Sebuah gambar udara yang menunjukkan beberapa unit turbin gas alam portabel berwarna putih yang ditempatkan di area terbuka di Memphis, Tennessee, untuk memasok listrik ke pusat data xAI Colossus 2.

xAI Didemo NAACP karena Turbin Gas Ilegal di Data Center

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • xAI (SpacexAI) menghadapi gugatan NAACP karena mengoperasikan 59 turbin gas alam portabel tanpa izin di pusat data Colossus 2
  • Turbin tersebut menghasilkan emisi nitrogen oksida, karbon monoksida, dan formaldehida yang sangat tinggi, melebihi ambang batas Clean Air Act
  • Komunitas sekitar yang mayoritas penduduk kulit hitam terdampak langsung dengan peningkatan risiko kesehatan akibat polusi udara
  • xAI mengklaim turbin bersifat sementara dan dikecualikan dari perizinan, meskipun EPA telah menghapus pengecualian tersebut
  • SpaceXAI memberikan diskon Starlink 50% sebagai respons, namun dikritik sebagai aksi PR semata

Telset.id – Pusat data AI milik Elon Musk, Colossus 2, menjadi sorotan setelah dilaporkan beroperasi dengan puluhan turbin gas alam portabel tanpa izin. Praktik ini memicu gugatan hukum dari NAACP karena emisi polusi yang dihasilkan disebut membahayakan kesehatan komunitas sekitar yang mayoritas merupakan warga kulit hitam.

Menurut laporan Reuters, xAI (kini bernama SpaceXAI setelah merger dengan SpaceX) telah memasang 59 unit turbin gas alam portabel secara ilegal. Dari jumlah tersebut, perusahaan hanya mengakui pengoperasian 27 turbin tanpa izin, dengan dalih bahwa turbin tersebut bersifat sementara dan akan dipindahkan dalam waktu 364 hari sehingga dikecualikan dari proses perizinan.

Namun, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) telah mengeluarkan aturan awal tahun ini yang menghapus semua pengecualian tersebut. Meski demikian, EPA menyatakan sedang mempertimbangkan perubahan untuk memberikan ā€œfleksibilitas regulasiā€ bagi unit portabel sambil tetap melindungi kesehatan masyarakat.

portable natural gas turbines deployed in Memphis, Tennessee to power an xAI data center

Kompleksitas masalah bertambah karena lokasi pusat data yang berada di perbatasan Tennessee dan Mississippi. Reuters melaporkan bahwa setidaknya 57 dari 59 turbin sebenarnya berada di wilayah Mississippi, yang telah menerbitkan izin untuk 41 turbin permanen pada Maret lalu. Baik xAI maupun regulator lingkungan Mississippi mengklaim turbin tersebut bersifat portabel dan tidak memerlukan izin, namun juga tidak tercakup dalam izin untuk 41 turbin permanen.

Pusat data Colossus dibangun dalam waktu rekor, dan Musk harus mendatangkan sumber energi sendiri untuk mewujudkannya. Hal ini karena koneksi ke jaringan listrik bisa memakan waktu bertahun-tahun, terutama jika jaringan harus ditingkatkan untuk mencapai target kapasitas 1 GW. Namun, proses perizinan Clean Air Act juga memakan waktu yang sama lamanya, dan laporan menunjukkan xAI melewatinya sepenuhnya demi mencapai target.

## Dampak Polusi dan Gugatan Hukum

Akibat dari operasi ilegal ini, xAI kini menghadapi gugatan dari NAACP. Gugatan tersebut mengklaim bahwa pengoperasian turbin tanpa izin mengakibatkan peningkatan emisi nitrogen oksida hingga 111%, peningkatan partikel PM2.5 di udara sebesar 83%, dan peningkatan emisi formaldehida sebesar 88%.

Investigasi Reuters mengungkapkan bahwa hanya 30 dari 59 turbin yang terdaftar dapat mengeluarkan 2.500 ton nitrogen oksida, 4.000 ton karbon monoksida, dan 22 ton formaldehida setiap tahunnya. Angka ini jauh di atas ambang batas 100 ton nitrogen oksida yang ditetapkan Clean Air Act agar turbin dapat beroperasi tanpa izin.

Polutan-polutan ini terbukti memiliki efek buruk terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal dalam radius lima mil dari sumbernya. Data sensus menunjukkan bahwa penduduk di area terdampak sebagian besar adalah warga kulit hitam. Di DeSoto County, Mississippi, sekitar 46% penduduknya berkulit hitam, sementara di Shelby County, Tennessee, angkanya mencapai 94%—jauh lebih tinggi dibandingkan 33% dan 52% di county lainnya.

Meskipun laporan tidak menyatakan bahwa komunitas ini sengaja ditargetkan, laporan tersebut juga merujuk pada studi tahun 2022 yang menunjukkan bahwa area yang pernah mengalami redlining oleh bank masih menderita emisi polutan udara yang lebih tinggi hingga saat ini.

## Respons SpaceXAI dan Kontroversi Starlink

Sebagai respons atas kontroversi ini, SpaceXAI baru-baru ini mengumumkan diskon otomatis 50% dan sewa perangkat keras gratis untuk paket Starlink bagi warga yang tinggal di dekat Colossus 1 dan 2. Wakil Presiden SpaceX untuk Starlink, Michael Nicolls, menyatakan di X, ā€œKemampuan unik dari pusat data Colossus tidak dapat dicapai tanpa kemitraan dan dukungan dari komunitas Memphis setempat.ā€

Namun, langkah ini justru menuai kritik. Beberapa pihak menilai bahwa diskon Starlink tersebut hanyalah aksi PR untuk memperbaiki citra perusahaan di tengah gugatan hukum dan protes dari komunitas yang berjuang melawan polusi udara dan kebisingan yang ditimbulkan.

a VoltaGrid microgrid

Permasalahan ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri pusat data AI dalam memenuhi kebutuhan energi yang sangat besar. Sementara perusahaan teknologi berlomba-lomba membangun infrastruktur AI terbesar, dampak lingkungan dan sosial seringkali menjadi pertimbangan kedua. Kasus xAI di Memphis menjadi contoh nyata bagaimana ambisi teknologi dapat berbenturan dengan regulasi lingkungan dan keadilan sosial.

Ke depannya, kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi regulasi pusat data AI di AS. Apakah regulator akan semakin memperketat aturan emisi, atau justru memberikan kelonggaran demi mendorong inovasi teknologi? Yang jelas, komunitas yang terdampak berharap ada keadilan dan perlindungan kesehatan yang lebih baik.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.