πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi tes kecepatan internet rumah dengan hasil 587 Mbps pada speedometer digital

Kecepatan Internet Rumah yang Baik dan Cara Mengukurnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Kecepatan internet terdiri dari download, upload, dan ping yang diukur dalam Mbps dengan 8 bit per byte
  • Standar minimum 100 Mbps untuk 1-2 orang, 300 Mbps untuk keluarga besar atau pekerja rumahan
  • Netflix butuh 5 Mbps untuk 1080p dan 15 Mbps untuk 4K, Zoom butuh 4 Mbps up dan 3 Mbps down
  • FCC menetapkan standar broadband 100 Mbps down dan 20 Mbps up sejak 2024
  • Tes kecepatan bisa dilakukan via Speedtest.net, Cloudflare, dan Meter.net dengan pengecekan berulang
  • Faktor seperti Wi-Fi, jarak router, VPN, dan spesifikasi modem memengaruhi hasil kecepatan aktual

Telset.id – Memilih paket kecepatan internet rumah yang tepat sering kali membingungkan. Kecepatan yang kurang membuat aktivitas sehari-hari terasa lambat, sementara kecepatan berlebih hanya membuat Anda membayar lebih tanpa manfaat yang terasa. Tidak ada rumus pasti untuk menentukan kebutuhan ini karena sangat bergantung pada skenario penggunaan masing-masing rumah tangga.

Artikel ini akan membahas standar yang dianggap sebagai kecepatan internet rumah yang baik, cara mengukurnya secara akurat, serta faktor-faktor yang memengaruhi hasil pengukuran. Dengan memahami dasar-dasar ini, Anda dapat mencocokkan kebutuhan dengan paket yang ditawarkan penyedia layanan internet (ISP).

Memahami Kecepatan Internet dan Istilah Pentingnya

Kecepatan internet terdiri dari dua nilai utama, yakni download (memindahkan data dari internet ke perangkat Anda) dan upload (memindahkan data dari rumah ke internet). Keduanya diukur dalam megabit per detik (Mbps) atau gigabit per detik (Gbps), dengan huruf β€œb” kecil yang menandakan β€œbit”.

Sering terjadi kesalahan saat menghitung karena file diukur dalam byte (huruf β€œB” kapital), bukan bit. Terdapat delapan bit dalam satu byte, sehingga Anda perlu membagi kecepatan internet dengan delapan untuk mendapatkan gambaran realistis waktu unduh file. Sebagai contoh, koneksi 300 Mbps setara dengan 37,5 MBps. Pada kecepatan tersebut, pembaruan game berukuran 5GB membutuhkan waktu sekitar dua menit 13 detik untuk diunduh.

Untuk koneksi kabel, kecepatan upload jauh lebih rendah dibandingkan download. Koneksi kabel memiliki bandwidth terbatas, dan karena kebanyakan orang lebih banyak mengunduh daripada mengunggah, perusahaan mengalokasikan sebagian besar ruang untuk download. Sebagai contoh, paket Comcast di beberapa area menawarkan kecepatan download antara 300 Mbps hingga 2 Gbps, sementara semua paket kecuali paket tertinggi menawarkan kecepatan upload tipikal 117 Mbps. Koneksi fiber biasanya menyamakan kecepatan upload dengan download karena fiber tidak memiliki keterbatasan bandwidth fisik seperti kabel.

Terdapat satu poin data penting lainnya saat mengukur kecepatan internet, yaitu ping atau yang juga disebut latensi. Ini adalah ukuran berapa lama data mencapai tujuannya dan kembali ke perangkat Anda. Ping diukur dalam milidetik (ms), dan semakin rendah ping semakin baik karena menunjukkan waktu respons yang lebih cepat. Ping paling relevan untuk koneksi real-time seperti game dan panggilan video, di mana penundaan berarti apa yang Anda lihat di layar tidak sesuai dengan apa yang sedang terjadi.

Abstraction of the inside of a fiber-optic cable.

Berapa Banyak Kecepatan yang Sebenarnya Dibutuhkan?

Perhitungan ukuran file memang sederhana, tetapi menentukan kebutuhan kecepatan untuk streaming, bekerja dari rumah, atau aktivitas serupa lebih rumit. Kita dapat memeriksa halaman persyaratan layanan utama untuk mendapatkan gambaran.

Netflix merekomendasikan minimal 5 Mbps untuk streaming 1080p dan 15 Mbps untuk 4K, sementara Disney+ merekomendasikan 5 Mbps untuk HD, 8 Mbps untuk konten langsung, dan 25 Mbps untuk 4K UHD. Streaming HDR seperti Dolby Vision dapat membutuhkan lebih banyak lagi. Zoom menyebutkan kebutuhan sekitar 4 Mbps untuk upload dan 3 Mbps untuk download pada panggilan video 1080p.

Tidak ada satu pun dari persyaratan tersebut yang memberatkan jika berdiri sendiri. Namun, kecuali Anda tinggal sendiri, Anda juga harus mempertimbangkan aktivitas lain yang terjadi di rumah. Koneksi 50 Mbps cukup untuk satu perangkat streaming video 4K. Tetapi jika Anda menonton Netflix bersamaan dengan pasangan yang melakukan panggilan video, PC desktop yang mengunduh pembaruan game, dan anak yang bermain game online, bandwidth yang tersedia tidak akan cukup.

