Fujifilm Ambil Alih Xerox, 10 Ribu Karyawan PHK

Telset.id, Jakarta – Fujifilm mengumumkan bahwa pekan ini pihaknya akan mengambil alih semua saham mayoritas Xerox. Berita tersebut muncul setelah perusahaan teknologi Amerika yang terkenal dengan mesin fotokopi-nya ini mengalami perjuangan berat mengatasi merosotnya permintaan mesin printer dan mesin fotokopi kantor.

Akhirnya, para pemegang saham dari kedua perusahaan tersebut pun telah menyepakati perjanjian minggu ini, dan pihak Xerox menyatakan Fujifilm sebagai pemegang saham mayoritas dengan nilai saham sebesar 50,1 persen.

Penggabungan dua nama perusahaan ini awalnya sempat rumit, namun akhirnya mereka menemukan solusinya mengingat Fujifilm dan Xerox pernah meluncurkan Fuji Xerox pada tahun 1962. Untuk menghindari kekeliruan dan kebingungan di tengah konsumennya, mereka akhirnya sepakat dengan nama “New Fuji Xerox”.

Berikut skema yang menggambarkan pembagian saham dengan lebih jelas:

Kedua perusahaan ini telah berjuang mempertahankan profit di tengah perubahan psikologi pasar yang kini lebih memilih untuk meminimalisasi penggunaan kertas.

Perusahaan yang baru terbentuk ini juga dipastikan akan me’rumah’kan sebagian besar jumlah karyawannya, menutup beberapa pabrik Fuji Xerox hingga memberhentikan 10,000 karyawan sebelum 2020, dengan sebagian besar mereka yang berada di wilayah Asia Pasifik.

Terlepas dari semua itu, Fujifilm akan tetap optimis dengan langkah ini. Perusahaan gabungan ini diharapkan dapat menghasilkan total penghematan biaya tahunan sebesar USD 1,7 milyar atau sekitar Rp 22 triliun sebelum memasuki tahun 2022.

Mereka juga menyatakan melalui siaran pers, bahwa perkiraaan total penghematan biaya setidaknya hingga USD 1.2 milyar atau sekitar Rp 16 trilyun, ditargetkan akan tercapai pada tahun 2020 mendatang. [WIN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here