Virus Corona Ikut Pengaruhi Kecepatan Internet di Dunia

kecepatan internet dunia

Telset.id, Jakarta – Kebijakan social distancing, yang mengharuskan banyak orang untuk menjaga jarak sosial, telah berimbas pada banyak hal, termasuk kecepatan internet di dunia.

Ini bermula ketika orang-orang dipaksa untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, baik itu untuk belajar ataupun bekerja. Kalau sudah begitu, mau tak mau akses ke dunia maya pun bakal meningkat.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Jumat (20/3/2020), Speedtest.net mengawasi dengan cermat bagaimana lonjakan kegiatan online akan berdampak pada kecepatan internet di tiap negara.

{Baca juga: 10 Modem WiFi 4G Terbaik, Pas untuk Kerja dari Rumah}

Di Amerika Serikat, misalnya, Speedtest melihat kinerja broadband di tiga wilayah, masing-masing King County di Washington, San Francisco County di California, dan Westchester County di New York. Kecepatan internet awal normal.

Dinamika berubah ketika Speedtest melakukan tes lain hanya tiga hari sejak 13 Maret 2020. Tepatnya 16 Maret 2020, kecepatan unduhan rata-rata broadband menurun di San Francisco dan Westchester county.

Penurunan paling tajam terjadi di Westchester County. Kecepatan unduhan seluler meningkat di Westchester County dan San Francisco County selama periode yang sama. Latensi seluler meningkat di San Francisco County.

Di Indonesia, kejadian serupa bukannya tidak diantisipasi oleh para penyelenggara telekomunikasi. Sejumlah operator bahkan berencana untuk menambah kapasitas di masing-masing BTS dan akan mengerahkan Mobile BTS untuk melayani daerah-daerah yang sudah over capacity.

{Baca juga: Dampak Bekerja dari Rumah, Trafik Internet Naik 10%}

Setelah kebijakan belajar dan bekerja dari rumah dilakukan, Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI) Kominfo, Ahmad M Ramli menyebut telah terjadi lonjakan trafik di kawasan pemukiman dan terjadi penurunan trafik di kawasan perkantoran dan pusat kota.

“Berdasarkan laporan dari operator seluler, lonjakan trafik di area pemukiman rata-rata sebesar 10% dari kondisi normal,” kata Ramli kepada Tim Telset.id.

Ditjen PPI Kominfo juga terus melakukan kualitas layanan atau Quality of Service di wilayah-wilayah pemukiman sekitar Jabodetabek. Saat ini kualitas layanan masih tergolong baik walaupun mereka masih terus melakukan pengawasan. [SN/IF]

SOURCENew York Post
Previous articleXiaomi Hentikan Proyek Chipset Surge, Ini Alasannya
Next articleSegera Dirilis, Redmi K30 Pro Punya Fitur Super Bluetooth

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here