Telset.id ā Ancaman phishing yang menyamar sebagai Bank of America kembali mencuat. Peneliti keamanan dari Huntress mengungkapkan adanya kampanye phishing yang meniru Bank of America dengan rantai infeksi berbeda untuk pengguna Windows dan macOS.
Para pelaku kejahatan siber mengirim email yang terlihat hampir identik dengan komunikasi resmi bank, lengkap dengan logo, skema warna, dan detail lainnya yang ditiru secara cermat. Padahal, email tersebut berasal dari domain yang sama sekali tidak terkait dengan Bank of America.
Huntress, perusahaan keamanan siber, menemukan email phishing ini melalui honeypot merekaāsebuah alamat email yang sengaja disiapkan untuk menangkap para penipu. Dalam email tersebut, korban diperingatkan bahwa akun mereka akan segera ādibatasiā kecuali mereka āmengonfirmasiā informasi tertentu.
Rantai Serangan untuk Pengguna Windows
Untuk pengguna Windows, korban diminta menginstal āAccount Guardā, yang digambarkan sebagai āalat canggih yang dirancang untuk melindungi data keuangan Anda, mencegah transaksi tidak sah, dan ancaman siber lainnyaā. Namun, ini bukan alat pelindungāini adalah skrip Visual Basic yang mengarah pada instalasi ScreenConnect Remote Monitoring and Management (RMM).

ScreenConnect sebenarnya bukan alat yang berbahayaāini adalah alat yang sahātetapi juga salah satu perangkat lunak yang paling sering disalahgunakan. Para penyerang memanfaatkannya untuk mendapatkan akses tak terbatas ke komputer korban tanpa memicu alarm keamanan.
Modus operandi ini serupa dengan tren serangan siber lain yang memanfaatkan alat akses jarak jauh populer. Sebelumnya, para peretas juga diketahui menyalahgunakan UltraVNC, Splashtop, dan ScreenConnect untuk membajak PC bisnis. Para ahli juga memperingatkan bahwa peretas mengubah alat akses jarak jauh menjadi backdoor berbahaya.
Target Berbeda untuk Pengguna macOS
Sementara itu, untuk pengguna macOS, tujuannya berbeda. Alih-alih mencoba menyebarkan malware, para penyerang justru berusaha mencuri data sensitif. Pertama, korban diminta masuk ke akun perbankan merekaādua kali. Percobaan pertama sengaja dibuat gagal, untuk berjaga-jaga jika korban sengaja memasukkan kata sandi yang salah pada percobaan pertama.
Setelah itu, halaman web kedua meminta korban untuk āmengonfirmasiā detail merekaānama lengkap, alamat surat, detail ID pemerintah, nomor Jaminan Sosial (SSN), dan detail kartu pembayaran. Informasi ini lebih dari cukup untuk serangan pencurian identitas, atau bahkan penipuan transfer dana.
Huntress kini memperingatkan semua pengguna Bank of America untuk memeriksa ulang alamat pengirim untuk setiap email yang mengaku berasal dari bank. Ini adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah email tersebut sah atau penipuan.
Kampanye phishing ini menunjukkan bagaimana para penyerang semakin canggih dalam menyesuaikan serangan mereka berdasarkan platform yang digunakan korban. Untuk pengguna Windows, tujuannya adalah mendapatkan akses ke perangkat melalui alat manajemen jarak jauh. Untuk pengguna macOS, tujuannya adalah mencuri data pribadi dan keuangan secara langsung melalui halaman phishing yang dirancang khusus.
Para pengguna juga perlu mewaspadai tren serangan serupa yang memanfaatkan pembaruan palsu dari aplikasi populer. Para peretas diketahui menggunakan pembaruan Adobe dan Zoom palsu untuk memuat malware ke perangkat korban. Selain itu, kampanye phishing juga dilaporkan membajak fitur bisnis Meta yang sah untuk mengirim email penipuan yang tampak berasal dari alamat resmi Meta.
Keberhasilan serangan ini bergantung pada kelengahan pengguna. Oleh karena itu, verifikasi alamat pengirim email menjadi langkah pertama yang krusial. Jika alamat pengirim tidak sesuai dengan domain resmi bank, besar kemungkinan email tersebut adalah upaya phishing.
Para peneliti keamanan menekankan pentingnya kewaspadaan berlapis. Selain memeriksa alamat pengirim, pengguna juga disarankan untuk tidak mengklik tautan atau lampiran mencurigakan, serta selalu mengakses layanan perbankan melalui aplikasi resmi atau situs web yang diketik langsung di browser.
Kampanye phishing Bank of America ini menjadi pengingat bahwa serangan siber terus berevolusi. Dengan memahami perbedaan rantai serangan untuk Windows dan macOS, pengguna dapat lebih siap mengenali tanda-tanda upaya penipuan dan melindungi data pribadi serta keuangan mereka.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.