Telset.id – Layanan satelit 4G dari operator seluler mulai hadir di berbagai negara, menawarkan konektivitas di area tanpa sinyal. Namun, pengujian langsung membuktikan bahwa teknologi ini masih berfungsi sebagai solusi darurat, bukan pengganti penuh jaringan seluler.
Jurnalis Tom’s Guide, Tom Pritchard, menguji layanan satelit 4G dari operator O2 di Inggris yang ditenagai oleh Starlink. Layanan ini dijual seharga £3 atau sekitar $4 per bulan, memberikan akses data berbasis satelit saat pengguna kehilangan sinyal seluler atau Wi-Fi.
Konsep konektivitas satelit langsung ke ponsel sebenarnya sudah lama digagas oleh perusahaan teknologi besar. Elon Musk telah menyampaikan rencana menjadikan Starlink sebagai layanan direct-to-cell. Sementara itu, Amazon juga telah mengajukan aplikasi untuk meluncurkan layanan internet berbasis satelit miliknya sendiri. Di Amerika Serikat, T-Mobile sudah menawarkan layanan serupa yang juga ditenagai oleh Starlink.
Namun, implementasi saat ini memiliki keterbatasan signifikan. Ponsel hanya akan mencari koneksi satelit jika tidak ada sinyal seluler atau Wi-Fi sama sekali. Ini menjadikan satelit sebagai pilihan terakhir untuk menghubungkan perangkat.

Proses Koneksi dan Performa
Saat pengujian, Tom Pritchard harus mencari lokasi yang benar-benar tanpa sinyal seluler. Di Inggris, area tanpa sinyal 4G sebagian besar berada di daerah pedesaan terpencil seperti wilayah pegunungan Wales, Skotlandia, dan Inggris Utara. Ia akhirnya menemukan titik buta sekitar 30 menit berkendara dari rumahnya di wilayah South East England.
Yang mengejutkan, ponsel Samsung Galaxy S26 Ultra yang digunakan dalam pengujian berhasil terhubung ke satelit Starlink meskipun berada di dalam mobil tanpa sunroof. Sinyal yang ditangkap menunjukkan satu dari tiga bar indikator. Setelah ponsel dikeluarkan melalui jendela dan diarahkan ke langit, sinyal meningkat menjadi dua bar, namun tidak pernah mencapai tiga bar penuh.
Performa akses data menunjukkan perbedaan signifikan antara di dalam dan di luar mobil. Saat mengakses Google Maps dari dalam mobil, aplikasi membutuhkan waktu 30 hingga 60 detik untuk memuat peta sepenuhnya. Di luar mobil, waktu muat berkurang drastis, meskipun masih jauh lebih lambat dibandingkan koneksi 4G atau 5G biasa.
Penting dicatat bahwa sinyal satelit tidak bisa menembus bangunan berat. Saat pengguna masuk ke dalam pub beratap jerami yang berusia 350 tahun, koneksi satelit langsung terputus total.
Baca Juga:
Keterbatasan Aplikasi yang Signifikan
Kelemahan utama dari layanan satelit 4G ini adalah pembatasan aplikasi yang bisa digunakan. Pembatasan ini tampaknya diterapkan di level sistem oleh ponsel, bukan oleh operator. Ponsel memperlakukan koneksi satelit sebagai fitur darurat, bukan sumber data yang stabil.
Aplikasi yang dapat diakses terbatas pada fungsi komunikasi dasar, navigasi, dan keselamatan. Pengguna hanya bisa menggunakan Google Maps, Google Find Hub, Messages, dan aplikasi cuaca. Aplikasi hiburan seperti media sosial, browser web, dan layanan streaming seperti Netflix tidak akan berfungsi dan akan menampilkan perilaku seolah tidak ada koneksi data.
Aplikasi cuaca mungkin tampak sebagai pilihan aneh, namun sangat penting bagi pengguna yang berada di alam terbuka tanpa kendaraan atau tempat berlindung. Informasi cuaca bisa menjadi penentu antara terjebak dalam badai atau menemukan tempat berlindung yang aman.
Sayangnya, aplikasi pihak ketiga yang mungkin berguna dalam situasi darurat, seperti aplikasi pemetaan alternatif, juga tidak berfungsi. Meskipun GPS tetap bisa digunakan tanpa data, aset peta yang tidak termuat atau kedaluwarsa bisa menjadi masalah serius.
Pengguna yang sering bepergian ke area terpencil mungkin juga tertarik dengan panduan alternatif untuk tetap terhubung saat offline.

Kesimpulan: Alat Cadangan yang Andal, Bukan Pengganti
Bagi pengguna yang tinggal di area tanpa sinyal seluler atau sering melewati titik buta, layanan satelit 4G dari operator bukanlah pengganti penuh untuk layanan seluler. Keterbatasan aplikasi yang bisa digunakan membuatnya tidak bisa menggantikan koneksi seluler biasa seperti halnya pengaturan Starlink lengkap untuk internet rumah.
Namun, layanan ini tetap jauh lebih baik daripada tidak memiliki akses internet sama sekali. Satelit 4G dari operator menjaga pengguna tetap terhubung ke aplikasi yang benar-benar dibutuhkan dalam situasi darurat. Intinya, pengguna akan selalu bisa menjangkau dunia luar jika sangat membutuhkannya.
Fakta bahwa akses satelit masih berfungsi di dalam mobil dan dapat memuat Google Maps menjadi keuntungan besar untuk navigasi di area dengan sedikit atau tanpa sinyal seluler. Dengan harga sekitar $4 per bulan dari O2 atau $10 per bulan dari T-Mobile, layanan ini menawarkan nilai tambah yang signifikan sebagai jaring pengaman komunikasi.
Bagi penggemar teknologi yang ingin memahami lebih dalam tentang inovasi terkini, teknologi baterai juga terus berkembang dengan temuan terbaru dari para ilmuwan.





Komentar
Belum ada komentar.