πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi data center dengan pencahayaan biru yang menjadi pusat konektivitas AI Verizon dan Google

Verizon dan Google Teken Kerja Sama Data Center Rp 16 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Verizon dan Google menyelesaikan kesepakatan senilai USD 1 miliar untuk konektivitas data center menggunakan dark fiber
  • Kesepakatan ini menjadi realisasi pertama dari inisiatif AI Connect Verizon
  • Verizon mengganti kabel tembaga dengan serat optik modern untuk memenuhi permintaan AI
  • Dark fiber yang digunakan sebagian telah terpasang sejak 1990-an dan diperoleh melalui akuisisi MCI 2006
  • Verizon menyelesaikan akuisisi Frontier Communications senilai USD 20 miliar pada awal 2026
  • Analis mencatat langkah ini memberi tekanan pada T-Mobile dan AT&T
  • Verizon memperkirakan kesepakatan AI Connect akan terus tumbuh selama dekade mendatang
  • Perusahaan juga melakukan uji coba untuk mendukung bisnis AI seperti armada robotaxi

Telset.id – Verizon resmi menuntaskan kesepakatan senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dengan Google untuk menyediakan konektivitas data center. Kesepakatan ini memanfaatkan infrastruktur dark fiber yang sudah dimiliki Verizon untuk mendukung pertumbuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat.

Langkah ini menjadi realisasi pertama dari inisiatif AI Connect yang sebelumnya diumumkan Verizon. CEO Verizon, Dan Schulman, menegaskan bahwa perusahaan tengah mengganti kabel tembaga lama di kantor pusat dengan serat optik modern untuk memenuhi permintaan AI di tempat kerja.

Data center dengan pencahayaan biru yang menjadi pusat konektivitas AI

Kesepakatan ini memanfaatkan dark fiber yang sebagian besar telah terpasang sejak tahun 1990-an dan awal 2000-an. Dark fiber tersebut selama bertahun-tahun tidak termanfaatkan dan menjadi bagian dari portofolio Verizon melalui akuisisi seperti pembelian MCI pada tahun 2006.

Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, Verizon dapat fokus pada kesepakatan dengan Google dan perusahaan AI lainnya tanpa perlu mengeluarkan belanja modal besar untuk pembangunan jaringan baru.

Dampak Strategis bagi Industri Telekomunikasi

Langkah Verizon ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan di industri telekomunikasi AS. Analis dari New Street Research, David Barden, mencatat bahwa Kebangkitan Verizon dan hasil kuartal kedua 2026 memberikan tekanan tambahan pada T-Mobile dan AT&T untuk mempertahankan pangsa pasar, bukan merebutnya.

Barden juga menambahkan bahwa dorongan nirkabel dari operator kabel dan churn broadband kabel menjadi sumber tekanan kompetitif berikutnya. Verizon sendiri telah melakukan serangkaian langkah kuat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk menyelesaikan pembelian Frontier Communications senilai USD 20 miliar pada awal 2026.

Akuisisi tersebut memberikan Verizon jangkauan serat optik yang diperluas ke 31 negara bagian (dari sebelumnya 15 negara bagian), plus Washington, DC. Ekspansi ini memperkuat posisi Verizon sebagai pemain utama dalam infrastruktur konektivitas data center.

Pusat data dengan rak server dan lampu biru yang menyala

Verizon juga telah melakukan uji coba untuk mendukung bisnis kecil berbasis AI, seperti armada robotaxi otonom. Schulman melaporkan dalam panggilan pendapatan bahwa perusahaan β€œmenjual kapasitas dalam 24 jam,” menunjukkan besarnya permintaan untuk layanan semacam itu.

Dominasi Pasar Konektivitas Data Center AI

Strategi Verizon untuk mendukung pertumbuhan pusat data AI tampaknya menjadi taruhan yang kuat. Dengan semakin banyak instalasi data center yang disetujui dan beroperasi hampir setiap minggu, kesepakatan USD 1 miliar dengan Google dipandang sebagai yang pertama dari banyak kesepakatan serupa.

Verizon berada dalam posisi potensial untuk mendominasi tautan serat optik langsung antar pusat data AI. Perusahaan memperkirakan kesepakatan AI Connect akan terus tumbuh selama dekade mendatang.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah Verizon ini juga bertepatan dengan tren global di mana operator telekomunikasi besar berlomba membangun infrastruktur untuk mendukung ledakan komputasi AI. Strategi SpaceX yang juga menyasar pasar telekomunikasi menunjukkan betapa kompetitifnya sektor ini.

Logo Google dengan latar belakang hitam

Meskipun fokus utama Verizon adalah pada infrastruktur data center, perusahaan juga terus berinovasi dalam layanan konsumen. Verizon Tutup Forum Komunitas dan mengalihkan pelanggan ke layanan AI, menandai perubahan signifikan dalam strategi layanan pelanggan perusahaan.

Di sisi lain, Verizon juga tengah menghadapi tantangan di pasar ritel. iPhone 18 Pro Terkunci untuk pelanggan operator tertentu, termasuk Verizon, menunjukkan bagaimana strategi eksklusivitas masih menjadi bagian dari persaingan operator.

Kesepakatan dengan Google ini menegaskan bahwa dark fiber yang tidak terpakai selama bertahun-tahun kini menjadi aset paling berharga bagi Verizon. Infrastruktur yang awalnya dibangun untuk era internet awal kini menjadi fondasi bagi revolusi AI berikutnya.

Dengan kombinasi akuisisi Frontier, ekspansi jangkauan serat optik, dan kemitraan strategis dengan raksasa teknologi seperti Google, Verizon memposisikan diri sebagai tulang punggung infrastruktur AI di Amerika Serikat.

Ke depannya, pengamat industri akan mengamati apakah Verizon dapat mempertahankan momentum ini dan mengamankan lebih banyak kesepakatan serupa dengan perusahaan teknologi lainnya. Dengan permintaan kapasitas data center yang terus melonjak, posisi Verizon sebagai pemilik infrastruktur serat optik yang luas menjadi semakin strategis.

Kesepakatan ini juga menunjukkan pergeseran fundamental dalam model bisnis operator telekomunikasi. Dari yang awalnya fokus pada layanan konsumen, kini operator seperti Verizon berlomba menjadi penyedia infrastruktur untuk komputasi awan dan AI skala besar.

Dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah, kolaborasi antara Verizon dan Google ini diprediksi akan menjadi cetak biru bagi kemitraan serupa di masa depan, di mana operator telekomunikasi dan perusahaan teknologi bekerja sama membangun infrastruktur AI generasi berikutnya.

Bagi industri telekomunikasi Indonesia, langkah Verizon ini bisa menjadi referensi bagaimana operator dapat memanfaatkan aset infrastruktur yang ada untuk memasuki pasar baru yang bernilai tinggi. Dengan pertumbuhan pusat data di Indonesia yang juga pesat, model kemitraan serupa berpotensi diterapkan di pasar domestik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.