📑 Daftar Isi

Ilustrasi kemitraan Uber dan startup manajemen armada India Carrum Mobility dengan armada kendaraan di latar belakang

Uber Investasi 10 Juta Dolar AS di Startup Manajemen Armada India

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Uber menginvestasikan US$10 juta di Carrum Mobility dalam pendanaan Seri B
  • Valuasi Carrum naik menjadi ₹16 miliar (US$168 juta) dari sebelumnya ₹6 miliar
  • Carrum memiliki 5.100 kendaraan di 6 kota India dengan 18.000 pengemudi
  • Pendapatan tahunan Carrum mencapai ₹4,3 miliar (US$45 juta)
  • Carrum memasok kendaraan untuk Uber Go, Premier, dan Black di India
  • Perusahaan berencana menggandakan armada menjadi 11.000 kendaraan dalam 12 bulan
  • Carrum menargetkan menjadi mitra armada global Uber di masa depan

Telset.id – Uber menggelontorkan investasi senilai US$10 juta kepada startup manajemen armada asal India, Carrum Mobility, dalam pendanaan Seri B. Langkah ini menegaskan strategi raksasa ride-hailing tersebut untuk semakin mengandalkan operator armada besar dalam memasok kendaraan dan pengemudi di India.

Investasi terbaru ini membawa valuasi Carrum menjadi ₹16 miliar (sekitar US$168 juta) setelah pendanaan, naik signifikan dari valuasi ₹6 miliar (sekitar US$63 juta) pasca Uber mengucurkan US$7 juta pada Januari lalu. Karan Jain, pendiri sekaligus CEO Carrum, mengungkapkan bahwa Uber kini memiliki saham di kisaran “mid-teens” di perusahaannya.

Keputusan Uber untuk memperdalam investasi ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan premium yang membutuhkan kontrol ketat terhadap kendaraan dan standar layanan. Jain menegaskan bahwa layanan Uber Black di India beroperasi secara eksklusif melalui mitra armada.

Perjalanan Carrum Mobility dan Model Bisnisnya

Karan Jain bukanlah nama baru di industri otomotif India. Sebelum mendirikan Carrum pada 2024, ia merupakan konsultan McKinsey yang pernah mendirikan startup rental mobil Revv. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh marketplace otomotif India, CarDekho, pada 2023. CarDekho juga menjadi investor pertama Carrum dan tetap menjadi pendukung hingga saat ini.

Saat ini, Carrum memiliki sekitar 5.100 kendaraan yang tersebar di enam kota besar India, yaitu Bengaluru, Hyderabad, Mumbai, Pune, Delhi, dan Kolkata. Lebih dari 18.000 pengemudi telah bergabung dengan platform tersebut. Startup ini diklaim menghasilkan pendapatan tahunan sekitar ₹4,3 miliar (sekitar US$45 juta).

Model bisnis Carrum berbeda dengan pengemudi individu yang biasanya memiliki atau membiayai kendaraan sendiri. Operator seperti Carrum dapat menempatkan ribuan mobil di platform Uber sambil merekrut dan melatih pengemudi. Model ini dinilai semakin penting untuk layanan premium.

Kemitraan Strategis dengan Uber

Carrum memasok kendaraan untuk berbagai layanan Uber di India, mulai dari Uber Go untuk kelas entry-level, Premier, hingga premium Black. Sekitar 70% armada Carrum adalah hatchback untuk Uber Go, 10% sedan untuk layanan Premier, dan 20% SUV yang sebagian besar digunakan untuk Uber Black. Carrum tercatat sebagai mitra armada terbesar Uber untuk layanan Black di India.

Hubungan Uber dengan Carrum melampaui pengaturan komersial biasa. Kedua perusahaan saat ini tengah menggarap peluncuran produk baru dan merencanakan penambahan pasokan kendaraan ke platform Uber. Meskipun tidak eksklusif untuk Uber, Jain menyatakan startupnya saat ini tidak berniat memasok kendaraan ke platform ride-hailing pesaing.

Kinerja keuangan Carrum menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, startup ini membukukan pendapatan sekitar ₹2,33 miliar (sekitar US$24,5 juta), melonjak dari sekitar ₹620 juta (sekitar US$6,5 juta) tahun sebelumnya. Laba bersih juga naik menjadi sekitar ₹70 juta (sekitar US$736.000) dari ₹35 juta (sekitar US$368.000).

Carrum biasanya membiayai kendaraannya dengan utang, sambil mendanai sekitar 10% hingga 15% dari harga pembelian di muka. Biaya pinjaman perusahaan dikabarkan turun sekitar 40% selama setahun terakhir berkat neraca keuangan yang lebih kuat, profitabilitas, serta dukungan dari Uber.

Rencana ekspansi Carrum ke depan cukup ambisius. Dalam 12 bulan ke depan, startup ini berencana menggandakan lebih dari jumlah armadanya menjadi sekitar 11.000 kendaraan. Dana segar dari investasi Uber juga akan digunakan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak kota, memperkuat platform teknologi, dan merekrut karyawan baru seiring pertumbuhan bisnis.

Ambisi Carrum tidak berhenti di India. Jain menyatakan startupnya ingin menjadi mitra armada global untuk Uber. Namun, ia enggan mengungkapkan apakah kedua perusahaan telah membahas secara spesifik mengenai perluasan kemitraan di luar India.

Preferensi Uber terhadap operator armada disebut-sebut telah menjadi bagian dari strategi pasokan perusahaan di pasar lain. Hal ini sejalan dengan berbagai langkah Uber dalam mengembangkan layanan otonom dan efisiensi operasional, termasuk upaya peluncuran robotaxi di London serta kebijakan efisiensi internal perusahaan.

Dengan meningkatnya ketergantungan Uber pada mitra armada, investasi di Carrum menjadi sinyal jelas bahwa model bisnis ini akan terus menjadi tulang punggung operasional Uber di India, terutama untuk segmen layanan premium yang membutuhkan standar kualitas tinggi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.