Kominfo Investigasi Kasus Pembakaran Tower Palapa Ring Timur

Dirut BAKTI Kominfo, Anang Latif (Foto : Telset)

Telset.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) akan melakukan investigasi mengenai pembakaran Tower B4 dan B5 Palapa Ring Paket Timur yang terjadi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI Kominfo) Anang Latif mengatakan bahwa pemerintah mengambil dua langkah dalam kasus pembakaran tower ini.

Pertama, Kominfo akan melakukan investigasi mengenai kasus pembakaran tower Palapa Ring Timur. Investigasi bertujuan untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif mereka terkait pembakaran infrastruktur telekomunikasi tersebut.

{Baca juga: Kominfo Panggil WhatsApp, Bahas Perlindungan Data Pengguna}

“Untuk menghadapi musibah ini, Kominfo akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas pelaku dan motif pembakaran,” tutur Anang, dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Kominfo, Senin (11/01/2021).

Langkah kedua, lanjut Anang, Kominfo akan berupaya menjaga konektivitas di wilayah terdampak. Caranya dengan menggunakan satelit Very Small Aperture Terminal (VSAT) untuk menjaga kualitas layanan di Kota Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

“Kami tetap berkomitmen mengupayakan backup konektivitas di wilayah terdampak dengan menggunakan teknologi lain, yakni satelit (VSAT), untuk melayani Kota Ilaga,” jelas Anang.

Selain itu, Kominfo akan mempererat sinergi dengan aparat keamanan di antaranya TNI dan Polri, serta pemerintah daerah setempat supaya kejadian serupa tidak berulang kembali.

“Pembangunan untuk kepentingan masyarakat perlu dijamin keamanannya. Apalagi percepatan transformasi digital saat ini sedang menjadi fokus pemerintah, yang salah satunya mencakup pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua,” ujarnya.

Foto pembakaran Tower B4 dan B5 Palapa Ring Timur di Puncak, Papua (Foto : Antara)

Anang Latif menyatakan, program pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas Kementerian Kominfo hingga tahun 2024.

“Kami berharap, demi kepentingan bersama, seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga apa yang sudah kita bangun,” kata Anang berharap.

“Dengan terbangunnya infrastruktur digital yang mumpuni dan merata, kita semua dapat menutup digital gap sehingga muncul talenta-talenta digital baru di Indonesia dari tanah Papua,” tandasnya lagi.

Kronologi Kasus Pembakaran

Pada kesempatan tersebut Anang juga menjelaskan kronologi kasus pembakaran infrastruktur microwave Palapa Ring, tower site B4 dan B5 Palapa Ring Paket Timur yang terjadi di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Menurut Anang, BAKTI Kominfo menerima laporan mengenai pembakaran pada Sabtu (09/01/2021). Masih berdasarkan laporan yang diterima, identitas pembakar tidak diketahui serta motif pembakaran juga masih misterius.

“Pada hari Sabtu, 9 Januari 2021, BAKTI menerima laporan bahwa infrastruktur microwave Palapa Ring, tower B4 dan B5 yang berlokasi di Kabupaten Puncak, Papua, dibakar oleh pihak yang masih belum diketahui identitas serta motifnya,” jelas Anang.

{Baca juga: Kominfo Mulai Sapu Bersih Konten Terkait FPI di Internet}

Dampak dari pembakaran ini cukup fatal. Setelah Tim Palapa Ring Paket Timur mengecek ke kedua tower hasilnya pembakaran tower membuat jaringan Palapa Ring di Kota Ilaga yang merupakan ibu kota Kabupaten Puncak itu terputus.

“Akibat dari terbakarnya kedua tower microwave ini, jaringan Palapa Ring di Kota Ilaga, Ibukota Kabupaten Puncak terputus,” sambung Anang.

Hingga kini belum diketahui siapa pelaku pembakaran tower microwave Palapa Ring Paket Timur. Diharapkan investigasi dapat berjalan lancar sehingga pelaku bisa diketahui dan ditangkap.

Simak video lokasi pembakaran Tower Palapa Ring Timur di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua:

Previous articlePendukung Donald Trump Ramai-ramai Tinggalkan Twitter
Next article6 Hal Menarik di CES 2021 yang Serba Virtual

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here