Telset.id – Seorang pria di Hong Kong kehilangan HK$10 juta (sekitar Rp16 miliar) setelah ditipu melalui penipuan AI di WhatsApp. Para penipu menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meniru suara ayah korban, kemudian meminta transfer uang dalam jumlah besar secara berulang.
Modus penipuan ini terungkap melalui platform Cyberdefender kepolisian Hong Kong dan dilaporkan oleh South China Morning Post. Korban menerima pesan suara WhatsApp yang terdengar seperti ayahnya, meminta transfer sebesar HK$1 juta atau sekitar Rp2 miliar. Karena suara dan cara bicara dalam pesan tersebut sangat mirip dengan ayahnya, korban pun percaya dan melakukan transfer.
Penipuan ini tidak berhenti sekali. Korban terus dieksploitasi dengan cara yang sama hingga seluruh tabungannya habis terkuras. Kasus ini menjadi peringatan nyata bahwa teknologi AI kini mampu meniru suara manusia dengan sangat meyakinkan, sehingga sulit dibedakan dari aslinya.

Kepolisian Hong Kong mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pesan suara. “Jangan percaya buta pada pesan suara. Meskipun suaranya terdengar mirip, itu belum tentu akurat,” demikian pernyataan resmi kepolisian Hong Kong. Mereka juga menyarankan agar penerima pesan segera menutup telepon dan menghubungi kembali keluarga atau teman yang bersangkutan untuk memastikan identitasnya.
Kata Sandi Rahasia sebagai Pertahanan
Para ahli keamanan telah menemukan cara sederhana namun efektif untuk melawan penipuan AI semacam ini. Seperti dilaporkan BBC, menetapkan kata sandi rahasia atau codeword untuk digunakan dalam situasi darurat dapat membantu Anda mengenali apakah lawan bicara adalah orang yang Anda cintai atau sekadar tiruan AI.
BBC menjelaskan, “Penipuan deepfake mungkin menggunakan suara Anda, tetapi mereka tidak tahu apa yang ada di kepala Anda.” Artinya, meskipun teknologi AI mampu meniru suara dengan sempurna, para penipu tidak mungkin mengetahui kata sandi rahasia yang hanya Anda dan keluarga Anda ketahui.
Trik ini sangat relevan mengingat kasus penipuan yang memanfaatkan Label AI di platform pesan instan semakin marak. Penting juga untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman keamanan yang mengintai pengguna WhatsApp.
Salah satu taktik yang sering digunakan penipu adalah menciptakan rasa urgensi atau kepanikan. Mereka ingin korban bertindak cepat tanpa berpikir jernih. Karena itu, penting untuk meluangkan waktu sejenak, menarik napas, dan mengingat kata sandi rahasia Anda sebelum memverifikasi identitas penelepon.
Saat memilih kata sandi, BBC merekomendasikan untuk “memilih sesuatu yang mudah diingat dan sulit ditebak. Lelucon orang dalam adalah pilihan yang aman.” Kata sandi yang baik adalah yang tidak akan diketahui orang lain, bahkan oleh penipu yang mungkin telah mengumpulkan banyak informasi pribadi tentang Anda.

Baca Juga:
Tiga Tanda Bahaya Penipuan
Gary Schildhorn, pengacara sekaligus aktivis anti-penipuan dari Philadelphia, mengidentifikasi tiga tanda bahaya utama yang harus diwaspadai. Pertama, tekanan waktu atau time pressure yang memaksa Anda bertindak cepat. Kedua, permintaan transfer dana yang sulit dilacak seperti uang tunai, cryptocurrency, atau kartu hadiah. Ketiga, kontrol atas siapa saja yang boleh Anda ajak bicara selama panggilan berlangsung.
Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda tersebut, kemungkinan besar Anda sedang berhadapan dengan penipu. Kombinasi dari beberapa tanda ini semakin memperkuat indikasi bahwa panggilan atau pesan tersebut bukan berasal dari orang yang Anda kenal.
Kepolisian Hong Kong juga merekomendasikan pengaktifan autentikasi dua faktor pada perangkat Anda. Selain itu, periksa secara berkala daftar perangkat yang terhubung ke akun Anda. Jika menemukan perangkat mencurigakan, segera hapus perangkat tersebut.
Penipuan deepfake menjadi semakin efektif karena tampak berasal dari sumber yang familiar dan terpercaya. Padahal, teknologi ini hanyalah tiruan yang dimanipulasi untuk mengelabui korbannya. Kesadaran akan modus ini menjadi pertahanan pertama yang paling penting.
Dengan memahami cara kerja penipuan AI dan menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti kata sandi rahasia, Anda memiliki peluang lebih besar untuk melindungi diri dan keluarga dari para penipu. Setiap kali menerima pesan atau panggilan yang tidak biasa dari orang terdekat, luangkan waktu sejenak untuk berpikir dan gunakan kata sandi rahasia Anda.
Lindungi akun WhatsApp Anda dengan memahami berbagai fitur terbaru yang tersedia. Keamanan digital dimulai dari kewaspadaan pribadi terhadap setiap komunikasi yang mencurigakan.





Komentar
Belum ada komentar.