Telset.id – Bayangkan jika Apple Maps dan Apple Ads tiba-tiba memiliki kekuatan yang sama dengan App Store atau Safari di Eropa. Itulah yang sedang dipertaruhkan di Brussels saat Uni Eropa mempertimbangkan menetapkan kedua layanan Apple ini sebagai “gatekeeper” di bawah Digital Markets Act (DMA).
Perusahaan asal Cupertino itu secara resmi telah mengakui bahwa Maps dan Ads mereka memenuhi ambang batas DMA—45 juta pengguna aktif bulanan dan 10.000 pengguna bisnis tahunan selama tiga tahun terakhir. Namun, Apple dengan gigih membantah bahwa kedua layanan ini pantas menyandang status gatekeeper. Mereka berargumen bahwa peta digital mereka “sangat terbatas penggunaannya” dibandingkan Google Maps, sementara Apple Ads hanya memiliki “porsi minimal” di industri periklanan online Eropa yang didominasi Google, Meta, TikTok, dan bahkan X.
Uni Eropa kini memiliki waktu 45 hari untuk memutuskan apakah akan meresmikan status gatekeeper untuk Apple Maps dan Apple Ads. Keputusan ini bukan sekadar formalitas administratif—ini tentang mengubah landscape persaingan digital di benua tersebut.

Mengapa Status Gatekeeper Sangat Krusial?
Bagi Apple, gelar gatekeeper berarti beban regulasi yang lebih berat. Perusahaan harus memastikan bahwa Maps dan Ads tidak menguntungkan produk Apple sendiri dengan mengorbankan pesaing. Mereka juga dilarang “mengurung” pengguna dalam ekosistem Apple—sesuatu yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan.
Apple sudah merasakan dampak DMA melalui perubahan drastis di App Store, termasuk mengizinkan sideloading dan alternatif pembayaran. Jika Maps dan Ads menyusul, kita mungkin melihat perubahan signifikan dalam bagaimana kedua layanan ini beroperasi di Eropa.
Pertanyaannya: apakah Apple Maps benar-benar sekuat yang dikhawatirkan UE? Fitur rahasia Apple Maps yang tak dimiliki Google Maps memang memberikan keunggulan tersendiri, tetapi dalam hal pangsa pasar, Google masih menjadi raja tak terbantahkan.
Baca Juga:
Strategi Bertahan Apple di Tengah Tekanan Regulasi
Apple tidak tinggal diam menghadapi kemungkinan ini. Menurut Reuters, perusahaan telah mengajukan bantahan resmi dan bersiap berdiskusi dengan Komisi Eropa. “Kami berharap dapat menjelaskan lebih lanjut kepada Komisi Eropa mengapa Apple Maps dan Apple Ads seharusnya tidak ditetapkan sebagai gatekeeper,” bunyi pernyataan resmi Apple.
Argumentasi Apple cukup menarik. Mereka mengakui memenuhi ambang batas teknis, tetapi menolak klaim bahwa mereka memiliki “dampak signifikan” di pasar—kriteria kunci dalam penilaian gatekeeper. Ini seperti mengakui Anda punya senjata, tapi membantah pernah menggunakannya.
Dalam dunia periklanan digital, Apple Maps dipertimbangkan untuk menampilkan iklan memang menjadi perhatian regulator. Namun Apple bersikukuh bahwa Apple Ads masih pemain kecil dibandingkan raksasa seperti Google dan Meta.
Dampak Potensial bagi Pengguna dan Developer
Jika UE tetap menetapkan status gatekeeper, pengguna Eropa mungkin melihat perubahan menarik. Apple Maps mungkin harus lebih terbuka terhadap integrasi dengan layanan pihak ketiga, sementara Apple Ads mungkin perlu memberikan lebih banyak transparansi dan pilihan kepada pengiklan.
Bagi developer, ini bisa berarti peluang baru. Apple Maps kini tersedia di web dalam versi beta membuka kemungkinan integrasi yang lebih luas di luar ekosistem Apple. Dengan status gatekeeper, akses ini mungkin menjadi lebih terbuka lagi.
Namun, ada ironi dalam situasi ini. Di satu sisi, UE ingin membatasi kekuatan Apple. Di sisi lain, penetapan status gatekeeper justru mengakui bahwa Apple Maps dan Apple Ads sudah menjadi pemain yang cukup signifikan—sesuatu yang Apple sendiri bantah.
Pertarungan hukum dan regulasi ini akan menentukan masa depan digital Eropa. Apakah Apple akan berhasil meyakinkan UE bahwa Maps dan Ads mereka tidak sekuat yang dikhawatirkan? Atau apakah kita akan menyaksikan babak baru dalam upaya UE membatasi kekuatan raksasa teknologi?
Yang jelas, 45 hari ke depan akan menjadi periode krusial tidak hanya bagi Apple, tetapi bagi seluruh ekosistem digital Eropa. Keputusan UE akan menjadi preseden penting tentang bagaimana regulator melihat dominasi platform—bahkan ketika platform tersebut membantah bahwa mereka dominan.

