📑 Daftar Isi

Ilustrasi chip Nvidia H100 yang menjadi target penyelundupan ke China

Taiwan Usut Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China via Jepang

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Otoritas Taiwan menyelidiki penyelundupan chip AI Nvidia ke China melalui Jepang
  • Tiga orang ditahan atas pemalsuan dokumen ekspor server Super Micro
  • 50 server disita, diduga satu pengiriman berhasil lolos
  • Rute penyelundupan baru melalui Jepang, bukan Asia Tenggara
  • CEO Nvidia dan Super Micro beri tanggapan resmi terkait kasus ini

Telset.id – Otoritas Taiwan tengah menyelidiki dugaan sindikat penyelundupan chip AI Nvidia yang dikirim ke China melalui Jepang. Kasus ini melibatkan unit server berisi GPU Nvidia yang merupakan komponen krusial untuk melatih sistem AI, dan perangkat tersebut berada di bawah kontrol ekspor ketat Amerika Serikat.

Pekan lalu, kejaksaan Taiwan telah menahan tiga orang atas dugaan pemalsuan dokumen ekspor untuk server rakitan Super Micro Computer. Para penyidik juga menyita sekitar 50 server yang diyakini tengah dipersiapkan untuk diekspor menggunakan dokumen serupa. Namun, para pejabat mencurigai setidaknya sudah ada satu pengiriman yang berhasil lolos.

Rute Penyelundupan Baru

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini kepada Bloomberg, kargo selundupan tersebut dilaporkan dikirim ke Jepang terlebih dahulu sebelum diteruskan ke Hong Kong. Hong Kong selama ini dikenal sebagai titik transit utama untuk barang-barang tujuan China daratan. Meski otoritas belum mengungkapkan volume perangkat keras yang berhasil dialihkan, rute penyelundupan ini telah memicu pengawasan tajam.

Sebagian besar kasus pengalihan chip yang pernah terungkap sebelumnya kerap berfokus di kawasan Asia Tenggara. Penyelidikan terbaru ini mengungkap modus operasional yang berbeda, yakni memanfaatkan jalur negara sekutu dekat AS (Jepang) yang memegang peran besar dalam infrastruktur teknologi global. Kasus ini juga menyoroti Tarif AS yang mengancam industri chip global.

Rangkaian chip mutakhir tersebut beroperasi di bawah aturan kontrol ekspor AS yang secara tegas melarang penjualannya ke China tanpa lisensi khusus. Status tersebut menjadikan perangkat ini sebagai salah satu komponen yang paling dipantau ketat dalam rantai pasokan teknologi global.

Respons Nvidia dan Super Micro

Hingga saat ini, baik Nvidia maupun Super Micro tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum apa pun. Merespons temuan ini, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa pembuat chip tersebut selalu ketat dalam menjelaskan regulasi kepada seluruh mitra bisnisnya.

“Pada akhirnya, Super Micro harus menjalankan perusahaan mereka sendiri,” ungkap Huang kepada wartawan setibanya di Taipei.

Menanggapi komentar Huang, pihak Super Micro menekankan langkah-langkah pengamanan internal mereka sekaligus menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri secara lebih luas.

“Peristiwa baru-baru ini menggarisbawahi perlunya solusi di seluruh industri yang akan lebih membantu melindungi rantai pasokan dan memperkuat penegakan hukum kontrol ekspor,” tulis Super Micro dalam pernyataan resminya, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (28/5/2026).

Penyelidikan ini menjadi pengingat akan kompleksnya rantai pasokan chip global, terutama di tengah ketegangan teknologi antara AS dan China. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana Peringatan CIA terkait Taiwan memiliki dampak langsung pada industri teknologi.

Dengan semakin ketatnya kontrol ekspor chip AI, modus penyelundupan pun semakin canggih. Rute melalui Jepang yang merupakan sekutu dekat AS ini menjadi temuan baru yang mengejutkan para pengamat industri. Otoritas Taiwan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik operasi penyelundupan tersebut.

Kasus ini juga berpotensi mempengaruhi hubungan dagang antara Taiwan, Jepang, dan China. Sebagai pusat manufaktur chip global, Taiwan memegang peranan penting dalam rantai pasokan semikonduktor dunia. Penyelundupan chip AI Nvidia ke China melalui Jepang ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan teknologi yang sangat sensitif.

Para analis memperkirakan bahwa kasus ini akan mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap ekspor komponen AI dari Taiwan. Pemerintah Taiwan kemungkinan akan memperketat prosedur ekspor dan meningkatkan kerja sama dengan otoritas Jepang untuk mencegah penyelundupan serupa di masa depan.

Bagi industri teknologi global, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang kerentanan rantai pasokan chip. Meskipun ada kontrol ekspor yang ketat, celah dalam sistem pengawasan masih bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oppo Reno14 Pro yang baru meluncur di Taiwan menunjukkan bahwa Taiwan tetap menjadi pusat inovasi teknologi yang penting.

Super Micro, sebagai perusahaan yang server-nya diduga digunakan dalam penyelundupan ini, menghadapi tekanan untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi ekspor. Pernyataan mereka tentang perlunya solusi di seluruh industri menunjukkan bahwa masalah ini bukan hanya tanggung jawab satu perusahaan, melainkan tantangan bersama bagi seluruh ekosistem teknologi.

Kasus penyelundupan chip AI Nvidia ke China melalui Jepang ini masih dalam penyelidikan. Masyarakat dan pelaku industri menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas Taiwan terkait pengungkapan jaringan penyelundupan ini.

Komentar

Belum ada komentar.