Telkomsel Klaim Maksimalkan Jaringan 3G dengan Femtocell

Jakarta – Telkomsel mengklaim telah melakukan uji coba implementasi jaringan 3G secara maksimal melalui Femtocell di 2011 lalu. Femtocell adalah stasiun pemancar selular kecil (Mini BTS 3G), beroperasi di spektrum berlisensi yang dirancang untuk digunakan di rumah atau perusahaan kecil dan menengah.

Femtocell adalah sebuah perangkat jaringan yang berbasis teknologi 3G untuk memperluas Coverage di dalam bangunan, sehingga mendapatkan akses komunikasi tak terbatas, terang Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division Telkomsel dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (23/3).

Penggunaan Femtocell, kata Indra, dilakukan pada area Residential seperti perumahan, High Rise Building, apartemen dan lainnya, juga di daerah Central Business District, untuk mempercepat akses komunikasi bisnis (Enterprise Segment).

Perangkat ini menggunakan jaringan Broadband Telkomsel, melalui Digital Subscriber Line (xDSL) atau Hybrid Fiber Coaxial (TV Kabel), yang mendukung 2 sampai 4 ponsel aktif dalam pengaturan Residential, dan 8 hingga 32 ponsel aktif dalam pengaturan Enterprise.

Femtocell diklaim dapat meningkatkan kualitas jaringan yang dihasilkan ketika berada dalam rumah/bangunan. Pelanggan dapat menginstal Mini BTS 3G ini, sekaligus mengoperasikannya sendiri secara langsung serta mendapatkan kecepatan akses yang diinginkan.

Untuk memaksimalkan Deployment konvergensi perangkat 3G makro dengan Femtocell (3G mikro), Telkomsel membutuhkan penambahan bandwidth frekuensi karena apabila hanya mengandalkan frekuensi existing maka akan ada potensi gangguan pada 3G makro yang ada, terangnya.

Indra berharap, dengan penambahan kanal frekuensi 3G, Telkomsel akan dapat memaksimalkan inovasi teknologi telekomunikasi dalam  memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin besar.

Ironisnya, peningkatan kualitas layanan yang digembar-gemborkan ini seperti hanya di atas kertas saja. Pasalnya, kenyataan di lapangan justru sebaliknya, karena jaringan Telkomsel kini justru banyak dikeluhkan pelanggan.

Jika diibaratkan, sinyal Telkomsel itu bagaikan siluman, antara ada dan tiada™. Jangankan 3G, untuk dapat 2G aja susah mas, keluh Anas, salah seorang pengguna layanan Telkomsel kepada Telset, di Jakarta akhir pekan lalu. [hbs]

Previous articleCari Talenta Muda, XL Gelar ’‘Axiata Cup’™
Next articleMicrosoft dan Nokia Tanamkan 18 Juta Euro di Aalto University

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here