Roket Starship SpaceX meluncur ke angkasa

Spacex Uji Spektrum EchoStar untuk Satelit Direct-to-Cell Generasi Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX memulai pengujian spektrum EchoStar (AWS-3, AWS-H Block, 2 GHz MSS) untuk satelit direct-to-cell
  • Akuisisi spektrum disetujui Mei 2026, menunjukkan urgensi tinggi Elon Musk
  • Satelit V2 mendukung data broadband, IoT, dan konektivitas 5G penuh setara LTE
  • SpaceX peroleh 40 MHz AWS-4, 10 MHz AWS-H Block, 15 MHz AWS-3 unpaired dari EchoStar
  • Qualcomm kirim modem X105 5G Modem-RF mulai paruh kedua 2026
  • Satelit V2 akan ditempatkan pada 2027 menggunakan roket Starship
  • Sistem baru menjanjikan konektivitas di dalam gedung
  • Posisi SpaceX sebagai pemain paling penting di segmen direct-to-cell semakin kuat

Telset.id – SpaceX memulai pengujian spektrum yang baru diakuisisi dari EchoStar untuk mendukung satelit direct-to-cell generasi berikutnya. Langkah ini memperkuat posisi SpaceX sebagai pemain paling penting di segmen konektivitas seluler langsung ke satelit.

Pengujian ini mencakup spektrum AWS-3 unpaired, AWS-H Block, dan 2 GHz MSS, sebagaimana tercantum dalam pengajuan terbaru ke Federal Communications Commission (FCC). Akuisisi spektrum dari EchoStar baru saja disetujui pada Mei 2026, menunjukkan urgensi tinggi yang menjadi ciri khas CEO Elon Musk.

Spacex tengah menguji satelit V2 direct-to-cell menggunakan spektrum EchoStar. Satelit generasi baru ini mendukung data broadband dan konektivitas IoT, melampaui kemampuan pengiriman teks dan data ringan yang ada saat ini.

SpaceX memperoleh 40 MHz spektrum AWS-4, 10 MHz AWS-H Block, dan 15 MHz spektrum AWS-3 unpaired dari EchoStar, ditambah dua lisensi yang dimenangkan dalam lelang AWS-3 baru-baru ini. Ponsel yang mendukung frekuensi ini diperkirakan mulai hadir akhir tahun ini atau tahun depan.

Satelit V2 akan memanfaatkan sepenuhnya spektrum EchoStar untuk memberikan pengalaman setara dengan LTE. Di sebagian besar lingkungan, ini akan memungkinkan konektivitas 5G penuh dengan pengalaman yang sebanding dengan layanan LTE terrestrial saat ini, yang akan digunakan dalam kemitraan dengan Mobile Network Operators untuk melengkapi jaringan 5G terrestrial berkapasitas tinggi.

Baca Juga:

SpaceX bekerja sama dengan produsen ponsel untuk menambahkan dukungan frekuensi ini. Qualcomm memimpin dengan mengirimkan modem X105 5G Modem-RF mulai paruh kedua 2026. Namun, SpaceX baru akan mulai menempatkan satelit V2 pada 2027 menggunakan roket Starship.

Sistem generasi saat ini (V1) membutuhkan pandangan langit yang jelas, sedangkan sistem generasi berikutnya menjanjikan dapat bekerja di dalam gedung. Meskipun klaim ini masih perlu dibuktikan, perkembangan ini menandai lompatan signifikan dalam teknologi direct-to-cell.

Musk mengakui bahwa SpaceX tidak akan segera mengalahkan operator seluler karena kepemilikan spektrum mereka yang masif. Namun, tujuan akhir Starlink Mobile adalah menjangkau lebih banyak pelanggan. SpaceX juga baru-baru ini menyatakan keinginan untuk membangun jaringan terrestrial sendiri, dan ada spekulasi tentang kemungkinan kerja sama dengan Charter.

Yang terpenting, penguasaan spektrum dan satelit generasi berikutnya ini mengukuhkan posisi SpaceX sebagai pemain paling penting di segmen direct-to-cell. Langkah ini juga menjadi peringatan bagi AT&T, T-Mobile, dan Verizon bahwa persaingan di pasar konektivitas seluler akan semakin ketat.

Dengan pengujian yang sudah dimulai, SpaceX menunjukkan keseriusannya dalam merevolusi cara kita terhubung ke jaringan seluler, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada infrastruktur terrestrial tradisional.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.