Home NEWS INTERNET Tesla Menangkan Kasus Pencurian Data oleh Eks Karyawan

Tesla Menangkan Kasus Pencurian Data oleh Eks Karyawan

Nilai saham Tesla

Telset.id, Jakarta – Tesla memenangkan kasus atas mantan karyawannya yang dipecat karena kasus pencurian data, yakni dengan meretas dan mentransfer data tersebut perusahaan ke pihak ketiga. Hal itu terungkap dari dokumen pengadilan.

Tesla telah mengajukan gugatan terhadap Martin Tripp, yang sebelumnya bekerja di Gigafactory di Nevada, pada 2018. Tergugat menulis perangkat lunak yang meretas sistem operasi manufaktur milik Tesla.

Tripp mentransfer beberapa gigabyte data ke pihak ketiga dan membuat klaim palsu ke media. Pengadilan distrik AS di Nevada akan mengabulkan mosi Tesla untuk menyegel kasus dengan alasan cukup kuat.

{Baca juga: Eks Insinyur Google Didakwa Curi Rahasia Mobil Otonom}

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset.id, pengadilan juga menolak mosi Tripp untuk mengajukan balasan tambahan dengan alasan “tidak perlu”. Bagaimana komentar mereka?

Tesla, Tripp, dan firma hukum yang memimpin kasus tersebut  tidak segera menanggapi ketika Reuters menghubungi guna meminta konfirmasi terkait kasus yang bergulir di pengadilan distrik Paman Sam.

Pada Juni 2018 lalu, Tesla menggungat Tripp dengan tuntutan senilai USD 1 juta. Tripp dituduh telah membocorkan informasi dengan maksud melakukan sabotase terhadap Tesla. Tripp meretas informasi Tesla.

Tindakan manajemen Tesla tak membuat Tripp keder. Ia justru mengungkap fakta resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS,menyatakan bahwa Tesla menyesatkan investor dan membahayakan pelanggan.

{Baca juga: Mantan Karyawan Curi Data, Tesla Minta Bantuan Apple}

Ngomong-ngomong soal kasus pencurian data di Tesla, sebelumnya mantan insinyur perusahaan bernama Guangzhi Cao juga pernah disebut mencuri data rahasia perusahaan. Data tersebut berisi sistem otopilot mobil listrik garapan perusahaan milik Elon Musk.

Beruntung, Tesla segera mengatahuinya. Pihak perusahaan pun mencoba berbagai cara guna menemukan data rahasia itu. Menurut Bloomberg, Tesla sampai mencari data tersebut di layanan iCloud milik Apple. [SN/IF]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here