Stok Ikan Menipis, Perusahaan Ini Ciptakan Sushi Salmon “Tiruan”

Telset.id, Jakarta – Perusahaan rintisan di bidang pertanian seluler berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, melakukan eksperimen dengan menciptakan makanan khas Jepang, sushi salmon tiruan.

Wildtype, demikian nama perusahaan tersebut, akan menjual sushi salmon hasil “budidaya” di laboratorium untuk dijual ke restoran maupun pengecer. Menu itu bisa dimasak atau disajikan mentah.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Wildtype sekarang membuka daftar tunggu pesanan di muka untuk setiap koki yang tertarik memasak produk unik tersebut.

{Baca juga: Ngeri, Jutaan ‘Nyamuk Mutan’ akan Serbu Florida}

Arye Elfenbein, kepala ilmuwan di Wildtype, menyatakan bahwa menumbuhkan sel ikan dapat menyediakan sumber makanan laut berkelanjutan yang dibutuhkan oleh manusia dalam jumlah besar.

“Kami membuat sushi dengan sel satu ikan favorit di dunia. Kami tanpa perlu mengambil ikan itu dari sungai atau laut. Rasanya sama persis dengan aslinya,” papar Elfenbein melalui pernyataan resmi tertulis.

Justin Kolbeck, CEO Wildtype, menimpali pernyataan Elfenbein. Ia mengatakan bahwa stok ikan salmon liar menurun drastis meski sebagian besar salmon yang biasa dikonsumsi sedang dibudidayakan.

Salmon atau salem sendiri merupakan jenis ikan dari famili Salmonidae, yang hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Secara umum, salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak.

{Baca juga: Tes Darah Eksperimental Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker}

Ikan ini lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke laut, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Ada kepercayaan bahwa salmon selalu kembali ke tempat ia dilahirkan untuk berkembang biak.

Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Science pada tahun lalu menemukan fakta bahwa jumlah ikan yang dapat ditangkap secara aman dari lautan menurun sebesar 4,1 persen dari 1930 silam hingga 2010. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here