TBIG

TBIG Siap Kucurkan Rp 1,5 Triliun untuk Buyback Saham

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Para pemegang saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akhirnya menyetujui untuk menarik kembali saham treasuri sebanyak 265.126.310 saham atau 5.53% dari modal yang ditempatkan serta disetor penuh. Persetujuan tersebut merupakan komitmen dari TBIG untuk meningkatkan nilai pemegang saham.

ā€œKami terus fokus pada peningkatan imbal hasil untuk pemegang saham dan telah mendistribusikan Rp 592 miliar melalui pembayaran dividen tahun ini, ā€ ucapĀ Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG.

Selain itu, para pemegang juga telah menyetujui pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 236.000.000 saham melalui Bursa Efek Indonesia atau sekitar 5% dari saham yang dikeluarkan.Ā TBIG sendiri mengeluarkan dana Rp 1,5 triliun untukĀ buyback saham tersebut, termasuk biaya transaksi, pedagang perantara, dan biaya lainnya.

Sementara itu, menurut Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG menyatakan bahwa dengan adanya penarikan kembali saham treasuri, sama sekali tidak berdampak pada kemampuan perseroan untuk membayar kreditur. Hal tersebut terjadi karena transaksi yang dilakukan merupakan transaksiĀ non-cash.

Selain mengumumkan akan membeli saham kembali di Bursa Efek Indonesia, TBIG juga melaporkan pendapatan dan Ā EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amoritization) selama enam bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2016 masing-masing Rp 1.818 miliar dan Rp 1.579 miliar. Bila pendapatan tersebut dihitung dalam setahun, maka total pendapatan dan EBITDA masing-masing akan mencapai Rp 3.666 miliar dan Rp 3.178 miliar.

TBIG juga mengumumkan bahwa per 30 Juni 2016, mereka memiliki 20.969 penyewaan dan 13.067 site telekomunikasi.Ā Site telekomunikasi yang dimiliki Perseroan sendiri terdiri dari 12.070 menara telekomunikasi, 931Ā shelter-only, dan 66 jaringan DAS.

Sedangkan untuk angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 19.972, sehingga rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,65.

ā€œKami bangga untuk mengumumkan pencapaian yang baik di kuartal ini di mana kami melihat pertumbuhan signifikan atas permintaan menara dan kolokasi dari pelanggan kami,ā€ jelas Hardi.Ā (FHP)