Temukan Bug Tesla Model 3, Dua hacker Diganjar Mobil Baru

Telset.id, Jakarta – Richard Zhu dan Amat Cam berhak membawa pulang mobil Tesla Model 3. Dua hacker tersebut menjuarai kompetisi Pwn2Own setelah berhasil menunjukkan lubang keamanan atau bug Tesla Model 3.

Menurut laporan TechRadar, dikutip Telset.id, Senin (25/03/2019), selain membawa pulang mobil listrik buatan perusahaan Elon Musk, Richard Zhu dan Amat Cam menerima pula uang tunai senilai USD 375 ribu atau sekira Rp 5,3 miliar.

Pwn2Own adalah kompetisi tahunan terkait peretasan yang diadakan oleh Zero Day Initiative (ZDI) milik Trend Micro. Sejak mengadakan Pwn2Own pada 12 tahun lalu, ZDI telah memberikan hadiah senilai total USD 4 juta atau Rp 57 miliar.

{Baca juga: Sepanjang Tahun Lalu, Penemu Bug Google Diganjar Rp 47,6 Miliar}

Richard Zhu dan Amat Cam selama ini dikenal sebagai tim Fluoroacetate. Mereka berhasil mendemonstrasikan penelitian di browser internet Tesla Model 3. Hal itu dilakukan hanya beberapa menit setelah mereka memasuki mobil tersebut.

Informasi menyebut, mereka menggunakan bug JIT untuk menampilkan pesan yang diinginkan. Bug JIT atau just-in-time bisa digunakan untuk mengacuhkan memori pengacakan data yang biasanya untuk melindungi informasi rahasia.

{Baca juga: Tesla Bantah Pabriknya Dipasok Produsen Baterai Asal China}

Tesla pun berjanji akan merilis pembaruan guna menutup celah keamanan itu sebelum dimanfaatkan oleh para peretas. Tesla berterima kasih kepada peneliti yang telah menemukan celah keamanan di mobil listrik Model 3.

“Kami menyertakan Tesla Model 3 ke kompetisi Pwn2Own untuk memanfaatkan jasa para peneliti keamanan terbaik di dunia. Kami berharap bisa mendapatkan masukan dari mereka. Faktanya, Tesla Model 3 masih punya kelemahan,” kata Tesla. (SN/FHP)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0