Jual Jasa VPN, Pria Tiongkok Ini Harus di Bui 5 Tahun

Telset.id, Jakarta – Pada awal 2017 lalu, Pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan aturan larangan penggunaan virtual private network (VPN) di dalam negara tersebut. Mereka beralasan, larangan ini dikarenakan untuk menjaga kedaulatan negara mereka di ranah digital.

Sontak saja, berbagai perusahaan penyedia jasa VPN di Tiongkok gulung tikar. Bahkan, Apple pun rela menarik seluruh aplikasi VPN yang ada di Apple Store mereka, untuk tetap menjalankan bisnis mereka di negara berjuluk Tirai Bambu tersebut.

Akan tetapi, ada saja orang yang tetap membandel dan tak ingin mengikuti aturan tersebut. Adalah Wu Xiangyang, seorang warga Tiongkok yang tetap berani menjalankan bisnisnya meski harus melanggar peraturan.

[Baca Juga : 5 Smartphone yang Patut di Tunggu Pada 2018]

Namun apesnya, usaha yang dijalankan olehnya secara diam-diam terbongkar juga. Akibatnya, dia harus mendekam di bui selama 5 tahun, serta denda sebesar 500 ribu Yuan, atau sekitar Rp 1 miliar.

Dakwaan ini dijatuhkan kepada Wu dikarenakan usahanya telah memiliki 8 ribu klien asing dan 5 ribu bisnis. Selain itu, usaha ini juga pernah ditolak oleh negara, sehingga usahanya menjadi ilegal.

Mendengar kasus ini, seorang pegawai Amnesty International Hong Kong, William Nee memberikan tanggapannya.

[Baca Juga : Bikin Ngeri, Tiongkok ‘Berondong’ 13 Ribu Situs Dalam 3 Tahun]

“Anonymizers seperti VPN adalah enabler kunci hak asasi manusia secara online,” ujar Nee, seperti dikutip dari laman wccftech.

“Kenyataan bahwa orang ini mendapat hukuman panjang untuk menjual VPN adalah tanda yang sangat mengkhawatirkan, dan ini mencerminkan bagaimana pemerintah China bertekad untuk menghukum mereka yang mencoba melawan Great Firewall dan mengakses informasi yang tidak menjadi sasaran rezim penyensoran paling intens di dunia.”

Sebelumnya, pemerintah Tiongkok dikabarkan telah memberondong 13 ribu situs, agar tidak bisa diakses oleh masyarakatnya. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga kedaulatan negara mereka. [NC/MS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here