Toko Aplikasi Mobile Raup USD 2,2 Milyar di Q1 2013

Google Play Store vs Apple App Store ilustrasi
Google Play Store vs Apple App Store ilustrasi

Jakarta – Banyak orang di seluruh dunia yang mulai bergantung pada perangkat mobile. Penggunaan perangkat mobile ternyata ikut mendorong jumlah unduhan aplikasi lewat toko aplikasi.

Aplikasi merupakan jantung dari platform. Para pemilik perangkat akan menyesuaikan aplikasi yang penting untuk mendukung prodiktivitasnya.

“Aplikasi memiliki dampak yang besar pada cara konsumen dalam menggunakan perangkat mobile, apa yang mereka nilai dan apa yang mereka harapkan dari ponsel dan tablet,” ujar Adam Daum, seorang analis dari lembaga survey Canalys.

Google Play, Apple App Store, Windows Phone Store, dan BlackBerry World merupakan empat toko aplikasi yang paling sering digunakan. Jika digabungkan, keempat toko online tersebut sanggup meraup pendapatan sebanyak USD 2,2 milyar dari jumlah download aplikasi per Q1 2013.

“Masing-masing toko aplikasi memiliki proposisi pasar yang berbeda untuk pengembang, dan masih menjadi outlet utama untuk menjangkau pengguna pada platform yang mereka layani,” jelas analis senior di Canalys, Tim Shepherd, seperti dikutip telsetNews dari Cnet, Selasa (9/4).

Namun diantara empat toko aplikasi itu, App Store memiliki potongan paling besar dengan market share sebesar 74 persen. Canalys mencatat, toko aplikasi milik Apple itu memiliki 3,4 milyar pengunduh secara global pada Q1 2013. Jumlah ini meningkat 11 persen dibandingkan total pengunduh di tahun 2012.

Developer ternama sekelas Rovio, Zynga, Electronict Arts (EA), dan Disney menyumbang setengah dari semua pendapatan yang diperoleh oleh aplikasi mobile. Keempat developer ini berhasil memanen keuntungan sebanyak USD 60 juta.[LKH/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0