Twitter Blokir Pengguna di Bawah Umur

Telset.id,Jakarta – Sebagai upaya untuk mematuhi General Data Protection Regulation (GDPR), Twitter memblokir pengguna yang masih di bawah umur ketika mereka mendaftar, bahkan jika mereka sekarang berusia di atas 18 tahun.

Perusahaan memberlakukan penangguhan akun ini pada tanggal 25 Mei, pada hari ketika peraturan privasi yang baru diberlakukan. Twitter akan mengunci akun setiap pengguna yang tanggal kelahirannya menunjukan masih berusia di bawah 13 tahun pada saat membuat akun.

“Saya menerima pesan yang mengatakan akun saya sekarang terkunci, dan akan memerlukan izin orangtua untuk memproses data saya, atau akun saya akan dihapus,” kata seorang pengguna berusia 20 tahun, kepada Guardian.

Pengguna tersebut mendaftar akun Twitter pada tahun 2009 tanpa memasukkan ulang tahun, Namun, kemudian dia memasukkan usia palsu ketika Twitter menanyakan tambahan informasi itu, hingga akhirnya dia memperbarui hari ulang tahunnya yang sebenarnya.

Twitter menolak berkomentar mengenai kebijakan baru ini, namun sumber di perusahaan menegaskan bahwa sekarang perusahaan memiliki kebijakan untuk secara retroaktif mengunci akun yang dibuat oleh anak-anak. Sebab, saat ini Twitter belum memiliki fitur atau tool untuk memisahkan konten bagi anak berusia di bawah 13 denga konten bagi anak di atas 13 tahun.

Sumber dari Twitter menjelaskan, perusahaan telah memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk mematuhi GDPR adalah menangguhkan pengguna yang masih berusia di bawah 13 tahun ketika mereka mendaftar.

Namun jangan khawatir, kebijakan baru dari Twitter ini tidak akan memblokir pengguna secara permanen. Beberapa anak di atas 13 tahun telah melaporkan mampu memulihkan kembali ke akun mereka dengan cara berulang kali mengirimkan dokumen yang membuktikan usia mereka saat ini.

Baca juga: Strategi Baru Twitter Sukses Perangi Troll

Kebijakan ini menindaklanjuti persyaratan yang lebih kuat seputar perlindungan data untuk anak-anak sesuai diatur dalam GDPR. Itu berarti bahwa beberapa pengguna, tergantung pada lokasi, akan dapat memulihkan akses dengan izin orangtua.

Twitter tampaknya menjadi satu-satunya jejaring sosial yang telah menafsirkan GDPR dengan cara ini. Snapchat, Facebook, dan Instagram belum dapat memberikan tanggapan langsung terhadap pertanyaan tentang penerapan peraturan mereka sendiri.

Sumber: The Guardian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here