Minimum yang baik untuk satu atau dua orang adalah 100 Mbps. Jika Anda memiliki keluarga besar, bekerja dari rumah, atau rutin mengunduh (atau mengunggah) file besar, target yang lebih baik adalah 300 Mbps. Kecepatan tersebut cukup untuk beberapa orang melakukan aktivitas mereka tanpa saling mengganggu. Pertimbangkan 500 Mbps atau lebih jika Anda pengguna berat; saat ragu, dapatkan kecepatan sedikit lebih tinggi dari perkiraan kebutuhan Anda.

Sayangnya, kecepatan yang tersedia sangat bergantung pada ISP di area Anda, sehingga lokasi tempat tinggal memegang peranan besar. Pada 2024, FCC memperbarui standar untuk β€œbroadband” menjadi 100 Mbps untuk download dan 20 Mbps untuk upload. Internet kabel dan fiber akan menawarkan setidaknya kecepatan tersebut, tetapi jika Anda berada di area pedesaan, pilihan Anda mungkin hanya internet rumah 5G atau koneksi satelit seperti Starlink. Keduanya umumnya menawarkan kecepatan lebih lambat dan latensi lebih tinggi daripada kabel atau fiber, tetapi lebih baik daripada DSL kuno. Saat mencari paket baru, periksa label Broadband Facts yang kini wajib dicantumkan pada semua paket internet rumah dan seluler.

Cara Menguji Kecepatan Internet Anda

Jika Anda tidak yakin dengan paket internet saat ini, periksa akun online Anda dengan ISP untuk mengetahui detailnya. Dari sana, berbagai situs web memungkinkan Anda memeriksa kecepatan aktual dibandingkan dengan yang Anda bayar.

Yang paling terkenal adalah Speedtest.net yang melakukan tes sederhana untuk menunjukkan kecepatan download dan upload, beserta ping saat idle, mengunduh, dan mengunggah. Jika tertarik dengan detail lebih lanjut, tes kecepatan Cloudflare menampilkan pengukuran untuk berbagai ukuran file guna memberikan lebih banyak konteks. Tes ini juga menampilkan statistik seperti Jitter (konsistensi kedatangan paket data) dan Packet loss (jumlah informasi yang hilang dalam transmisi).

Jika Anda paling tertarik pada latensi, tes ping Meter.net akan memeriksa ping Anda dengan lebih dari 100 server di seluruh dunia, termasuk tes ping dunia yang menjalankan semuanya sekaligus. Ping Anda bergantung pada server yang Anda tuju dan karenanya lebih tinggi untuk server yang lebih jauh. Inilah sebabnya tes kecepatan normal dapat menunjukkan ping rendah sementara Anda mengalami latensi lebih tinggi di game tertentu.

A hand holding a smartphone showing a speed test with a satellite internet dish on the ground.

Waktu dalam sehari dapat memengaruhi hasil tes kecepatan karena semakin banyak orang online di area Anda, semakin sedikit bandwidth yang tersedia. Sebaiknya lakukan pengecekan beberapa kali pada berbagai waktu untuk mendapatkan rata-rata. Aktivitas lain di jaringan rumah Anda juga berlaku; Anda akan melihat kecepatan lebih lambat jika ada orang lain yang mengunduh game berukuran 80GB.

Ketahui Faktor Lain yang Memengaruhi Kecepatan

Sangat mungkin hasil tes Anda menunjukkan kecepatan lebih lambat daripada paket internet Anda. Penggunaan Wi-Fi adalah alasan paling umum karena koneksi nirkabel tidak dapat menyamai kecepatan Ethernet kabel. Kecepatan Wi-Fi akan turun dan ping meningkat seiring jarak Anda dari router. Kecepatan juga dipengaruhi oleh hambatan seperti dinding, dan interferensi dari perangkat nirkabel lain dapat mengurangi kinerjanya. Penggunaan router kelas bawah dengan jangkauan buruk yang tidak mendukung standar nirkabel terbaru akan memperparah masalah ini.

Saat menjelajah dengan ponsel atau menghubungkan bohlam pintar ke jaringan, kekurangan Wi-Fi tidak menjadi masalah. Tetapi untuk perangkat yang ingin memanfaatkan kecepatan penuh atau meminimalkan ping, seperti PC kerja untuk panggilan video stabil atau konsol game untuk bermain online, koneksi kabel lebih unggul. Untungnya, ada cara menambahkan koneksi kabel tanpa memasang kabel panjang.

Perlu diingat bahwa penggunaan VPN biasanya akan mengurangi kecepatan koneksi dan meningkatkan ping karena ada overhead tambahan dalam merutekan data melalui server VPN. Terakhir, modem dan router Anda juga harus mendukung kecepatan internet yang Anda terima. Jika Anda membayar 800 Mbps tetapi modem hanya mendukung 400 Mbps, Anda tidak akan pernah mendapatkan kecepatan penuh. Pengguna router bawaan ISP seharusnya tidak perlu khawatir karena penyedia diharapkan memberikan model yang sesuai dengan paket. Namun, jika Anda memiliki perangkat sendiri, periksa kembali apakah perangkat tersebut menjadi penghambat.

A frustrated woman looking at a wireless router with her laptop on the table.

Beberapa penyesuaian dapat membantu mempercepat router Anda, tetapi kemampuan router lama atau murah tetap terbatas. Untuk aktivitas yang membutuhkan stabilitas seperti panggilan video atau gaming, memprioritaskan koneksi kabel dan memastikan perangkat keras mendukung kecepatan paket adalah langkah paling efektif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.