Bisnis Korporasi Jadi Ladang Baru Telkomsel

Telset.id, Jakarta – Transformasi digital telah menjadi sebuah keharusan yang tak bisa dihindari oleh semua perusahaan saat ini. Hal ini dilihat Telkomsel sebagai sebuah peluang menjadi sumber pendapatan baru yang potensial, terutama di segmen korporasi.

Telkomsel melihat bahwa peluang untuk masuk ke bisnis digital, khususnya di segmen korporasi, sangat besar. Itu sebabnya, operator terbesar di Indonesia ini pun melakukan transformasi digital di dalam perusahaan untuk menyiapkan SDM agar mampu mengambil kesempatan tersebut.

Menurut Arief Pradetya, Vice President Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel, saat ini secara pasar ICT, pada tahun 2016 mencapai Rp 14 triliun dengan komposisi 9% adalah connectivity dan 5% adalah solution.

Angka tersebut, lanjut Arief, akan meningkat sangat signifikan hingga pada 2021 diprediksikan akan mencapai Rp 28 Triliun dengan komposisi connectivity 15% dan solution 13%. Dia menyebutkan peluang Telkomsel lebih pada connectivity, karena terlihat angkanya di tahun 2021 hampir seimbang.

“Tapi sampai tiga tahun mendatang, Telkomsel masih belum sampai sebesar itu untuk bisnis korporasinya. Tetapi paling tidak bisa menyentuh angka 35% saja itu sudah bagus,” ujar Arief di acara Ekshibisi MyBusiness di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa segmen yang disasar oleh Telkomsel untuk mencapai angka tersebut akan berfokus pada Corporate yang memiliki cabang di banyak wilayah di Indonesia, eGovernance dan perusahaan besar di daerah.

Segmen ini akan dikerjakan oleh 210 Account Management. Selain itu juga akan menyasar Small medium enterprise yang akan dijangkau dengan menggunakan Apps Store yang bekerjasama degan third party. Namun, Telkomsel tidak akan menyentuh ke UMKM karena yang akan mengerjakan adalah tim retail Telkomsel.

Ia menyebutkan bahwa pesaing terbesar di bisnis ini adalah para pemain Service Integrator yang mampu mengawinkan berbagai teknologi untuk menjadi solusi bagi perusahaan.

“Bahkan kami, tiga operator besar dijadikan satu saja, masih kalah besar dibandingkan dengan pasar yang dikuasai oleh Service Integrator. Itu sebabnya, sekarang para Service Integrator digandeng dan Telkomsel yang menjadi leader,” terang Arief.

Dengan begitu, menurutnya, Telkomsel akan lebih cepat menjangkau pasar yang ada. Apalagi, para Service Integrator tersebut biasanya bermain dengan skala wilayah karena keterbatasan tenaga. Sedangkan Telkomsel memiliki jangkauan yang lebih luas sehingga diharapkan juga mampu menggarap wilayah yang lebih besar lagi.

Saat ini MyBusiness telah dipercaya oleh lebih dari dua juta pengguna di seluruh Indonesia dari berbagai bidang industri. Seperti Automotive & Transport Services, Bank and Finansial Management Services, Government Military & Police Services, dan Healthcare & Welfare Services.

Selain itu, Telkomsel juga menggarap bidang industri Hospitality & Business Services, Manufacturing & Agribusiness, Media & Communication Services, Property & Contruction Services, Trading & Distribution Services, Utilities, Energy & Resources Services.

Telkomsel sendiri saat ini menggelar Ekshibisi MyBusiness dengan tema “Mobility Solution for Your Digital Transformation”. Kegiatan ekshibisi yang menampilkan beragam solusi digital terintegrasi untuk kebutuhan bisnis.

Ekshibis ini akan digelar di empat titik, yakni Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta (5 Oktober 2017), Hotel Adi Mulia Medan (12 Oktober 2017), Hotel Clarion Makassar (18 Oktober 2017), dan Hotel Sheraton Surabaya (25 Oktober 2017).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here