Ribuan Amazon Go akan Dibangun, Walmart dkk Terancam

Gerai Amazon Go

Telset.id, Jakarta – Amazon berencana membuka 3000 gerai Amazon Go di tahun 2021 mendatang. Pembangunan toko ritel tanpa kasir ini dianggap sebagai langkah agresif dari Amazon sejak pihaknya mengakuisisi Whole Foods di tahun 2016 lalu.

Dilansir dari The Verge, Kamis (20/09/2018), ambisi Amazon ini tampaknya melebihi rencana awal mereka. Sebab, pada awalnya Amazon tampak hati-hati dalam pengembangkan toko ritel canggih tersebut.

Sejak peluncuran Amazon Go pertama di Seattle, Amerika Serikat pada tahun 2016, raksasa e-commerce ini baru meluncurkan Amazon Go kedua pada bulan lalu di kota yang sama, dan satu toko lainnya di kawasan Chicago. Tapi sekarang, Amazon seperti percaya diri bisa membangun 3.000 toko di tahun 2021.

Baca Juga: Amazon Perbanyak Toko Tanpa Kasir di Amerika Serikat

Amazon sendiri di tahun ini berencana untuk membuka 10 gerai Amazon Go. Setelah itu, mereka akan merambah 50 lokasi di kota-kota besar lainnya di tahun depan, sebelum akhirnya mengejar target 3.000 gerai Amazon Go di tahun 2021 mendatang.

Rencana Amazon tersebut sepertinya langsung “mengusik” sejumlah brand toko ritel lainnya seperti Kroger, toko ritel yang menjual minuman keras seperti CVS dan 7-Eleven, hingga toko ritel besar seperti Walmart dan Target. Buktinya, saham Walmart dan Target dilaporkan turun setelah isu terkait rencana Amazon muncul ke permukaan.

Baca Juga : Fitur Ini Bisa Hubungkan Echo dengan Jam Weker 

Ada beberapa sebabnya, salah satunya adalah kemungkinan para konsumen beralih untuk mencari sensasi baru berbelanja di Amazon Go. Bahkan jika nantinya toko ritel tersebut sudah muncul di pusat-pusat metropolitan Amerika maka CVS dan 7-Eleven pun harus bersiap mengatasi ancaman dari Amazon Go.

Sekedar informasi, Amazon Go merupakan toko ritel yang menggunakan sensor dan perangkat lunak otomatis. Tujuannya agar pengunjung dapat membeli barang dengan mudah tanpa berinteraksi dengan karyawan manusia di meja kasir.

Baca Juga: Skandal Suap di Amazon Terungkap, Data Pelanggan Terancam

Yang harus dilakukan pelanggan adalah mengunduh aplikasi Amazon di smartphone mereka. Setelah melakukan login, akun tersebut akan dipindai oleh sensor yang berada di pintu masuk toko.

Setelah masuk ke toko, sensor akan mencatat secara otomatis apa saja barang yang dibeli. Pembayaran pun tanpa melalui kasir. Ketika data barang sudah masuk ke akun Amazon maka konsumen akan tahu biaya pembayarannya. (NM/FHP)

Previous articleAlibaba Batal Buka 1 Juta Lowongan Pekerjaan, Kenapa?
Next articleREVIEW SAMSUNG GALAXY NOTE 9 INDONESIA: Masih Layak Beli?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here