Google Chromecast generasi pertama yang dipegang tangan

Warisan Chromecast: Dongle Streaming Rp400 Ribuan yang Mengubah Industri TV

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google resmi menghentikan lini Chromecast pada 2024 setelah 13 tahun
  • Chromecast lahir dari ide engineer Google Majd Bakar pada 2012 sebagai proyek sampingan
  • Perangkat pertama dijual hanya $35 tanpa remote dan tanpa antarmuka pengguna
  • Google Cast kini menjadi standar universal screen sharing di hampir semua smart TV 2026
  • Samsung menjadi salah satu yang terakhir menambahkan Google Cast ke platform Tizen
  • Chromecast Ultra (2016) dipuji sebagai perangkat streaming terbaik di kelasnya
  • Google merilis Google TV Streamer 4K pada 2024 sebagai penerus Chromecast

Telset.id – Google resmi menghentikan lini Chromecast pada 2024, namun warisan perangkat streaming mungil ini justru semakin terasa di tahun 2026. Protokol Google Cast yang lahir dari dongle seharga $35 (sekitar Rp575 ribu) kini menjadi standar universal screen sharing yang terintegrasi di hampir semua smart TV modern. Inilah kisah bagaimana sebuah perangkat tanpa antarmuka pengguna berhasil mengubah industri televisi selamanya.

Chromecast pertama kali diperkenalkan pada 2013, 13 tahun yang lalu. Saat itu, Roku Streaming Stick yang dirilis 2012 memang sudah lebih dulu hadir sebagai streaming stick pertama di pasaran. Namun Chromecast hadir dengan pendekatan yang sama sekali berbeda. Alih-alih menjadi pemutar media mandiri, Chromecast justru tidak memiliki antarmuka pengguna sama sekali. Perangkat ini hanya berfungsi sebagai penerima tautan dari ponsel atau tablet yang terhubung dalam jaringan nirkabel yang sama.

Tanpa remote dan tanpa UI, Google bisa menjual perangkat ini dengan harga hanya $35. Hasilnya? Batch pertama langsung habis dibeli oleh para penggemar Google.

Menurut laporan Fast Company pada 2019, Chromecast lahir dari ide Majd Bakar, seorang engineer Google. Kisahnya bermula ketika istri manajer produk Rishi Chandra dan istri Bakar sering duduk di depan TV sambil menonton video YouTube di laptop. Ketika ditanya mengapa tidak memutarnya langsung di TV, istri Chandra menjawab, “Itu terlalu merepotkan.” Bakar dan Chandra kemudian mulai mengerjakan apa yang kelak menjadi Chromecast pada 2012—awalnya sebagai proyek sampingan, lalu menjadi pekerjaan penuh waktu.

A hand holding the first-generation Chromecast

## Evolusi Chromecast dari Generasi ke Generasi

Reviewer saat itu, termasuk Marshall Honorof dari Tom’s Guide, menyukai faktor bentuk Chromecast namun memiliki keberatan tentang kegunaannya. Dalam review asli Chromecast, mereka memuji kemudahan pengaturan tetapi menilai fungsionalitasnya masih terbatas dibandingkan kompetitor—kritik yang adil namun tajam untuk perangkat yang ingin mematahkan cetakan.

Google tidak berhenti berinovasi. Pada 2015, mereka merilis Chromecast 2 dengan desain melingkar, bersamaan dengan Chromecast Audio yang kurang beruntung. Puncaknya datang pada 2016 dengan Chromecast Ultra, yang dalam review TechRadar disebut sebagai perangkat yang “sangat cerdas, kuat, dan cepat” serta “sulit menemukan perangkat yang menawarkan sebanyak Chromecast Ultra untuk harga segitu.”

Namun era streaming stick mulai meredup seiring dimulainya era smart TV. Chromecast Ultra saat itu berada dalam tekanan dari berbagai sisi: streaming stick murah seperti Amazon Fire TV Stick yang baru dirilis, hingga perangkat kelas atas seperti Apple TV HD.

Google kemudian membalas dengan Chromecast generasi ketiga pada 2018 dan Chromecast with Google TV pada 2020. Namun saat itu, kebutuhan akan streaming stick khusus sudah mulai menghilang. Era smart TV telah tiba, dan dengan datangnya era tersebut, kebutuhan akan perangkat streaming mandiri pun memudar.

Chromecast with Google TV, Chromecast Ultra and a Chromecast

## Warisan Terbesar: Google Cast sebagai Standar Universal

Google akhirnya menghentikan lini Chromecast pada 2024. Meskipun perangkat kerasnya tidak lagi diproduksi, perangkat lunaknya terus hidup. Google berhasil menciptakan Google Cast, protokol komunikasi nirkabel untuk Chromecast, yang fungsinya masih kita gunakan 13 tahun kemudian di platform smart TV modern.

Pada 2026, hampir semua platform smart TV utama hadir dengan fungsi Google Cast terintegrasi. Salah satu yang terakhir bertahan, Samsung, secara resmi menambahkan dukungan Google Cast ke platform smart TV Tizen-nya awal tahun ini. Masih ada beberapa pengecualian seperti Roku OS dan platform Fire TV Amazon yang tidak mendukungnya, tetapi secara umum Google Cast kini menjadi standar universal screen sharing.

Itu adalah warisan monumental yang ditinggalkan oleh sebuah streaming stick seharga $35.

A TCL QM9K TV on a side table

## Masa Depan Setelah Chromecast

Untuk divisi TV Google selanjutnya, sulit ditebak. Perusahaan merilis Google TV Streamer 4K pada 2024, sebuah perangkat yang lebih mahal dan bersaing dengan Roku Ultra. Namun perangkat ini belum melihat tingkat adopsi yang sama seperti Chromecast satu dekade lalu.

Meskipun sedih bahwa kita kemungkinan tidak akan pernah melihat Chromecast lain, warisan yang ditinggalkannya mengukuhkannya sebagai salah satu perangkat streaming terbaik yang pernah dibuat. Dari proyek sampingan dua engineer yang istrinya merasa merepotkan menonton YouTube di TV, lahirlah teknologi yang kini menjadi standar di hampir seluruh smart TV dunia.

Seperti halnya inovasi teknologi lainnya, kadang perangkat paling sederhana dengan pendekatan paling radikal lah yang meninggalkan dampak paling abadi. Optik Jadi Kunci untuk masa depan komputasi, dan Chromecast menjadi kunci bagaimana kita menonton konten di TV.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.