📑 Daftar Isi

Waspada Peretasan Wi-Fi Hotel: Jangan Lakukan Aktivitas Sensitif Ini

Waspada Peretasan Wi-Fi Hotel: Jangan Lakukan Aktivitas Sensitif Ini

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Peretasan Wi-Fi hotel menjadi ancaman serius bagi keamanan data pribadi tamu. Jaringan publik yang tersedia di hotel berisiko tinggi dibobol peretas, terutama saat pengguna mengakses layanan perbankan atau data perusahaan rahasia.

Akses internet memang menjadi fasilitas utama yang paling dicari para tamu saat menginap di hotel. Namun, banyak pengguna belum menyadari besarnya potensi risiko keamanan siber di balik penggunaan jaringan Wi-Fi hotel. Ancaman ini tidak hanya menyasar wisatawan biasa, tetapi juga para pekerja yang memanfaatkan tren work from anywhere (WFA).

Ancaman di Balik Jaringan Wi-Fi Hotel

Melansir SlashGear, Sabtu (5/9/2026), ancaman siber di jaringan publik seperti hotel hadir dalam beragam bentuk. Salah satu modus yang sering terjadi adalah pembuatan jaringan palsu oleh peretas dengan nama yang sangat mirip dengan Wi-Fi resmi hotel. Begitu pengguna salah terhubung ke jaringan buatan tersebut, data pribadi dapat langsung diakses dan dicuri oleh peretas.

Modus serupa juga pernah disorot dalam berbagai pemberitaan. Sebelumnya, serangan hacker dengan teknik captive portal juga menargetkan pengguna Wi-Fi di hotel dan bandara. Teknik ini memanfaatkan halaman login palsu untuk menjebak korban agar menyerahkan kredensial mereka.

Namun, terhubung ke jaringan Wi-Fi resmi hotel pun bukan jaminan sepenuhnya aman. Salah satu contoh kasus nyata yang cukup terkenal adalah kampanye peretasan Darkhotel. Dalam modus tersebut, peretas berhasil menyusup ke sistem internal hotel dan menyisipkan kode berbahaya. Kode ini kemudian mengirimkan notifikasi pembaruan perangkat lunak (software update) palsu ke layar perangkat tamu yang terhubung. Begitu tamu menyetujui pembaruan tersebut, peretas dapat dengan mudah mengambil alih data pribadi korban.

Baca Juga:

Menurut Federal Bureau of Investigation (FBI), ancaman siber melalui jaringan Wi-Fi publik dan hotel merupakan isu serius yang wajib diwaspadai oleh masyarakat luas. Meskipun beberapa pakar menilai keamanannya bervariasi, mereka sepakat menyarankan para tamu untuk tidak melakukan aktivitas sensitif saat terhubung ke Wi-Fi hotel.

Aktivitas yang dimaksud meliputi transaksi perbankan melalui mobile banking (m-banking) atau membuka data rahasia perusahaan. Kedua aktivitas ini tergolong berisiko tinggi karena melibatkan informasi pribadi dan kredensial yang sangat berharga bagi peretas.

Risiko kebocoran data di lingkungan hotel sebenarnya sudah menjadi perhatian industri. Sebuah riset keamanan menemukan bahwa sebagian besar hotel masih memiliki celah dalam melindungi data pribadi pengunjungnya. Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa infrastruktur jaringan hotel belum sepenuhnya siap menghadapi serangan siber modern.

Cara Mengamankan Diri saat Terhubung Wi-Fi Hotel

Seiring maraknya tren WFA, pemanfaatan Wi-Fi hotel sebagai sarana bekerja memang makin sulit dihindari. Jika berada dalam situasi terpaksa harus menggunakan Wi-Fi hotel, berikut beberapa rekomendasi dari FBI untuk meminimalkan risiko:

  • Gunakan VPN (Virtual Private Network): Layanan VPN berfungsi mengenkripsi seluruh lalu lintas data internet Anda sehingga sulit diintip oleh pihak luar.
  • Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala: Pastikan seluruh sistem operasi dan aplikasi di ponsel atau laptop sudah diperbarui sebelum melakukan perjalanan.
  • Aktifkan Antivirus/Aplikasi Keamanan: Gunakan perangkat lunak pemindai keamanan tepercaya yang dapat mendeteksi potensi ancaman secara langsung (real-time).
  • Hindari Notifikasi Pembaruan Palsu: Jangan pernah mengunduh atau menyetujui pop-up pembaruan aplikasi apa pun saat sedang terhubung ke Wi-Fi hotel.
  • Gunakan Hotspot Pribadi: Jika memungkinkan, memanfaatkan tethering atau hotspot seluler pribadi tetap menjadi pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan Wi-Fi publik.

Pengguna perangkat Android juga perlu memahami langkah-langkah teknis untuk mengamankan koneksi mereka. Panduan cara aman gunakan WiFi untuk perangkat Android dapat menjadi referensi tambahan sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, penting untuk selalu memverifikasi nama jaringan resmi hotel sebelum terhubung. Pastikan Anda bertanya langsung kepada staf hotel mengenai nama Wi-Fi yang benar dan hindari memilih jaringan dengan nama mirip yang muncul secara mencurigakan.

FBI juga mengingatkan agar pengguna tidak pernah memasukkan informasi kredensial ke halaman yang tidak memiliki protokol keamanan HTTPS. Periksa selalu alamat URL di bilah browser sebelum melakukan autentikasi pada jaringan publik.

Kesadaran terhadap risiko peretasan Wi-Fi hotel harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada koneksi internet saat bepergian. Dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang direkomendasikan, risiko menjadi korban kejahatan siber dapat ditekan secara signifikan.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada koneksi yang sepenuhnya aman di jaringan publik. Oleh karena itu, pengguna perlu memprioritaskan keamanan data pribadi di atas kenyamanan akses internet gratis yang ditawarkan hotel.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.