📑 Daftar Isi

DTI-CX 2026 Resmi Digelar, Perkuat Ekosistem Transformasi Digital Nasional

DTI-CX 2026 Resmi Digelar, Perkuat Ekosistem Transformasi Digital Nasional

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX 2026) resmi digelar pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center, Senayan. Acara yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri teknologi, pemasok teknologi, asosiasi, serta pemangku kepentingan digital nasional dalam satu platform terintegrasi.

Mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”, DTI-CX 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen membangun infrastruktur digital yang inklusif. Event ini diproyeksikan dihadiri lebih dari 13 ribu peserta, ratusan pembicara kompeten dari dalam dan luar negeri, serta ratusan booth yang menampilkan ragam teknologi terkini.

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026, Theodorus Wintoko, menyampaikan bahwa DTI-CX 2026 diharapkan menjadi katalisator perkembangan ekosistem digital di Indonesia melalui sinergi antar-pemangku kepentingan. Menurutnya, event ini tidak hanya menjadi ajang konferensi dan pameran teknologi, tetapi juga ruang strategis yang mempertemukan pelaku industri, inovator, hingga pemerintah.

“Saya lihat event ini luar biasa, khususnya sambutan dari peserta dan juga concern dari pemerintah untuk mendukung kemajuan industri telekomunikasi ataupun industri telco di Indonesia. Terutama dukungan-dukungan dan insentif yang diberikan pada seluruh ekosistem telco di Indonesia. Opportunity for improvement untuk pelaku industri besar sekali, dan kita tidak terlepas dari competitiveness di regional maupun di global,” ungkap pria yang biasa disapa Teddy tersebut.

Kolaborasi Multipihak untuk Percepatan Transformasi Digital

DTI-CX 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bersama Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO), serta Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia (PMSM) sebagai mitra strategis.

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa konektivitas digital merupakan elemen fundamental dalam mewujudkan transformasi digital nasional. Indonesia harus mampu membangun ekosistem digital yang tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kedaulatan bangsa.

“Indonesia harus loncat segera ke 5G, Indonesia harus loncat segera ke kripto kuantum, kemudian Indonesia harus loncat juga ke satelit yang non-terrestrial network, jadi bukan hanya orbital tiga stasiun tetapi juga MTN istilahnya. Kita juga harus loncat ke persediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan. Karena kebutuhan penyimpanan data dan pengurusan data di Indonesia itu kan bukan hanya kebutuhan masyarakat aja, tetapi pemerintah pun juga butuh,” ungkapnya.

Sarwoto menambahkan, DTI-CX 2026 menjadi ruang strategis bagi para pemimpin industri, regulator, dan pelaku teknologi untuk bertukar gagasan serta mempercepat adopsi solusi digital yang relevan dengan kebutuhan Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan dalam transformasi digital Indonesia yang membutuhkan investasi besar di sektor TIK.

Enam Strategi Pemerintah dan Pentingnya Keamanan Siber

Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki enam strategi untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Strategi tersebut meliputi penguatan konektivitas berupa pemerataan infrastruktur dan jaringan internet yang inklusif hingga ke pelosok daerah, kompetensi (penguatan komunitas dan talenta digital), katalisator (sinergi lintas-sektor), permodalan (menghadirkan investasi untuk infrastruktur hingga inovasi), kepatuhan (regulasi yang menjawab kebutuhan), serta komersial (menciptakan pasar yang sehat).

“Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Semua investasi ini seharusnya menjadikan satu tujuan. Hadirnya DTI Series tahun 2026, untuk memastikan teknologi ini tidak hanya menghubungkan Indonesia, tapi juga untuk melindungi hak mereka dan memperkuat masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Nugroho Sulistyo Budi, menekankan pentingnya sistem keamanan siber di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. Transformasi teknologi memang memberi banyak manfaat, namun tidak lepas dari berbagai ancaman yang dapat merugikan entitas penggunanya. Sinergi multipihak menjadi kunci agar penerapan teknologi digital tidak hanya memberi kemudahan tetapi juga aman digunakan.

“Mayoritas insiden justru diawali oleh kerentanan internal, seperti bocornya kredensial, malware, hingga kelalaian manusia. Oleh karena itu kita harus menerapkan strategi, tidak hanya berbasis kepada teknologi. Kita wajib berkolaborasi melalui pertukaran informasi ancaman dan pemantauan bersama. Kemudian penerapan strategi pengamanan, mulai dari layer regulasi, SOP, layer berikutnya, lalu menerapkan apa yang kita sebut sebagai security by design dan resilient by architecture,” terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan penguatan ekosistem digital menjadi concern pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen. Penguatan ekosistem ini diharapkan diisi oleh talenta-talenta dari dalam negeri. Pemerintah telah mengundang salah satu perguruan tinggi terkemuka di India untuk membuka kampus di Indonesia guna mendukung pengembangan talenta digital lokal.

“Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan. Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri,” ujarnya.

Hari Bhakti Postel sendiri diperingati setiap tanggal 27 September sebagai momentum mengenang perjuangan dan pengabdian insan Pos, Telekomunikasi, dan Informatika dalam mempertahankan kedaulatan komunikasi Indonesia. Peringatan ini berakar dari peristiwa bersejarah pada 27 September 1945, ketika para pemuda Angkatan Muda Pos, Telegrap, dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan Pos, Telegrap, dan Telepon (PTT) dari pendudukan Jepang di Bandung.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat” yang merefleksikan semangat bersama dalam membangun infrastruktur dan ekosistem digital nasional yang inklusif, aman, mandiri, dan berkelanjutan. DTI-CX 2026 menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut, menghadirkan diskusi mendalam mengenai perkembangan inovasi AI dan 5G hingga tantangan keamanan siber di era digital.

Kehadiran DTI-CX 2026 bersama DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan CRD-CX (Cyber Resilience & Defense) dalam satu platform terintegrasi menjadi wadah kolaborasi untuk membahas perkembangan dan tantangan transformasi digital Indonesia. Topik yang dibahas mencakup infrastruktur digital, artificial intelligence (AI), cloud computing, keamanan siber, data center, transformasi teknologi SDM, hingga penerapan teknologi digital di berbagai sektor industri.

Melalui penyelenggaraan DTI-CX 2026, diharapkan tercipta ekosistem digital yang lebih kuat dan berdaulat. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan konektivitas digital yang inklusif dan aman bagi seluruh rakyat Indonesia. Event ini juga menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mempercepat transformasi digital Indonesia menuju kemandirian teknologi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.