telset

Transformasi Bisnis di Era Digital

Jakarta – Semakin meluasnya akses layanan data di Indonesia telah membuat semakin menjamurnya bisnis media digital. Untuk itu, para pelaku usaha media membutuhkan transformasi bisnis yang bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

“Di era digital seperti sekarang, dibutuhkan transformasi bisnis yang mengikuti perkembangan teknologi. Karena pertumbuhan teknologi itu sendiri telah menciptakan transformasi perilaku konsumen,” kata Budiasto Kusuma, Chief Marketing Officer PT Mitra Komunikasi Nusantara dalam diskusi ‘Trend Media Digital di Era Mobile Data’ di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (05/12).

Menurutnya para pelaku bisnis media harus cepat tanggap akan perkembangan ini. Ia pun mencontohkan usaha toko buku online Indobook yang dijalaninya adalah merupakan hasil respon mereka terhadap peluang yang dibutuhkan pasar.

Indobook disebutnya hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca dalam format digital. Konten yang ditawarkan sebenarnya sama seperti toko buku online yang menyediakan berbagai jenis buku dan majalah

“Kita (Indobook) bekerjasama dengan beberapa media cetak yang menyediakan majalah dalam versi digital untuk kami distribusikan,” jelasnya.

Ia mengaku pertumbuhan jumlah download Indobooks meningkat pesat. “Pertumbuhannya mencapai hampir 300%,” sebut Budiasto. “Setiap bulannya yang mendownload majalah di Indobook bisa mencapai 50 ribu download,” tambahnya.

Yang membedakan Indobook dengan toko buku digital lainnya adalah, Indobooks menyediakan voucher sebagai alat pembayaran untuk membeli majalah atau buku yang disediakan.

“Voucher itu untuk memudahkan para para pembeli. Karena mereka tidak perlu membayar dengan menggunakan kartu kredit untuk bisa membeli konten buku atau majalah di Indobooks,” pungkas Budiasto.

Diversifikasi usaha juga menjadi salah satu pilihan yang dilakukan pemain-pemain ‘incumbent’ di bisnis media. Situs berita online terbesar di Indonesia, Detikcom, menjadi salah satu contoh media yang sukses melakukan cara ini.

President Director yang juga merupakan pendiri Detikcom, Budiono Darsono mengatakan, saat ini pihaknya aktif melakukan diversifikasi usaha. Seperti misalnya mengembangkan Harian Detik, Majalah Detik, Majalah Male (Mata Lelaki), yang tersedia dalam format Android, iOS, dan PDF.

Pria yang akrab disapa BDI ini mengungkapkan, prospek bisnis media digital yang dikembangkan Detikcom terus menunjukan trend peningkatan yang sangat signifikan.

Untuk Majalah Detik sekarang sudah bisa mencapai 8500 download per edisi. Sementara Majalah Male bahkan bisa 300 ribu dowload per edisinya. “Padahal keduanya baru berjalan sekitar satu tahun, tapi responnya cukup bagus,” katanya.

Budiono juga meyakini perkembangan bisnis media digital di Indonesia akan semakin pesat karena pertumbuhan iklan di bisnis ini bisa lebih dari 100%. “Demand iklannya masih sangat tinggi. Tahun ini kami perkirakan pertumbuhannya bisa 120%,” ujarnya.

Ia bahkan menyebutkan, pendapatan iklan seluruh media cetak di Amerika Serikat di tahun 2012 ini masih kalah dibandingkan pendapatan iklan yang diraih Google. “Untuk Detikcom sendiri pendapatan dari iklan bisa rata-rata sekitar 20 miliar per bulan,” ungkap Budiono. [hbs]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0