Ilustrasi seorang pria menutup telinga karena kebisingan dari pusat data di Dowagiac, Michigan.

Warga Michigan Gugat Data Center Bising Setingkat Jet Engine

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pusat data Hyperscale Data di Dowagiac, Michigan, AS, menghasilkan kebisingan hingga 60 desibel, setara dengan suara mesin jet.
  • Pasangan suami istri, Marjorie dan Billy Finn, melaporkan bahwa suara dengungan konstan mengganggu tidur dan kehidupan sehari-hari mereka.
  • Dua warga lainnya menggugat Hyperscale Data dengan tuduhan "serangan fisik" akibat kebisingan berlebihan.
  • Tingkat kebisingan meningkat dari 52 desibel pada 2022 menjadi 61 desibel saat ini, dan terkadang mencapai 78 desibel.
  • Audiolog memperingatkan bahwa kebisingan konstan, meski tidak merusak telinga, dapat meningkatkan stres dan risiko masalah jantung.
  • Warga merasa terjebak dan khawatir nilai rumah mereka menurun karena kebisingan tersebut.

Telset.id – Sebuah pusat data raksasa di Dowagiac, Michigan, Amerika Serikat, menjadi sumber keluhan warga setempat karena kebisingan yang dihasilkannya. Seorang warga bahkan mengukur tingkat kebisingan mencapai 60 desibel, setara dengan suara mesin jet yang menderu.

Warga yang tinggal di sekitar fasilitas milik Hyperscale Data Inc. itu melaporkan bahwa suara dengungan konstan dari pusat data telah mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Pasangan suami istri, Marjorie dan Billy Finn, yang rumahnya tepat di seberang kompleks pusat data, merasakan dampak paling langsung.

“Rasanya seperti kita hidup di penjara di halaman dan rumah kita sendiri,” ujar Marjorie Finn kepada MLive, seperti dikutip Futurism. Ia bahkan bisa mendengar dengungan tersebut saat mencoba tidur di malam hari.

Billy Finn, yang menggunakan alat pengukur desibel sendiri, merekam tingkat kebisingan dari beranda rumahnya yang berkisar sekitar 60 desibel. Angka ini setara dengan suara mesin pencuci piring yang bising, namun yang membedakan adalah suara ini konstan dan terdengar di mana-mana di luar rumah.

Ilustrasi seorang pria menutup telinga karena kebisingan dari pusat data.

Dua warga lainnya telah menggugat Hyperscale Data, dengan tuduhan bahwa rumah mereka “secara fisik diserang” oleh “kebisingan berlebihan” dari fasilitas tersebut. Gugatan itu menyebutkan bahwa tidak peduli apakah jendela ditutup atau TV dinyalakan, suara bising tersebut tetap terdengar. Hyperscale Data juga dituding gagal menerapkan langkah-langkah peredam suara yang memadai, seperti dinding beton yang mengelilingi jalan raya di kawasan pemukiman.

Menurut Billy Finn, kebisingan tersebut semakin keras. Ia telah melacak tingkat desibel di Louise Avenue sejak 2022, saat Hyperscale Data mulai beroperasi. Saat itu, tingkat suara sekitar 52 desibel. Kini, angkanya biasanya sekitar 61 desibel, dan terkadang mencapai 78 desibel. Di dalam rumahnya, suara turun menjadi 39 desibel, setara dengan kantor atau perpustakaan yang tenang, namun melonjak menjadi 62 desibel saat pintu dibuka, terdengar seperti pesawat jet yang meluncur di landasan pacu dari kejauhan.

“Ini seperti jalan kota besar yang konstan dengan lalu lintas kendaraan yang padat,” kata Billy Finn.

Polusi suara bukanlah keluhan yang tidak biasa terkait pusat data. Kebisingan dari pusat data juga menjadi perhatian di tempat lain. Sebagai contoh, Kebun Binatang Nashville di Tennessee sempat memperingatkan bahwa pembangunan pusat data di dekatnya dapat membahayakan hewan-hewan yang dipelihara. Institute Studi Lingkungan dan Energi (EESI) juga mengklaim bahwa pusat data memancarkan suara pada frekuensi sangat rendah yang dapat memicu berbagai gejala seperti kecemasan dan mual seiring waktu, meskipun ilmu pengetahuan mengenai hal ini masih belum pasti.

Kim Kragt, audiolog utama dari Bronson Hospital, menjelaskan bahwa 62 desibel tidak akan merusak telinga, tetapi seiring waktu dapat meningkatkan tingkat stres dan bahkan dikaitkan dengan masalah jantung. “Bahkan pada tingkat yang lebih rendah, jika itu tidak merusak telinga Anda, itu merusak kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan,” kata Kragt. Ia menambahkan bahwa karena dengungan pusat data “tidak alami”, mungkin lebih sulit untuk beradaptasi.

Pasangan Finn merasa terjebak. Mereka mengatakan bahwa lebih sedikit teman dan keluarga yang berkunjung karena kebisingan, dan mereka khawatir hal ini juga menurunkan nilai rumah mereka. “Mereka telah mencuri sesuatu dari kami,” kata Marjorie Finn. “Rasanya seperti kehilangan yang sangat besar.”

Masalah kebisingan ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan akan pusat data, terutama untuk mendukung kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan. Dalam beberapa kasus, Data Center AS Dipaksa Gunakan Genset saat terjadi gelombang panas, yang juga dapat menambah polusi suara. Sementara itu, berbagai inovasi seperti Reaktor Thorium Cetak 3D Ampera tengah dikembangkan untuk memasok daya ke pusat data AI dengan lebih efisien.

Hyperscale Data Inc. baru-baru ini mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran untuk fasilitas mereka di Dowagiac. Hal ini memicu kekhawatiran lebih lanjut di kalangan warga bahwa masalah kebisingan akan semakin parah. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan tata ruang dan mitigasi dampak lingkungan dari infrastruktur teknologi modern.

Ke depannya, kasus di Dowagiac ini dapat menjadi preseden bagi pengaturan kebisingan pusat data di daerah pemukiman. Warga berharap ada solusi yang adil, baik melalui perbaikan infrastruktur peredam suara oleh Hyperscale Data maupun melalui regulasi yang lebih ketat dari pemerintah setempat. Sementara itu, pasangan Finn dan warga lainnya harus terus hidup dengan suara yang mereka gambarkan sebagai “penjara” di rumah mereka sendiri.

Kasus serupa juga pernah terjadi di berbagai belahan dunia, menunjukkan bahwa dampak lingkungan dari pusat data tidak bisa diabaikan. Dengan pertumbuhan industri yang pesat, keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kualitas hidup masyarakat harus menjadi prioritas. Insiden ini juga menyoroti pentingnya transparansi dari perusahaan teknologi dalam mengelola dampak operasional mereka terhadap komunitas sekitar.

Bagi para pengguna teknologi, kasus ini mungkin terdengar jauh, namun implikasinya nyata. Infrastruktur yang mendukung layanan digital sehari-hari, dari streaming hingga komputasi awan, memiliki dampak fisik yang perlu dikelola. Android 17 Pisah Tombol Wi-Fi dan Data menjadi contoh bagaimana perubahan kecil pun bisa berdampak besar, sama halnya dengan dampak besar dari pusat data terhadap lingkungan sekitarnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.