Unik! Google Bikin Kuis Tentang Email Phishing

Telset.id, Jakarta – Google punya cara unik untuk menjelaskan bahaya email phishing kepada pengguna. Melalui unit Jigsaw, Google menerbitkan kuis untuk menguji kemampuan pengguna dalam mengindentifikasi email phishing.

Dilansir Telset.id dari The Verge pada Rabu (23/01/2019) kuis ini akan menguji pengguna pada serangkaian email untuk melihat apakah mereka dapat membedakan tanda-tanda prilaku phishing.

“Phishing adalah bentuk serangan siber yang paling umum. Satu persen dari email yang dikirim hari ini adalah upaya untuk phishing,” tulis Jingsaw.

Adapun kuis ini didasarkan pada kajian dan pelatihan yang dilakukan sebelumnya dengan 10.000 jurnalis, aktivis dan pemimpin politik terkait bahaya phishing.

{Baca juga: Awas! Fitur Autofill Data di Browser Bisa Jadi Celah Phishing}

Ada delapan contoh di mana Google menguji pengguna. Pada kuis tersebut pengguna harus mendeteksi beberapa pesan yang mewakili email yang sah dan yang lain yaitu email phishing.

Banyak contoh yang didasarkan oleh peristiwa nyata seperti upaya phishing besar-besaran yang melanggan pengguna Google Doc pada tahun 2017 atau email yang dikirim peretas Rusia kepada manajer kampanye Hillary Clinton pada 2016 lalu.

Tidak hanya kuis, Google juga menjelaskan cara terkait tanda-tanda mengenai email phishing. Biasanya pelaku sering mengarahkan kursor pengguna ke Uniform Resource Locator (URL) untuk memeriksa ejaan alamat email.

{Baca juga: Ini Kunci Rahasia Karyawan Google Kebal dari Phishing}

Pelaku juga sering mencoba mengirim email yang memiliki URL nama-nama perusahaan seperti Google atau Dropbox. Mereka menawarkan hadiah yang tautannya mengarahkan pengguna ke tempat yang lebih jahat.

Jika tertarik untuk ikut Anda bisa mengunjungi laman phishingquiz untuk mengikuti kuis tersebut. Jigsaw sendiri adalah proyek inkubantor eksperimental yang bertujuan mengatasi masalah geopolitik yang luas di ruang teknologi.

Di masa lalu, kelompok ini telah menghasilkan perangkat lunak pendeteksi troll, alat bersumber terbuka untuk membantu organisasi media menyediakan jurnalis dengan Virtual Private Network (VPN), dan alat Artificial Intelligence (AI) yang menyaring bahasa kasar. [NM/IF]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here