📑 Daftar Isi

BAKTI Prioritaskan Akses Internet untuk Pelayanan Publik di 31.000 Lokasi

BAKTI Prioritaskan Akses Internet untuk Pelayanan Publik di 31.000 Lokasi

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penyediaan sarana akses internet guna mendukung penyelenggaraan pelayanan publik di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam pemerataan konektivitas digital nasional.

Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital, Fadhilah Mathar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi. Sebagian besar infrastruktur tersebut, yakni 68 persen, difokuskan pada sektor pendidikan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta pada Rabu (12/8/2026).

Distribusi Titik Akses Internet di Berbagai Sektor

Fadhilah Mathar merinci pembagian titik akses internet yang telah dibangun oleh BAKTI. Selain dominasi di sektor pendidikan, sebanyak 5,89 persen titik akses dibangun di sektor pelayanan kesehatan. Sementara itu, 19,94 persen dialokasikan untuk kantor pemerintahan, dan 1,53 persen untuk pusat kegiatan masyarakat seperti pasar, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, tempat wisata, layanan usaha, serta transportasi publik.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhilah juga memaparkan prinsip pembangunan koneksi BAKTI yang terdiri dari empat pilar utama. Keempat pilar ini menjadi panduan dalam setiap pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang dijalankan.

“Ada empat kaki. Pertama adalah keberlanjutan masyarakat, karena hal ini akan membantu adopsi dan inklusi. Kedua, kualitas layanan. Ketiga, mendorong skalabilitas UMKM. Keempat, dan tidak kalah penting, adalah keberlanjutan industri. Jangan sampai pemerintah hadir justru mematikan lahan komersial,” jelas Fadhilah Mathar.

Baca Juga:

Infrastruktur Strategis untuk Daerah 3T

Guna menghadirkan akses internet hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital mengoperasikan sejumlah infrastruktur strategis secara terintegrasi. Salah satu andalan utamanya adalah Satelit Republik Indonesia (Satria 1) yang memiliki kapasitas 150 Gbps dan telah dioperasikan sejak tahun 2024.

Satelit multifungsi terbesar di Asia ini digunakan untuk menyediakan akses internet di fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintah daerah, dan pos perbatasan TNI/Polri. Satria 1 menjadi penopang telekomunikasi utama di daerah-daerah yang sudah dijangkau dari jalur darat.

Selain satelit, BAKTI juga mengoperasikan jaringan serat optik Palapa Ring sepanjang 12.148 kilometer. Jaringan ini melayani 131 lokasi Network Operation Center (NOC) yang tersebar di 57 kabupaten/kota di wilayah bagian barat, tengah, dan timur Indonesia. Kombinasi infrastruktur ini memastikan konektivitas yang lebih merata di seluruh nusantara.

Upaya peningkatan konektivitas juga diperkuat melalui program BAKTI AKSI dan BAKTI Sinyal. Program BAKTI AKSI telah menyediakan akses internet gratis di lebih dari 31.864 titik layanan publik di seluruh Indonesia. Sementara itu, program BAKTI Sinyal mencakup pembangunan BTS 4G dan BTS Universal Service Obligation (USO) di 6.747 titik lokasi dalam wilayah 3T dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dana USO.

Penyediaan infrastruktur ini dipadukan dengan program pemberdayaan Ekosistem Digital dan Kemitraan BUMDes. Melalui pelatihan literasi digital, digitalisasi pariwisata, serta penguatan kemitraan BUMDesma, BAKTI berupaya mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Langkah ini sejalan dengan upaya Internet BAKTI yang telah menjadi andalan warga perbatasan dengan trafik tembus 100 Mbps.

“Infrastruktur ini sangat membantu pemerintah untuk ke depannya menjadikan konektivitas ini sebagai alat untuk mendorong produktivitas masyarakat,” kata Fadhilah Mathar. Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital bukan hanya tentang koneksi, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.

Fokus BAKTI pada pelayanan publik menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pemerataan akses digital. Dengan cakupan yang luas di sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan pusat kegiatan masyarakat, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat konektivitas. Keberadaan infrastruktur seperti Satria 1 dan Palapa Ring menjadi bukti nyata komitmen tersebut.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem digital juga menjadi perhatian. Program pemberdayaan yang berjalan paralel dengan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di daerah 3T. Hal ini penting untuk memastikan bahwa akses internet tidak hanya tersedia, tetapi juga dimanfaatkan secara produktif.

Ke depan, integrasi antara infrastruktur satelit, serat optik, dan program pemberdayaan akan terus menjadi kunci dalam mewujudkan visi konektivitas nasional yang inklusif. BAKTI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan internet publik, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan total lebih dari 31.000 lokasi yang telah terjangkau, BAKTI menunjukkan progres signifikan dalam misi pemerataan akses internet. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya berbagai program dan pembangunan infrastruktur baru di masa mendatang.

Komitmen BAKTI dalam menjaga keberlanjutan industri juga patut diapresiasi. Prinsip bahwa pemerintah tidak boleh mematikan lahan komersial menjadi panduan penting dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini memastikan bahwa pembangunan infrastruktur publik tetap bersinergi dengan perkembangan industri telekomunikasi nasional.

Dengan berbagai pencapaian dan rencana pengembangan yang ada, BAKTI terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas digital Indonesia, khususnya untuk pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat di daerah terpencil.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.