Telkom Flexi Jajaki Konsolidasi StarOne

Jakarta – Setelah rencana konsolidasi dengan Esia milik Bakrie Telecom kandas ditengah jalan, kini PT Telkom mulai melirik salah satu anak usaha Indosat, StarOne, untuk menjajaki kemungkinan berkonsolidasi.

Rencana ke arah tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PT Telkom, Rinaldi Firmansyah. Menurutnya, saat ini industri telekomunikasi di Indonesia sudah mulai jenuh, oleh sebab itu, konsolidasi antar operator bisa menjadi pilihan terbaik untuk efisiensi.

Kalau ditanya apakah kita (Telkom, red) tertarik konsolidasi dengan StarOne, jawabnya jelas tertarik, tegas Rinaldi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/3). Dengan konsolidasi itu, lanjut Rinaldi, kita bisa melakukan efisiensi di berbagai bidang.

Menurutnya, dengan adanya 11 operator yang beroperasi saat ini, dan dengan tingkat penetrasi industri sekitar 80 persen dari jumlah populasi 240 juta jiwa, konsolidasi pasti tidak bisa dihindarkan. Cepat atau lambat konsolidasi pasti akan terjadi di Indonesia, ujarnya.

Konsolidasi yang dilakukan itu, menurut Rinaldi, bisa memangkas biaya operasi dibeberapa sektor, misalnya dari sisi pemasaran dan operasi jaringan telekomunikasi. Konsolidasi yang dilakukan diharapkan justru bisa membantu operator meningkatkan layanannya, pungkas dia.

Saat ditanya sudah sejauh mana pendekatan dengan pihak StarOne, Rinaldi mengatakan sebenarnya pembicaraan sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Sebelum dengan Esia, kita sebenarnya sudah lebih dulu melakukan penjajakan dengan StarOne, terang Rinaldi.

Sementara itu, Direktur Utama Indosat Harry Sasongko mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum ada rencana aksi korporasi. Untuk tahun ini, kita belum ada rencana melepas StarOne, kata Rinaldi. Belum ada pembicaraan ke arah sana, tambahnya.

Sebelumnya, PT Telkom diberitakan berencana akan berkonsolidasi dengan Bakrie Telcom sebagai operator layanan CDMA, Esia. Disebutkan, apabila kedua operaror CDMA tersebut berkonsolidasi akan bisa menggaet pelanggan sekitar 30 juta pelanggan. Namun karena terjadi penolakan dari pihak Sekar Telkom, maka rencana tersebut akhirnya meredup. [hbs]{jcomments on}

Previous articleGoogle Luncurkan Voice Mobile Berbahasa Indonesia
Next articleGoogle Akuisisi Green Parrot Pictures demi YouTube

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here