Telset.id – Pemerintah Texas resmi menangguhkan 17 izin konstruksi proyek data center dan menonaktifkan portal web yang selama ini mengotomatiskan penerbitan izin baru. Langkah ini diambil setelah terungkap bahwa izin masih terus diterbitkan sebulan penuh meski Gubernur Greg Abbott telah meminta proses perizinan dihentikan pada September 2026.
Penonaktifan portal menjadi inti dari perkembangan terbaru ini. Portal bernama STEERS yang biasa digunakan untuk memberikan persetujuan konstruksi secara otomatis kini tidak dapat diakses. Pesan pada situs tersebut menyatakan bahwa aplikasi pengajuan elektronik TCEQ untuk otorisasi otomatis ditutup sementara agar seluruh permohonan diperiksa langsung oleh staf agensi guna menentukan apakah berkaitan dengan data center.
Permintaan penghentian izin baru sebenarnya sudah disampaikan Gubernur Abbott pada September 2026. Namun, menurut laporan 404 Media, kelompok pengawas FracTracker Alliance dan Public Citizen sama-sama menerbitkan laporan yang merinci lebih dari dua lusin izin yang tetap dikeluarkan untuk proyek data center di Texas. Temuan inilah yang memicu peninjauan ulang dan penutupan sementara portal otomatis tersebut.
Izin Stormwater dan Proyek OpenAI hingga Amazon
Seluruh 17 izin yang ditangguhkan merupakan izin konstruksi stormwater, yaitu proses yang membuat perusahaan konstruksi mengangkat dan meratakan permukaan tanah. Proses ini menjadi bagian vital dalam alur persetujuan semua proyek konstruksi di Texas, sehingga penangguhannya berdampak langsung pada kelanjutan pembangunan fisik.
Peneliti FracTracker, Sam Law, menyebut bahwa STEERS selama ini terus menyetujui proyek-proyek baru, termasuk proyek untuk OpenAI dan Amazon yang masuk melalui sistem tersebut pada awal pekan yang sama. Fakta bahwa tidak ada pihak yang berinisiatif menonaktifkan STEERS lebih dahulu menjadi sorotan dalam laporan tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Abbott menahan laju 1.800 proyek data center selama proses audit berlangsung. Kekhawatiran yang muncul mencakup penggunaan daya listrik, jumlah air yang akan dikonsumsi, serta dampak terhadap komunitas setempat. Dalam pernyataan resminya, Abbott menegaskan bahwa prioritas utama adalah melindungi keselamatan dan kualitas hidup warga Texas.
“Any project that fails to comply with the requirements set forth by the PUCT and ERCOT, and by state law, must be denied connection to the Texas grid. Simply put, Texans must come first,” tulis Abbott dalam pernyataan yang disampaikan saat itu. Pernyataan ini menegaskan bahwa proyek yang tidak memenuhi ketentuan PUCT, ERCOT, dan hukum negara bagian tidak akan mendapat koneksi ke jaringan listrik Texas.
Baca Juga:
Gelombang Pembatasan Data Center di Amerika Serikat
Situasi di Texas menyusul langkah New York yang memberlakukan larangan selama satu tahun terhadap proyek data center berkapasitas lebih dari 50 megawatt. Larangan itu mulai berlaku pada tahun ini setelah Undang-Undang Responsible Data Center Development Act ditandatangani sebagai Senate Bill S10642 oleh Gubernur New York Kathy Hochul pada Juli. Perubahan sikap terhadap data center ini disebut tengah menguat di Amerika Serikat.
Pada Juli 2025, Presiden Trump mengumumkan “AI Action Plan” untuk mempercepat adopsi perangkat AI dan pembangunan infrastruktur. Namun pada Oktober 2026, ia mengumumkan mandat yang mewajibkan data center AI membayar dividen kepada komunitas setempat. Di Northern Virginia, Amazon menyerah pada tekanan komunitas terhadap rencana pembangunan empat data center baru, bahkan menawarkan tanahnya untuk perumahan.

Meski fokus pada perangkat AI terus mendorong permintaan kapasitas dan jumlah data center, komunitas dan pejabat lokal semakin khawatir terhadap dampaknya. Kelangkaan air dan deforestasi menjadi isu utama yang memengaruhi komunitas di lokasi data center, begitu pula kenaikan biaya energi. Ketegangan antara percepatan infrastruktur AI dan keberlanjutan lingkungan inilah yang kini menentukan arah kebijakan di berbagai negara bagian.
Bagi industri, penangguhan 17 izin dan penutupan sementara STEERS menjadi sinyal bahwa pengawasan perizinan di Texas kini beralih dari otomatis menjadi pemeriksaan manual oleh staf agensi. Proyek yang belum memperoleh izin stormwater harus menunggu hasil peninjauan, sementara proyek yang izinnya telah ditangguhkan menghadapi ketidakpastian jadwal konstruksi.

Perkembangan di Texas ini juga menambah panjang daftar hambatan yang dihadapi ekosistem AI di Amerika Serikat. Dari audit 1.800 proyek hingga larangan di New York, tekanan terhadap data center tidak lagi hanya soal kapasitas listrik, tetapi juga penerimaan publik dan kepatuhan terhadap proses perizinan. Penutupan STEERS menegaskan bahwa jalur otomatis yang mempermudah pembangunan kini ditutup, dan setiap permohonan harus melewati pemeriksaan staf secara langsung.
[Image: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/D78oH2muZWpuk28JerWPUW.jpg | Alt: “Texas Gov. Greg Abbott speaking on a podium”]





Komentar
Belum ada komentar.