Steve Wozniak Prihatin Apple Ngemplang Pajak

Steve Wozniak, Co-founder Apple
Steve Wozniak, Co-founder Apple

Jakarta –  Apple tengah disorot terkait dugaan telah ‘ngemplang’ pajak dengan modus melarikan pendapatan perusahaan ke luar negeri, sehingga terbebas dari beban pajak di dalam negeri Amerika.

Beberapa minggu terakhir ini Apple memamg menjadi bulan-bulanan pihak Senat Amerika, karena perusahaan yang didirkan Steve Jobs itu diduga telah mangkir dari kewajibannya membayar pajak.

Apple sebenarnya bukan tidak membayar pajak, tetapi Apple diduga bermain curang dengan mengalokasikan pendapatannya ke luar negeri sehingga dapat terbebas dari beban pajak di dalam negeri Amerika.

Modus Apple ini mulai terkuak setelah Senat AS menemukan adanya wanita misterius dibalik kasus ngemplang pajak apple. Wanita bernama Cathy Kearney itu ‘berjasa’ menyelamatkan Apple dari kewajiban membayar pajak.

Hebatnya, wanita asal Irlandia itu diperkirakan menyetor tidak kurang dari USD 22 miliar dari keuntungan Apple, atau sekitar 2/3 dari keseluruhan laba yang diraup Apple, berasal dari anak perusahaan Apple di Cork, Irlandia yang dipimpin Kearney.

Kasus ini tentu saja telah mencoreng muka perusahaan asal Cupertino itu. Dan kasus inipun mendapat perhatian dari salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak. Menurut pria berbadan subur ini, Apple tidak seharusnya melakukan praktek kotor tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Woz itu, tindakan Apple ‘mengakali’ kewajiban membayar pajak itu sebagai hal yang tidak adil. Ia menganjurkan Apple dan perusahaan besar lainnya untuk taat membayar pajak sesuai penghasilan yang mereka dapatkan.

Dalam sebuah wawancara denga BBC, Woz mengungkapkan pandangannya terhadap masalah pajak yang diarahkan anggota Senat pada Apple selama pekan ini.

“Orang tidak ditarik pajak berdasar laba yang ia buat, mereka ditarik pajak berdasar pendapatannya, korporasi juga seharusnya diperlakukan sama seperti orang biasa, dan memang seharusnya seperti itu, itu akan memberikan rasa keadilan dan kebenaran.

Artinya korporasi harus membayar pajak berdasar penghasilannya atau orang biasa hanya akan membayar pajak kecil yang disebut laba tapi selama kita tidak mengoreksi itu maka masalah yang sama akan tetap kita hadapi selamanya.

Itulah kenapa kaum kaya menjadi semakin kaya dan kaum miskin semakin miskin dan saya selalu berada di pihak orang biasa, alasan yang sama yang saya pakai untuk mendirikan Apple computer, yaitu untuk memberdayakan orang kecil,” ucap Woz yang dikutip telsetNews dari BBC, Jumat (31/5).

Selama wawancara Woz terus mengkritik bahwa orang biasa seharusnya ditarik pajak berdasar keuntungan yang ia dapat, sementara perusahaan besar harus membayar pajak berdasar penghasilannya, bukan sebaliknya.

Dia berpendapat, pebisnis dan perusahaan mereka saat ini diperlakukan berbeda dengan orang biasa. Ia contohkan dirinya sebagai orang biasa yang harus membayar pajak rumah, makanan, pakaian dan karenanya dia hanya menyisakan sedikit uang untuk ditabung.

Tabungan itulah yang ia sebut laba hidupnya dan itulah seharusnya yang ditarik pajak. Sayangnya, menurut Woz, orang biasa ditarik pajak berdasar penghasilan, bukan berdasar laba.[HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0