Trial LTE Ditolak, Axis: Operator Lain kok Boleh?

ilustrasi menara BTS 4G
ilustrasi menara BTS 4G

Jakarta – Kementerian Kominfo menolak permohonan operartor seluler Axis untuk trial jaringan seluler 4G berbasis teknologi Long Term Evolution (LTE) di area terbuka. Pihak Axis berharap Kominfo bisa meninjau ulang keputusan tersebut.

Axis sebelumnya telah mengumumkan akan melakukan trial LTE pada bulan April ini. Namun niat tersebut tak dapat terlaksa karena anak usaha Saudi Telecom ini tidak mengantongi izin dari pihak Kominfo.

“Axis memang sudah mengajukan permohonan, tapi ditolak karena harus menunggu penataan menyeluruh band 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz selesai dulu,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Rabu (17/4).

Gatot menuturkan, alasan penolakan itu disebabkan karena trial jaringan LTE yang diajukan Axis itu bisa mengganggu layanan operator lain, khususnya XL dan Telkomsel. Namun ia menampik anggapan bahwa Kominfo ‘menganakemaskan’ kedua operator tersebut.

“Bukannya kami menganakemaskan XL dan Telkomsel, tapi memang secara kebetulan saja waktu yang diajukan Axis tidak pas,” ucapnya menegaskan

Dia juga menyebutkan, jika dipaksakan pun Axis tidak akan sukses menggealar trial tersebut, malah bisa berakibat dikomplai oparator lain karena merasa ikut terganggu. “Kita hindari masalah aja,” tandas Gatot.

Seperti diketahui, saat ini Kominfo sedang membuat perencanaan penataan blok 3G di frekuensi 2,1 GHz, 1.800 MHz dan 900 MHz. Masalahnya, frekuensi 1.800 MHz yang ditempati Axis untuk trial termasuk dalam perencanaan tata ulang tersebut.

Trial LTE di 1.800 MHz yang akan dilakukan Axis diyakini dapat mengganggu layanan XL dan Telkomsel yang beroperasi di rentang frekuensi yang sama dengan Axis. Ditakutkan masalah akan timbul karena interferensi sinyal LTE yang lebih kuat.

“Frekuensinya XL di 1.800 MHz sangat kecil, cuma 7,5 MHz. Sementara Telkomsel punya 22,5 MHz, tapi terpisah di tiga tempat. Jadi soal masalah waktu saja yang tidak pas,” terang Gatot

Menanggapi penolakan tersebut, Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis mengatakan, pihaknya berharap Kominfo bisa mempertimbangkan penundaan ini, karena yang dilakukan hanya uji coba, belum komesial.

“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali soal penudaan ini. Karena trial serupa sebenarnya juga pernah dilakukan operator lain,” ujar Anita saat dihubungi telsetNews.

Ia mengungkapkan, pihaknya semula berencana menggelar trial LTE di dua kota, yakni Jakarta dan Jawa Barat, menggunakan infrastruktur jaringan base station Huawei dan handset milik Nokia.[HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0