šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi fitur kirim uang TikTok di direct message dengan ikon dompet digital

TikTok Siapkan Fitur Kirim Uang di DM, Saingi Venmo

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • TikTok mengembangkan fitur kirim uang antar pengguna melalui direct message (DM)
  • Fitur akan menggunakan layanan TikTok Pay yang sudah beroperasi di Asia Tenggara
  • Kode fitur ditemukan di aplikasi TikTok versi iPhone AS oleh Bloomberg
  • Penerima bisa "tap to accept" pembayaran, pengirim bisa menyertakan pesan ala Venmo
  • TikTok menyatakan fitur belum diuji, masih tahap pengembangan awal
  • TikTok juga ajukan izin ke bank sentral Brasil untuk layanan keuangan
  • Akan bersaing dengan Venmo, Zelle, dan X Money dari platform X

Telset.id – TikTok tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan pengguna saling mengirim uang melalui pesan langsung (DM). Jika dirilis, fitur ini akan memanfaatkan layanan TikTok Pay yang sudah tersedia di Asia Tenggara untuk pembayaran TikTok Shop.

Informasi ini terungkap dari laporan Bloomberg yang menemukan referensi fitur tersebut dalam kode tersembunyi di aplikasi TikTok versi iPhone Amerika Serikat saat ini. Kode tersebut mengindikasikan bahwa penerima dapat ā€œmengetuk untuk menerimaā€ pembayaran, sementara pengirim bisa menyertakan pesan dengan pembayaran mereka, mirip seperti Venmo.

Meski kode fitur sudah ditemukan, TikTok menyatakan kepada Bloomberg bahwa fitur ini belum sedang diuji. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan masih berada di tahap awal. Dengan status yang masih dalam pengembangan, belum diketahui kapan atau apakah TikTok akan merilis pembayaran peer-to-peer secara luas.

TikTok belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar TechCrunch. Langkah ini bukan pertama kalinya TikTok mencoba memperluas layanan keuangan. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa TikTok telah mengajukan aplikasi ke bank sentral Brasil untuk beroperasi sebagai perusahaan teknologi finansial yang menawarkan layanan pinjaman dan pembayaran.

Meskipun TikTok dikenal luas sebagai raksasa media sosial, platform ini secara bertahap telah berekspansi melampaui kategori tersebut berkat penambahan fitur seperti pencarian yang kuat, TikTok Shop, peta penemuan lokal, game, pemesanan hotel, dan lainnya. Dengan memperkenalkan pembayaran peer-to-peer, TikTok akan bersaing langsung dengan layanan seperti Venmo dan Zelle.

TikTok bukan satu-satunya jejaring sosial yang merambah layanan keuangan. X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, baru-baru ini meluncurkan X Money untuk memungkinkan pengguna saling mengirim uang.

Ekspansi TikTok ke Layanan Keuangan

Langkah TikTok mengembangkan fitur kirim uang di DM menunjukkan ambisi platform ini untuk memperkuat ekosistem transaksinya. TikTok Pay yang sudah beroperasi di Asia Tenggara untuk mendukung transaksi TikTok Shop menjadi fondasi yang memungkinkan pengembangan fitur baru ini. Pengguna yang sudah terbiasa bertransaksi melalui TikTok Shop kemungkinan akan lebih mudah beradaptasi dengan fitur kirim uang antar pengguna.

Pengembangan fitur ini juga menegaskan posisi TikTok yang tidak lagi sekadar platform hiburan. Berbagai layanan tambahan yang telah diluncurkan sebelumnya, termasuk pencarian yang mumpuni, peta penemuan lokal, hingga pemesanan hotel, menunjukkan bahwa TikTok serius membangun super-app ala platform digital Asia. Fitur pembayaran peer-to-peer akan melengkapi lanskap layanan tersebut dan memberikan alasan baru bagi pengguna untuk tetap berada di dalam aplikasi.

Potensi persaingan dengan Venmo dan Zelle menjadi konsekuensi langsung dari langkah ini. Kedua layanan tersebut sudah mapan di pasar Amerika Serikat dengan basis pengguna yang loyal. Namun, TikTok memiliki keunggulan berupa basis pengguna yang sangat besar dan waktu interaksi yang tinggi di dalam aplikasi. Integrasi pembayaran langsung di dalam DM dapat memberikan kemudahan yang tidak dimiliki pesaingnya.

