstatus sebagai perusahaan yang dikuasai oleh perusahaan lainnya yang memiliki ruang lingkup pekerjaan/ bidang usaha yang sama.

Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan Axiata bila ingin menguasai Axis adalah dengan cara merger. Dan sepertinya kemungkinan langkah inilah yang akan diambil Axiata. Karena sesuai informasi yang didapat, Axiata memang telah menyiapkan rencana ke arah merger lewat project bernama ‘Avelon’.[HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0