Siap-siap, Xiaomi Akan Serbu Pasar Eropa dan Indonesia

Telset.id, Jakarta – Xiaomi akan menyerbu pasar Eropa dan Indonesia setelah meraup modal segar senilai US $ 6,1 miliar atau sekitar Rp 85 triliun dari hasil dari penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong baru-baru ini.

Sebelumnya, perusahaan ini menawarkan US $ 2,18 miliar atau sekitar Rp 39 triliun sahamnya pada harga HK $ 17- HK $ 22 atau Rp 30.500-39.400 per saham dalam upaya untuk meningkatkan modalnya. Namun perolehan IPO jauh lebih kecil dari target US $ 10 miliar atau setara Rp 140 triliun karena perang perdagangan yang meningkat antara China dan AS meredam sentimen investor, seperti dilansir channelnewsasia.com, Sabtu (23/6/2018).

Namun pada konferensi pers di Hong Kong pada hari Sabtu, para pendiri perusahaan itu menjadi optimis tentang prospeknya, yang menjadi tanda rencana ekspansi internasional Xiaomi di Eropa dan Asia Tenggara.

“Seseorang bertanya apakah Xiaomi (akan) hanya berkembang di negara berkembang? Tahun lalu kami mulai memasuki pasar Eropa dan kami menyadari kami memiliki banyak Mi fans di Eropa,” kata Pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun.

Perusahaan akan menginvestasikan sekitar HK $ 8,3 miliar atau sekitar Rp 14 triliun dari hasil IPO untuk meningkatkan kehadirannya di pasar luar negeri termasuk Spanyol, Rusia dan Indonesia.

Produsen smartphone murah tapi berkualitas tinggi di China ini telah berusaha untuk melangkah ke Eropa, dengan membuka toko andalannya yang pertama di Paris baru baru ini. Langkah ini dilakukan untuk menyiasati pasar domestik China yang telah mencapai titik jenuh.

“Kami berencana untuk menuju pasar Amerika dan akan menemukan waktu yang tepat untuk memasukinya. Xiaomi sangat optimis tentang perkembangan perdagangan China-AS, karena setiap entitas ekonomi mengandalkan satu sama lain,” imbuh Co-founder dan wakil presiden senior Xiaomi, Wang Chuan.

Xiaomi didirikan pada 2010 oleh pengusaha Lei Jun. Perusahaan asal Beijing ini awalnya tumbuh di Zhongguancun, Silikon Valley-nya Cina dan berhasil menjadi vendor smartphone terbesar keempat di dunia pada akhir tahun lalu, melansir International Data Corp (IDC).

Setidaknya 28 juta smartphone dikirimkan produsen ponsel papan atas China ini ke seluruh dunia dari Januari hingga Maret, atau melonjak 88 persen dari tahun ke tahun.

Lei mengatakan bahwa Xiaomi adalah perusahaan spesies baru, dengan model bisnis triathlon yang unik karena menggabungkan perangkat keras, internet dan layanan e-commerce, meskipun 70 persen dari pendapatannya berasal dari penjualan smartphone.

“Saya setuju pasar smartphone dalam 10 tahun mendatang akan tumbuh perlahan. Tapi tetap saja, ini adalah pasar raksasa,” kata Lei. [WS/IF].

Sumber: Channelnewsasia

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0