Perlu dicatat bahwa TikTok juga telah mengajukan izin ke bank sentral Brasil untuk menjadi perusahaan teknologi finansial. Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi ke layanan keuangan bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Pasar Brasil yang besar dengan penetrasi media sosial yang tinggi menjadi target yang masuk akal untuk layanan pembayaran dan pinjaman.

Kompetisi Antar Platform Media Sosial

Langkah X meluncurkan X Money menegaskan tren bahwa platform media sosial semakin serius memasuki layanan keuangan. Kompetisi ini tidak hanya terjadi antara TikTok dengan layanan pembayaran tradisional, tetapi juga antar platform media sosial itu sendiri. Setiap platform berusaha menciptakan ekosistem yang lebih lengkap agar pengguna tidak perlu keluar aplikasi untuk berbagai kebutuhan.

Bagi pengguna, kehadiran fitur kirim uang di TikTok dapat memberikan kemudahan transaksi antar teman atau rekan tanpa harus berpindah aplikasi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan TikTok apakah fitur ini akan dirilis secara luas atau tidak. Mengingat fitur masih dalam tahap pengembangan awal, pengguna perlu menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.

Perkembangan fitur ini menjadi bagian dari transformasi TikTok yang semakin luas. Platform yang awalnya dikenal sebagai aplikasi video pendek kini merambah berbagai sektor, termasuk konten kolaborasi dengan layanan streaming dan pengembangan fitur-fitur sosial lainnya. Setiap langkah ekspansi ini membawa konsekuensi baru bagi pengguna dan industri secara keseluruhan.

Di sisi lain, TikTok juga menghadapi berbagai tantangan regulasi di berbagai negara. Isu perlindungan anak menjadi sorotan, termasuk gugatan terkait kematian anak yang melibatkan platform media sosial. Ekspansi ke layanan keuangan tentu akan menambah kompleksitas regulasi yang harus dihadapi perusahaan.

Meskipun demikian, tren platform media sosial yang merambah layanan keuangan tampaknya akan terus berlanjut. Keberhasilan TikTok Shop di Asia Tenggara menunjukkan bahwa pengguna bersedia bertransaksi di dalam aplikasi media sosial. Fitur kirim uang antar pengguna berpotensi memperluas kasus penggunaan tersebut ke ranah transaksi personal.

Belum ada kepastian kapan fitur ini akan tersedia untuk publik. TikTok juga belum memberikan komentar resmi mengenai timeline pengembangan. Yang jelas, kode fitur yang ditemukan menunjukkan bahwa perusahaan serius menggarap layanan ini. Pengguna yang tertarik dengan fitur ala TikTok dari berbagai platform perlu memantau perkembangan ini.

Pasar pembayaran peer-to-peer di Amerika Serikat didominasi oleh Venmo dan Zelle dengan jutaan pengguna aktif. Masuknya TikTok ke pasar ini akan menambah dinamika persaingan. Keunggulan TikTok terletak pada integrasi sosial yang kuat—pengguna dapat mengirim uang sambil tetap berinteraksi dalam percakapan yang sama, mirip dengan cara mereka berbagi konten atau pesan.

Keputusan TikTok untuk mengembangkan fitur ini juga menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap potensi monetisasi platform. Dengan semakin banyaknya layanan yang ditawarkan, TikTok berpotensi meningkatkan pendapatan per pengguna secara signifikan. Fitur pembayaran dapat menjadi pintu masuk bagi layanan keuangan lainnya di masa depan.

Bagi industri, langkah ini menegaskan bahwa batas antara platform media sosial dan layanan keuangan semakin kabur. Platform yang mampu mengintegrasikan layanan keuangan dengan pengalaman sosial yang mulus akan memiliki keunggulan kompetitif. TikTok tampaknya memahami hal ini dan bergerak cepat untuk mengamankan posisinya.

Meskipun masih dalam tahap awal, perkembangan fitur kirim uang di TikTok layak dipantau. Jika berhasil dirilis, fitur ini dapat mengubah cara pengguna bertransaksi di platform media sosial. Namun, semua masih bergantung pada keputusan TikTok dan kesiapan regulasi di berbagai pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.