📑 Daftar Isi

Logo Uber dan Delivery Hero dalam kesepakatan akuisisi senilai 15 miliar dolar AS

Uber Akuisisi Delivery Hero Rp 244 Triliun, Saham Direkomendasikan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Uber mendapat persetujuan dewan Delivery Hero untuk akuisisi senilai $15 miliar atau sekitar Rp 244 triliun
  • Dewan menilai harga tawaran "adil dan memadai" serta berpotensi mempercepat inovasi produk
  • Kesepakatan akan menggandakan jejak global Uber dan menciptakan platform pengiriman terbesar di luar China
  • Uber menetapkan ambang penerimaan minimum 50% plus satu saham Delivery Hero
  • Prosus setuju menjual 17% sahamnya di Delivery Hero sebagai bagian dari kesepakatan
  • Delivery Hero sebelumnya menjual bisnis di 14 pasar ke SSW Partners senilai $1,6 miliar
  • Akuisisi bagian dari tren konsolidasi industri, termasuk Getir ($335 juta), Foodpanda Taiwan ($600 juta), dan Deliveroo ($3,87 miliar)

Telset.id – Uber resmi mendapatkan persetujuan dewan direksi Delivery Hero atas tawaran akuisisi senilai $15 miliar atau sekitar Rp 244 triliun. Keputusan ini menjadi langkah besar yang akan membentuk salah satu platform pengiriman makanan terbesar di dunia.

Dewan pengawas dan manajemen Delivery Hero telah merekomendasikan para pemegang saham untuk menyetujui kesepakatan tersebut. Kedua dewan menilai bahwa tawaran dari Uber ini merupakan kepentingan terbaik bagi perusahaan, pemegang saham, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pernyataan resminya, dewan Delivery Hero juga menyebut harga yang ditawarkan Uber sebagai “adil dan memadai” serta memiliki “potensi untuk mempercepat inovasi produk”. Rekomendasi ini menjadi sinyal kuat bahwa proses akuisisi akan berjalan lancar.

Dampak Akuisisi Terhadap Posisi Uber

Jika kesepakatan ini disetujui, Uber akan menggandakan jejak globalnya. Platform pengiriman Uber berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di dunia di luar China. Posisi ini akan membuat Uber lebih siap bersaing dengan DoorDash dan Just Eat Takeaway di pasar internasional.

Uber sebelumnya telah menjadi pemegang saham terbesar di Delivery Hero. Perusahaan ride-hailing asal Amerika Serikat itu menetapkan ambang batas penerimaan minimum sebesar 50 persen plus satu saham dari total modal saham beredar Delivery Hero.

Langkah Uber mengakuisisi Delivery Hero ini merupakan bagian dari tren konsolidasi yang semakin masif di industri pengiriman makanan on-demand. Dalam 18 bulan terakhir, Uber juga sepakat mengakuisisi Getir yang berbasis di Turki dengan nilai $335 juta.

Selain Uber, Grab juga mengumumkan pembelian bisnis Foodpanda milik Delivery Hero di Taiwan senilai $600 juta secara tunai. Sementara itu, DoorDash sepakat membayar $3,87 miliar untuk mengakuisisi Deliveroo yang berbasis di Inggris.

Dukungan Pemegang Saham dan Proses Akuisisi

Prosus, pemegang saham besar lainnya di Delivery Hero, telah sepakat untuk menjual 17 persen sahamnya sebagai bagian dari kesepakatan ini. Dukungan dari Prosus ini memperkuat peluang keberhasilan akuisisi Uber atas Delivery Hero.

Sebelumnya, Delivery Hero juga telah menyetujui penjualan bisnisnya di 14 pasar di mana Uber Eats sudah beroperasi. Bisnis-bisnis tersebut akan dijual kepada SSW Partners, perusahaan investasi yang berbasis di New York, dengan nilai $1,6 miliar.

Penjualan bisnis di 14 pasar ini merupakan langkah strategis untuk menghindari tumpang tindih operasional antara Uber Eats dan Delivery Hero di pasar-pasar tersebut. Dengan demikian, integrasi kedua platform dapat berjalan lebih efisien.

Proses akuisisi ini diperkirakan akan memakan waktu mengingat kompleksitas transaksi lintas negara. Namun, dengan rekomendasi positif dari dewan direksi Delivery Hero dan dukungan dari pemegang saham utama, peluang penyelesaian kesepakatan ini terbuka lebar.

Kesepakatan Uber mengakuisisi Delivery Hero menjadi sorotan utama industri teknologi global. Konsolidasi yang terjadi di sektor pengiriman makanan menunjukkan bahwa persaingan semakin ketat dan hanya pemain dengan skala besar yang mampu bertahan.

Para analis industri memperkirakan bahwa akuisisi ini akan mengubah peta persaingan layanan pengiriman makanan global. Dengan penggabungan operasional Uber Eats dan Delivery Hero, perusahaan gabungan akan memiliki jangkauan pasar yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Bagi konsumen, akuisisi ini berpotensi membawa perubahan pada pilihan layanan pengiriman makanan. Namun, perubahan tersebut akan sangat bergantung pada bagaimana Uber mengintegrasikan platform Delivery Hero ke dalam ekosistemnya.

Keputusan final tetap berada di tangan para pemegang saham Delivery Hero yang akan memberikan suara mereka dalam waktu dekat. Hasil voting tersebut akan menentukan apakah kesepakatan senilai $15 miliar ini benar-benar terealisasi.

Jika berhasil, akuisisi ini akan menjadi salah satu transaksi terbesar di industri pengiriman makanan global. Uber tidak hanya akan memperkuat posisinya di pasar yang sudah ada, tetapi juga membuka akses ke pasar-pasar baru yang sebelumnya dikuasai Delivery Hero.

Tantangan integrasi pasca-akuisisi juga menjadi perhatian utama. Menggabungkan dua platform besar dengan budaya perusahaan berbeda bukanlah tugas mudah. Namun, pengalaman Uber dalam mengakuisisi dan mengintegrasikan berbagai perusahaan sebelumnya bisa menjadi modal berharga.

Ke depannya, persaingan di industri pengiriman makanan global akan semakin menarik untuk disimak. Dengan konsolidasi yang terus terjadi, peta persaingan dipastikan akan berubah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.